-
Polisi pastikan belum ada penimbunan bahan pangan jelang Lebaran Malang.
-
Pemkot Malang lakukan operasi pasar untuk menjaga stabilitas harga.
-
Pemantauan dilakukan dari petani hingga distribusi pasar kota Malang.
SuaraMalang.id - Menjelang Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriah/2026, kabar mengenai potensi kelangkaan bahan pokok mulai menjadi perhatian masyarakat.
Namun, hingga saat ini aparat kepolisian memastikan belum menemukan indikasi praktik penimbunan bahan pangan jelang Lebaran di wilayah Kota Malang, Jawa Timur (Jatim).
Polres Malang Kota menyatakan bahwa hasil pemantauan yang dilakukan selama bulan Ramadhan tidak menemukan adanya aktivitas yang mengarah pada penimbunan bahan pangan jelang Lebaran.
Aparat kepolisian terus melakukan penelusuran di berbagai titik distribusi untuk memastikan ketersediaan bahan pokok tetap aman bagi masyarakat.
Kapolresta Malang Kota, AKBP Putu Kholis Aryana, mengatakan pihaknya bergerak aktif memantau kondisi pasar guna mencegah praktik penimbunan bahan pangan jelang Lebaran serta potensi kecurangan lain yang dapat merugikan masyarakat.
“Sejauh ini kami sudah melakukan beberapa penelusuran tapi belum ada (temuan) kecurangan atau perbuatan yang mengarah pada proses pidana,” kata Putu, Rabu (11/3/2026).
Menurut Putu, pihak kepolisian melakukan pemantauan mulai dari tingkat distributor hingga pengecer di pasar. Langkah ini dilakukan untuk mengetahui kondisi ketersediaan barang serta pergerakan harga komoditas pangan selama Ramadhan.
Selain itu, koordinasi dengan Pemerintah Kota Malang juga terus dilakukan untuk memastikan stabilitas harga tetap terjaga. Aparat menyatakan siap mengambil langkah hukum apabila ditemukan indikasi pelanggaran distribusi bahan pokok.
“Pak Wali Kota sudah mengintervensi dalam bentuk operasi pasar atau pasar murah,” ujarnya.
Sementara itu, Wali Kota Malang, Wahyu Hidayat, menyebut potensi kenaikan harga bahan pokok memang menjadi perhatian utama pemerintah daerah menjelang Lebaran.
Pemerintah Kota Malang bersama berbagai pihak terkait terus memantau situasi pasar agar tidak terjadi lonjakan harga yang signifikan.
Pemkot Malang saat ini juga melakukan pembahasan bersama Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) Kota Malang dan Satgas Pangan Polresta Malang Kota. Langkah ini dilakukan untuk memastikan kestabilan berbagai komoditas pangan menjelang Idul Fitri.
“Kami bersama-sama memikirkan agar tidak ada permainan. Tentu, tidak ada yang menginginkan terjadi kenaikan harga pangan apalagi nilainya signifikan menjelang hari raya,” ujar Wahyu.
Ia menjelaskan pengendalian harga dilakukan dari sisi hulu hingga hilir. Artinya, pemerintah memantau kondisi mulai dari tingkat produsen hingga distribusi ke pedagang dan konsumen di pasar.
Sebagai contoh, ketika harga cabai rawit sempat meningkat dan memicu inflasi sebesar 0,74 persen pada Februari 2026, pemerintah daerah langsung melakukan pemantauan ke lapangan. Tim terkait mengecek kondisi panen petani serta jalur distribusi komoditas tersebut.
Berita Terkait
-
Dua Ruangan RSSA Malang Terbakar, Api Padam dalam 1,5 Jam
-
Harga Bahan Pokok Naik, Perlukah Nominal Bansos Dinaikkan? Begini Jawaban Gus Ipul
-
ID FOOD Luncurkan Warung Pangan, Perkuat Distribusi dan Pangkas Rantai Pasok Bahan Pokok
-
Daftar Harga Pangan Hari Ini: Hampir Semua Komoditas Kompak Meroket!
-
Pecinan Kota Malang dan Luka Panjang Etnis Tionghoa Pasca G30S
Terpopuler
- Kenapa Maudy Ayunda Disebut Tak Napak Tanah? Ini Kronologinya
- Menteri Keuangan Purbaya Diganti Hari Ini? Wakilnya Sudah ke Istana Pakai Jas
- 3 Rekomendasi Helm Half Face Rp200 Ribuan yang Paling Dicari Bikers, Nyaman Buat Harian
- Resmi! Menkeu Purbaya Dicopot, Diganti Suahasil Nazara
- Defisit APBN 'Cuma' 0,91 Persen, Purbaya Khawatir Kementerian-Lembaga Minta Anggaran Tambahan
Pilihan
-
Pejabat Kantor Pertanahan Terjaring OTT KPK di Jakarta dan Bogor
-
Dilantik Jadi Menkeu, Suahasil Akui Tak Berkomunikasi Dengan Purbaya
-
Purbaya Diganti, Nilai Tukar Rupiah Langsung Loyo ke Level Rp17.699
-
Resmi! Menkeu Purbaya Dicopot, Diganti Suahasil Nazara
-
Ada Pelantikan di Istana Sore Ini, Pratikno Ngaku Dapat Undangan Mendadak
Terkini
-
Dedikasi Mantri BRI Dewi Natalia, 15 Tahun Gerakkan Ekonomi Pedagang Lampung
-
Holding UMi 5 Tahun, dari Akses Menuju Kesejahteraan
-
Audiensi Berujung Ricuh: Anggota DPRD Malang Masuk RS Usai Diseruduk Warga
-
Mudahkan Transaksi dan Remitansi PMI, BRImo Taiwan Raih Anugerah Inovasi Indonesia 2026
-
Insiden Kampus UB Malang: Mahasiswa FK Jatuh dari Lantai Enam, Polisi Telusuri Motif