- Wali Kota Batu, Heli Suyanto, menilai Dasco sebagai kunci stabilitas politik nasional karena kemampuannya menjalin komunikasi antarpihak.
- Dasco dinilai memiliki pendekatan inklusif, kepemimpinan berwibawa, dan peduli isu kemanusiaan seperti perlindungan buruh migran.
- Heli menyaksikan langsung kedisiplinan dan ketegasan Dasco selama Pilpres, menjadi pelajaran penting bagi kader Gerindra daerah.
SuaraMalang.id - Wakil Wali Kota Batu, Heli Suyanto, menilai Wakil Ketua DPR RI Sufmi Dasco bisa disebut sebagai kunci keseimbangan politik nasional saat ini, sehingga beragam program pemerintah bisa berjalan lancar.
Heli mengatakan, peran Dasco bukannya mudah, terutama di tengah tantangan politik Indonesia yang semakin kompleks dan dinamis.
Dalam situasi itu, kata dia, kemampuan untuk menjalin komunikasi antarpihak menjadi fondasi utama dalam menjaga stabilitas nasional.
"Kepemimpinan yang efektif tidak lagi hanya soal instruksi satu arah, melainkan kemampuan untuk menjadi jembatan di antara berbagai kepentingan yang berbeda. Pak Dasco menjalankan hal itu," kata Heli Suyanto, Jumat (9/1/2026).
Pendekatan inklusif
Heli Suyanto, yang juga menjabat sebagai Ketua DPC Gerindra Kota Batu, menilai Dasco merupakan representasi pemimpin yang mampu memadukan ketegasan dengan pendekatan yang inklusif.
Perjalanan Heli di Partai Gerindra yang dimulai sejak 2014, memberinya kesempatan untuk menyaksikan langsung transformasi partai dan peran vital para elitnya.
Ia mengisahkan bagaimana keterlibatannya dalam struktur kepemimpinan daerah tidak lepas dari pengamatan tajam pimpinan pusat, termasuk Dasco.
“Saya menjadi Ketua DPC Gerindra, salah satunya, ya pemilihan dari Pak Dasco. Waktu itu saya dipanggil untuk bertemu," kata Mas Heli.
Baca Juga: Waspada Bahaya Tersembunyi di Balik Masifnya Proyek Vila di Lereng Pegunungan Kota Batu
Peduli buruh migran
Menurut pandangan Heli, salah satu kekuatan utama Sufmi Dasco Ahmad adalah gaya komunikasinya yang tenang namun tetap berwibawa.
Di mata kader di daerah, Dasco dikenal sebagai politisi yang memiliki rekam jejak kebijakan yang berdampak langsung bagi masyarakat luas, melampaui sekat-sekat kepentingan partai politik semata.
Salah satu bukti nyata yang disoroti Heli adalah keterlibatan aktif Dasco dalam isu-isu kemanusiaan, khususnya terkait perlindungan warga negara Indonesia di luar negeri.
Kepedulian Dasco terhadap nasib pekerja migran menunjukkan sisi empati yang kuat di balik profilnya sebagai politisi senior.
“Banyak persoalan yang luput dari fokus. Tgapi Pak Dasco hadir serta berperan aktif, seperti dalam isu kemanusiaan buruh migran."
Lebih lanjut, Heli menilai bahwa Dasco memiliki kapasitas untuk diterima oleh berbagai kekuatan politik, baik yang berada di dalam koalisi pemerintahan maupun di luar pemerintahan.
Hal ini dianggap sebagai modal penting bagi bangsa Indonesia untuk meminimalisir polarisasi yang seringkali muncul pasca-kontestasi politik.
“Pak Dasco bisa diterima oleh semua kalangan dan semua partai. Hubungannya dengan elite politik lain sangat baik."
Disiplin dan Mentorship dari Hambalang
Pengalaman yang paling membekas bagi Heli Suyanto terjadi selama masa Pemilihan Presiden (Pilpres) lalu.
