SuaraMalang.id - Kecelakaan maut kembali terjadi di Tol Pandaan-Malang, Sabtu (15/2/2025) pagi. Insiden tragis ini menelan satu korban jiwa setelah mobil Toyota Avanza yang dikemudikan Kelvin Williams (asal Kelurahan Lontar, Kecamatan Sambikerep, Surabaya) menabrak bagian belakang truk box Hino di KM 75/A.
Menurut keterangan Kasat Patroli Jalan Raya (PJR) Ditlantas Polda Jawa Timur, AKBP Hendrix Kusuma Wardhana, kecelakaan terjadi sekitar pukul 07.00 WIB.
Mobil Toyota Avanza nopol B 2084 BKQ melaju dari arah Surabaya ke Malang dengan kecepatan sedang.
Namun, sesampainya di KM 75/A, mobil tersebut mendadak menabrak bagian belakang truk Hino nopol AG 9766 UT yang dikemudikan Muntono (asal Kabupaten Grobogan).
Akibat benturan keras, bagian depan mobil Avanza mengalami ringsek parah, sementara bemper belakang kanan truk Hino penyok.
"Korban dinyatakan meninggal dunia di lokasi kejadian setelah mobilnya menabrak bagian belakang truk," ungkap AKBP Hendrix.
Setelah tabrakan terjadi, posisi akhir Avanza terhenti di lajur cepat, sedangkan truk Hino berada di bahu jalan.
Penanganan Kecelakaan
Petugas kepolisian bersama pengelola Tol Pandaan-Malang segera mendatangi lokasi kejadian untuk melakukan evakuasi korban dan pengaturan arus lalu lintas.
Baca Juga: Mahasiswa Tulungagung Tewas Tertabrak Pikap di Malang, Sempat Dikira Tabrak Lari
"Korban telah dievakuasi dan kendaraan yang terlibat kecelakaan juga sudah diamankan. Saat ini kasus dalam penanganan Satlantas Polres Malang," tambah Hendrix.
Insiden ini juga sempat viral di media sosial, di mana dalam video amatir terlihat petugas kepolisian tengah melakukan olah TKP dan mengatur lalu lintas di lokasi kejadian.
Penyelidikan Lebih Lanjut
Hingga saat ini, kepolisian masih melakukan serangkaian penyelidikan untuk mengungkap penyebab pasti kecelakaan.
Termasuk menghimpun keterangan saksi dan mengecek kemungkinan adanya faktor kelalaian atau kondisi jalan yang berkontribusi terhadap insiden ini.
Kontributor : Elizabeth Yati
Berita Terkait
-
Mahasiswa Tulungagung Tewas Tertabrak Pikap di Malang, Sempat Dikira Tabrak Lari
-
Update Kecelakaan Bus Rombongan SMA Negeri 1 Porong Sidoarjo: Satu Orang Dirawat di ICU RSSA
-
Daftar Korban Tewas dan Luka dalam Kecelakaan Maut Tol Pandaan-Malang
-
Batu Perketat Pengawasan Bus Wisata, Antisipasi Tragedi Rem Blong Terulang
-
Bos Perusahan Bus di Kecelakaan Maut Kota Batu Terancam 12 Tahun Penjara
Terpopuler
- Wabup Syaefudin Ditahan karena Kasus Korupsi, Bupati Lucky Hakim Minta Maaf ke Pemilih
- Dingatkan Teddy Segera Akhiri Pidato, Prabowo: Letkol Ngatur Presiden
- Ajudan Gubernur Kaltim Masuk Desil 1 DTSEN, Mensos Buka Suara
- 4 Sunscreen Wardah untuk Flek Hitam Usia 40 Tahun ke Atas
- Tak Masuk Skuad Utama Persija, Kualitas Shayne Pattynama di Bawah Standar Shin Tae-yong
Pilihan
-
Prabowo Tak Takut Ancaman MSCI, OJK: Kita Tetap Usaha Jadi Emerging Market
-
Pasar Bergejolak, Kapan Waktunya Beli, Tahan, atau Jual Saham?
-
Aktivis Greenpeace: Kalau Rakyat Menanggung Semua Krisis Sendiri, Apa Kerja Pemerintah?
-
Polisi Bunuh Polisi karena Bully, Bharatu Valdo 4 Kali Didor dan Digorok Junior
-
Kamaruddin Simanjuntak Pengacara Brigadir J Meninggal Dunia di RS Pelni
Terkini
-
Buntut Dibantai Persija 1-5, Arema FC Resmi Depak Marcos Santos
-
BRI Raih Apresiasi Menaker Atas Program Magang Nasional yang Terstruktur
-
Kongkalikong Kepala Unit, Mantri, hingga Perangkat Desa Bobol Bank BUMN di Kepanjen Rp2,7 Miliar
-
BRI Siapkkan Rp1 Triliun untuk Buyback Saham Tahap II, Ini Tujuannya
-
Modal Rp25 Juta Beli 5 Kg Ganja di Medsos, Petani Asal Malang Diciduk Polisi