-
Polresta Malang terapkan pembatasan truk untuk kelancaran mudik Lebaran 2026.
-
Pengawasan perbatasan kota diperketat selama arus mudik dan balik.
-
Pos pelayanan dan pengamanan disiapkan di titik strategis Kota Malang.
SuaraMalang.id - Jajaran Polresta Malang mulai menyiapkan strategi khusus menghadapi lonjakan kendaraan saat musim mudik. Salah satu langkah yang akan diterapkan adalah pembatasan angkutan barang di wilayah perbatasan kota jelang arus mudik Lebaran 2026.
Kebijakan pembatasan angkutan barang tersebut akan dilaksanakan oleh Polresta Malang Kota selama periode arus mudik dan arus balik Lebaran 2026 yang berlangsung mulai 13 hingga 29 Maret 2026. Langkah ini dilakukan untuk menjaga kelancaran perjalanan masyarakat serta meminimalkan potensi kemacetan di jalur utama.
Kasat Lantas Polresta Malang Kota, AKP Rio Angga Prasetyo, mengatakan penerapan teknis pembatasan angkutan barang akan mengikuti aturan resmi pemerintah melalui Surat Keputusan Bersama (SKB) terkait pengaturan lalu lintas selama arus mudik dan arus balik Lebaran.
SKB tersebut ditandatangani oleh Kementerian Perhubungan, Kementerian Pekerjaan Umum, serta Korlantas Polri sebagai pedoman pengaturan kendaraan, termasuk kendaraan berat, selama masa mudik.
"Yang pasti nanti menyesuaikan dengan SKB itu dan kami terapkan ini. Sebelum (kendaraan) itu masuk kami akan melakukan pembatasan dulu di batas kota," kata Rio, Selasa (10/3/2026).
Dalam pelaksanaannya, kepolisian tidak menutup kemungkinan akan memasang penghalang fisik atau barrier di jalur perbatasan untuk memudahkan proses pengawasan kendaraan besar.
"Kalau kendaraan besar setelah diberikan barier tidak mungkin bisa lewat," ucapnya.
Kebijakan pembatasan truk Lebaran 2026 ini akan diberlakukan baik di jalan tol maupun jalan arteri yang menghubungkan Kota Malang dengan daerah lain.
Langkah tersebut dilakukan guna melindungi keselamatan pengguna jalan sekaligus menciptakan perjalanan mudik yang lebih aman dan nyaman bagi masyarakat.
Selain pengawasan di perbatasan, kepolisian juga menyiapkan strategi pengamanan di dalam kota guna mengantisipasi potensi kepadatan lalu lintas selama periode arus mudik 2026.
Polisi akan mendirikan sejumlah pos pengamanan dan pelayanan yang tersebar di beberapa titik strategis. Pos pelayanan utama ditempatkan di kawasan Stasiun Malang Kota Baru yang diperkirakan menjadi pusat mobilitas pemudik.
Sementara itu, tiga pos pengamanan mudik lainnya akan ditempatkan di Jembatan Universitas Brawijaya yang menjadi akses menuju Kota Batu, Exit Tol Madyopuro, serta kawasan Alun-Alun Merdeka Malang.
Keberadaan pos-pos tersebut diharapkan dapat memberikan pelayanan bagi masyarakat yang melakukan perjalanan selama musim mudik.
"Insya Allah nanti apa-apa saja yang bisa menjadi kebutuhan masyarakat," tuturnya.
Dengan pengawasan ketat di jalur masuk kota, aparat berharap kebijakan pembatasan angkutan barang mampu membantu mengurai kepadatan kendaraan serta mendukung kelancaran arus mudik dan arus balik Lebaran 2026 di wilayah Malang. (Antara)
Berita Terkait
-
Terdampak Karhutla, Wisata Gunung Bromo Ditutup Total
-
Pemkot Malang Siap Hentikan MBG, Bagaimana Kebenarannya?
-
Dua Ruangan RSSA Malang Terbakar, Api Padam dalam 1,5 Jam
-
Modus Permen! Gummy Ganja Asal Inggris Dipesan Warga Bekasi 4 Kali Lewat Website
-
KKN-MAs Kelompok 19 Kenalkan Dimsum Lele untuk PMT Balita di Puthukrejo
Terpopuler
- Kenapa Maudy Ayunda Disebut Tak Napak Tanah? Ini Kronologinya
- Menteri Keuangan Purbaya Diganti Hari Ini? Wakilnya Sudah ke Istana Pakai Jas
- 3 Rekomendasi Helm Half Face Rp200 Ribuan yang Paling Dicari Bikers, Nyaman Buat Harian
- Resmi! Menkeu Purbaya Dicopot, Diganti Suahasil Nazara
- Defisit APBN 'Cuma' 0,91 Persen, Purbaya Khawatir Kementerian-Lembaga Minta Anggaran Tambahan
Pilihan
-
Pejabat Kantor Pertanahan Terjaring OTT KPK di Jakarta dan Bogor
-
Dilantik Jadi Menkeu, Suahasil Akui Tak Berkomunikasi Dengan Purbaya
-
Purbaya Diganti, Nilai Tukar Rupiah Langsung Loyo ke Level Rp17.699
-
Resmi! Menkeu Purbaya Dicopot, Diganti Suahasil Nazara
-
Ada Pelantikan di Istana Sore Ini, Pratikno Ngaku Dapat Undangan Mendadak
Terkini
-
Dedikasi Mantri BRI Dewi Natalia, 15 Tahun Gerakkan Ekonomi Pedagang Lampung
-
Holding UMi 5 Tahun, dari Akses Menuju Kesejahteraan
-
Audiensi Berujung Ricuh: Anggota DPRD Malang Masuk RS Usai Diseruduk Warga
-
Mudahkan Transaksi dan Remitansi PMI, BRImo Taiwan Raih Anugerah Inovasi Indonesia 2026
-
Insiden Kampus UB Malang: Mahasiswa FK Jatuh dari Lantai Enam, Polisi Telusuri Motif