SuaraMalang.id - Usai menjalani pelantikan di Jakarta dan agenda retret di Magelang, Wali Kota Malang Wahyu Hidayat dan Wakil Wali Kota Ali Muthohirin akan langsung fokus pada kerja nyata tanpa seremonial besar.
Hal ini disampaikan oleh Suryadi, juru bicara tim pemenangan Wahyu-Ali, yang menegaskan bahwa tidak ada agenda pawai kemenangan atau perayaan besar-besaran saat pasangan tersebut kembali ke Kota Malang.
"Kami menyambut mereka dengan sederhana. Tidak ada pawai atau acara besar karena waktunya berdekatan dengan Ramadan dan ada agenda pemerintahan lainnya," ujar Suryadi, Minggu (16/2/2025).
Menurutnya, masyarakat lebih menantikan realisasi program kerja daripada acara seremonial yang tidak berdampak langsung.
Suryadi juga menekankan bahwa pola pemerintahan harus lebih efisien, sebagaimana yang diterapkan oleh pemerintah pusat.
Oleh karena itu, Wahyu-Ali akan segera menyelaraskan visi dan misinya dengan program yang sudah dirancang oleh pemerintah pusat dan provinsi.
"Pemerintah pusat sudah mengefisiensi banyak hal, sehingga kita di daerah juga harus menyesuaikan. Visi dan misi kepala daerah harus diwujudkan, bukan sekadar menjalankan program yang sudah ada," jelasnya.
Lima Program Unggulan Wahyu-Ali
Selama lima tahun ke depan, Wahyu-Ali telah menyiapkan lima program unggulan yang akan direalisasikan secara bertahap, yaitu:
Baca Juga: Nonton Bareng Putusan MK, Wahyu Hidayat Bersorak Haru Menangkan Pilkada Malang
- Bantuan Rp 50 juta per RT untuk pemberdayaan masyarakat.
- 1.000 acara di Kota Malang guna mendukung UMKM dan usaha kerakyatan.
- Program beasiswa bagi pelajar berprestasi dan kurang mampu.
- Seragam sekolah gratis untuk siswa SD dan SMP.
- Penanganan banjir dan kemacetan sebagai prioritas infrastruktur kota.
"Kami akan menyesuaikan dengan kondisi yang ada, serta memastikan bahwa program ini tetap selaras dengan kebijakan pemerintah pusat," kata Suryadi.
Sebagai anggota DPRD Kota Malang, Suryadi memastikan bahwa pihak legislatif akan mengawal penuh program-program unggulan Wahyu-Ali.
Selain itu, jajaran pejabat Kota Malang juga telah melakukan pertemuan awal untuk menyelaraskan program kerja agar implementasinya berjalan lancar.
"Kami sudah duduk bersama untuk memastikan ada keselarasan sejak awal. Ini penting agar program bisa direalisasikan tanpa hambatan," pungkasnya.
Kontributor : Elizabeth Yati
Berita Terkait
-
Nonton Bareng Putusan MK, Wahyu Hidayat Bersorak Haru Menangkan Pilkada Malang
-
Seragam Gratis dan Ngombe Lanjut! Janji Walikota Malang Terpilih di Depan Warga Bumiayu
-
PDIP Bersih-Bersih! Jokowi Cs Dipecat, Termasuk Eks Cabub Malang Abah Gun
-
Relawan GUS Lanjut Lapor ke DKPP dan Bawaslu RI, Ada Apa dengan Pilkada Malang?
-
Hanya 60 Persen, Partisipasi Pilbup Malang 2024 Merosot
Terpopuler
- Jaksa Skakmat Nadiem: Mau Putus Konflik Kepentingan, Kok Saham Gojek Tak Dijual?
- Anaknya Terlibat di Program MBG, Wamenaker Afriansyah Noor Beri Penjelasan Usai Namanya Terseret
- Resmi! Chatib Basri Dapat Jabatan Baru Hari Ini
- Tak Terima Ditahan KPK, Titin Rita Lestari Bongkar Peran Atasan di Kasus Suap BPK Muara Enim
- Indonesia Sudah Capek! Mahasiswa UI Serukan Demo di Bundaran HI, Tuntut Prabowo Akui Kesalahan
Pilihan
-
Prediksi Meksiko vs Afrika Selatan: Head to Head, Susunan Pemain dan Fakta Menarik
-
Rekor Gila ARMY Indonesia! Belum Genap Sejam, Ratusan Ribu Tiket Konser OT7 BTS Ludes Tanpa Sisa
-
PTBA Kembangkan 500 Itik Petelur di Muara Enim, Hasilkan 200 Telur Omega per Hari
-
Raffi Ahmad Terseret Kasus Suap Impor, Padahal Cuma Basa-basi Titip Barang ke PT Blueray
-
Haji Bolot Dikabarkan Terkena Serangan Jantung, Posisi Masih di Rumah Sakit
Terkini
-
Kardus di Kebun Tebu: Bayi Berjaket Merah Ditemukan Tak Bernyawa di Malang
-
Tantangan Menembus Alam: Ikhtiar Kabupaten Malang Merdeka dari Zona Buta Sinyal
-
Demi KDMP, 21 Lahan Hijau di Kota Malang Terancam Alih Fungsi
-
Berawal dari Curhat Talent di Medsos, YouTuber Gus Idris Jadi Tersangka Pelecehan Seksual
-
Mukjizat di Jurang: Drama 7 Hari Penyelamatan Cakra dari Jalur Maut Semeru