- Sebuah rumah warga di Dusun Sumbul, Malang, meledak akibat produksi petasan ilegal pada Minggu malam, 24 Mei 2026.
- Ledakan tersebut mengakibatkan enam orang anggota keluarga terluka parah, termasuk seorang balita yang mengalami trauma mendalam.
- Polisi menyita 18 barang bukti dan meningkatkan patroli untuk mencegah perakitan petasan berbahaya di wilayah Kabupaten Malang.
SuaraMalang.id - Ledakan dahsyat menggelegar dari salah satu rumah warga di Dusun Sumbul, Desa Klampok, Singosari, Kabupaten Malang, Minggu (24/5/2026) malam.
Bukan serangan teror, melainkan karena racikan petasan rumahan yang meledak sebelum waktunya. Pascakejadian, Tim Jibom Den Gegana Satuan Brimob dan Bidang Laboratorium Forensik Polda Jatim segera diterjunkan ke lokasi.
Sterilisasi dilakukan dengan ketat untuk memastikan tidak ada sisa bahan peledak yang masih aktif. Hasil olah TKP mengungkap fakta mencengangkan.
Polisi menemukan setidaknya 18 barang bukti yang menguatkan dugaan adanya pabrik petasan skala rumahan di lokasi tersebut. Mulai dari selongsong kertas berisi residu serbuk mesiu, alat pemadat, sumbu petasan, hingga alat peracik manual.
"Seluruh barang bukti sedang diuji secara laboratoris untuk memastikan kandungannya," ungkap Kasi Humas Polres Malang, AKP Bambang Subinanjar, Rabu (27/5/2026).
Dampak dari ledakan ini sungguh memilukan. Enam orang anggota keluarga harus menanggung luka akibat ambisi meracik peledak di dalam rumah.
Syamsul Arifin (26) menjadi korban terparah dengan luka bakar mencapai 60 persen di sekujur tubuhnya. Saat ini, ia tengah berjuang melewati masa kritis di RSUD dr. Saiful Anwar.
Pemandangan yang menyesakkan dada juga terlihat pada lima korban lainnya, termasuk seorang balita berusia tiga tahun bernama Kenzi Alfaro.
Meski menderita luka ringan, trauma akibat ledakan yang menggetarkan rumah mereka tentu akan membekas lama di ingatan sang bocah.
Baca Juga: Wakil Ketua DPRD Malang Alayk Mubarok Viral usai Merokok Saat Sidang, Standar Etik Dipertanyakan
Tragedi di Singosari ini bukanlah insiden tunggal. Hanya sehari sebelumnya, tepatnya pada Sabtu (23/5/2026), sebuah ledakan serupa juga menghantam Desa Jenggolo, Kecamatan Kepanjen. Bedanya, kejadian di Kepanjen jauh lebih fatal. Satu orang berinisial S (48) tewas seketika di lokasi kejadian.
Rentetan kejadian ini menunjukkan adanya fenomena berbahaya di wilayah Kabupaten Malang, di mana warga nekad memproduksi petasan secara ilegal meski nyawa menjadi taruhannya.
Menyikapi musim ledakan ini, Polres Malang bergerak cepat dengan meningkatkan patroli keamanan di lingkungan warga. Polisi tak ingin ada lagi nyawa yang melayang sia-sia hanya demi kesenangan sesaat bermain petasan.
"Kami mengimbau keras masyarakat agar tidak merakit atau menyimpan bahan petasan. Ini bukan sekadar permainan, ini sangat berbahaya dan berpotensi menimbulkan korban jiwa bagi orang-orang tercinta di sekitar kita," tegas AKP Bambang. (ANTARA)
Berita Terkait
-
Wakil Ketua DPRD Malang Alayk Mubarok Viral usai Merokok Saat Sidang, Standar Etik Dipertanyakan
-
Teror Pocong Begal Hantui Malang Raya: Polisi Beri Peringatan Keras
-
Tanpa Gedung Tapi Moncer: KDMP Senggreng Raup Omzet Puluhan Juta Modal di Teras Desa
-
Arema FC vs PSIM: Misi Singo Edan Segel Kemenangan Ketiga Beruntun
Terpopuler
- Menteri Agama RI Nasaruddin Umar Disebut Mengundurkan Diri
- Partai Kaesang Tutup Pintu Rapat untuk Ketum Projo: Tempat Budi Arie Bukan di PSI
- Desil Tak Akurat Bisa Bikin Warga Kehilangan Hak Bansos!
- Dilaporkan ke Bareskrim Polri, Gus Lilur Tantang 4 Tokoh NU Ngaji Kitab Kuning Saat Muktamar
- Apa Sunscreen Terbaik untuk Flek Hitam pada Usia 50 Tahun? Ini 7 Rekomendasi sesuai Review
Pilihan
-
Dua Sepeda Motor yang Dibakar Massa di Pos Polisi Pejompongan Diduga Milik Intel
-
Sepeda Motor Dibakar Dekat Pos Polisi Pejompongan, Bentrok Pecah
-
Tolak MBG dan Kopdes, FMN: Anggaran Hanya Lari ke Prabowo dan Kroni-kroninya!
-
AMPB Pulang Usai Audiensi DPR, Relawan Ojol Curiga Ada Kesepakatan Transaksional
-
Kecewa Ditinggal Begitu Saja, Ojol Jakarta Murka Massa Pati Langsung Pulang Usai dari DPR
Terkini
-
Gunung Semeru Membara: Nasib 170 Pendaki di Ranu Kumbolo Akhirnya Terjawab
-
Koperasi Awards 2026: BRI Raih Bakti Koperasi Pradana Nayaka, Dukung Ekonomi Kerakyatan
-
Semeru Membara: Jalur Pendakian Ditutup Total, Pendaki Dievakuasi!
-
BRI Gelar Semarak Merah Putih di Sofifi Maluku Utara, UMKM Lokal Ikut Tumbuh
-
Wajah Baru Stasiun Malang 2026: Tak Lagi Sekadar Transit, Bakal Jadi Surga UMKM