Sebagai pengurus daerah, ia merasakan langsung bagaimana komando dan arahan organisasi dijalankan dengan tingkat presisi yang tinggi.
Dasco, dalam kapasitasnya sebagai tokoh sentral partai, memberikan instruksi yang jelas namun penuh dengan nilai-nilai kedisiplinan.
“Nah dari sana saya melihat kedisiplinan, ketegasan, dan sikap perfeksionis beliau. Itu menjadi pelajaran penting bagi kader Gerindra di daerah,” ungkap Heli.
Nilai-nilai kepemimpinan ini tidak muncul secara instan. Heli menyebutkan bahwa pendidikan kader melalui kegiatan retret dan pembekalan di Hambalang menjadi kawah candradimuka bagi para kader Gerindra.
Dalam forum-forum tersebut, Dasco kerap menjadi pengisi materi yang menekankan pentingnya kerja cerdas dan loyalitas terhadap ideologi kebangsaan.
Bekal disiplin dan wawasan yang didapatkan dari Dasco dan tokoh senior lainnya seperti Ahmad Muzani serta Fadli Zon, kini diimplementasikan oleh Heli dalam menjalankan tugasnya sebagai Wakil Wali Kota Batu.
Ia percaya bahwa komunikasi politik yang terbuka adalah kunci dalam mengelola pemerintahan di tingkat lokal maupun nasional.
“Kita tak selalu mengetahui siapa lawan dan siapa kawan dalam politik. Tapi bila komunikasinya baik serta berpikiran positif, maka semua jalan bisa terbuka."
Berita Terkait
-
Waspada Bahaya Tersembunyi di Balik Masifnya Proyek Vila di Lereng Pegunungan Kota Batu
-
Lolos ke Babak 16 Besar, Asa Persikoba Naik ke Liga 3 Terbuka Lebar
-
Petasan Lukai Pemiliknya di Malang, Korban Sampai Harus Dioperasi
-
Uang Palsu Jelang Lebaran, Polres Batu Amankan Belasan Juta Rupiah
-
Waspada 5 Titik Macet di Kota Batu Saat Libur Lebaran, Jangan Sampai Terjebak
Terpopuler
- Pemerintah Tutup Ruang Pembentukan Provinsi Luwu Raya, Kemendagri: Ikuti Moratorium!
- Warga Sambeng Borobudur Pasang 200 Spanduk, Menolak Penambangan Tanah Urug
- Arya Iwantoro Anak Siapa? Ternyata Ayahnya Eks Sekjen Kementan yang Pernah Diperiksa KPK!
- Usut Kematian Nizam Syafei yang Disiksa Ibu Tiri, Video di Ponsel Korban akan Diperiksa
- 7 Skema Suami Dwi Sasetyaningtyas Kembalikan Dana Beasiswa LPDP
Pilihan
-
Debut Berujung Duka, Pemain Senegal Meninggal Dunia Usai Kolaps di Lapangan
-
Di Tengah Jalan Raya, Massa Polda DIY Gelar Salat Gaib Massal untuk Korban Represi Aparat
-
Massa Aksi di Depan Polda DIY Dibubarkan Paksa oleh Sekelompok Orang Berpakaian Sipil
-
5 Fakta Mencekam Demo di Mapolda DIY: Gerbang Roboh hingga Ledakan Misterius
-
Suasana Mencekam di Depan Polda DIY, Massa Berhamburan Usai Terdengar Ledakan
Terkini
-
Jadwal Imsakiyah Malang Rabu 25 Februari, Lengkap dengan Penjelasan Makan Setelah Imsak
-
CEK FAKTA: Anggaran MBG Ditransfer ke Rekening Orang Tua Rp 300 Ribu Per Bulan, Benarkah?
-
CEK FAKTA: Viral Video Kopi Saset Mengandung Obat Berbahaya, Benarkah?
-
Jadwal Buka Puasa Kota Malang Hari Ini, Lengkap dengan Pilihan Menu Sehat!
-
Jadwal Imsakiyah Kota Malang Selasa 24 Februari 2026, Jangan Terlambat Sahur!