- Pemerintah Kota Malang mengusulkan 21 bidang aset lahan untuk pembangunan program Koperasi Desa Merah Putih oleh Agrinas.
- Rencana pembangunan terkendala status lahan sebagai Ruang Terbuka Hijau dan Lahan Sawah Dilindungi dalam tata ruang wilayah.
- BKAD Kota Malang menunggu keputusan perubahan peruntukan lahan dari Kementerian ATR/BPN guna menghindari implikasi hukum di kemudian hari.
SuaraMalang.id - Sebanyak 21 bidang aset Pemerintah Kota Malan kini berada di bawah radar pembangunan. Masalahnya, sebagian besar lahan tersebut bukan sekadar tanah kosong, melainkan Ruang Terbuka Hijau (RTH) dan Lahan Sawah Dilindungi (LSD).
Lahan-lahan kritis ini diusulkan untuk menjadi lokasi pembangunan Koperasi Desa Merah Putih, sebuah program nasional ambisius yang menggandeng unsur TNI melalui pelaksana Agrinas.
Namun, sebelum fondasi pertama diletakkan, sebuah ganjalan hukum besar berdiri di depannya yakni status lahan kawasan lindung.
Kepala Badan Keuangan dan Aset Daerah (BKAD) Kota Malang, Subkhan, menyatakan bahwa pihaknya tidak berani melangkah tanpa payung hukum yang jelas.
Mengingat lahan yang diusulkan berstatus lindung dalam Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW), perubahan peruntukan adalah harga mati yang harus disetujui oleh Kementerian ATR/BPN.
"Kalau tidak ada izin dari ATR/BPN, kita tidak berani karena itu bisa berimplikasi hukum," tegas Subkhan, Rabu (10/6/2026) dikutip dari beritajatim.com--jaringan Suara.com.
Hingga saat ini, usulan yang sebenarnya sudah diajukan sejak tahun 2025 itu masih tertahan di meja evaluasi kementerian.
Subkhan sendiri mengakui posisi BKAD yang berada di posisi sulit. Sebagai pengelola aset, pihaknya hanya menjalankan fungsi administratif, sementara penentu kebijakan ekologis berada di tangan kementerian lain seperti Kementerian Lingkungan Hidup dan Pekerjaan Umum (PU).
"Kami di BKAD hanya mencatat aset dan statusnya. Kalau bisa tanpa menggunakan aset RTH, itu justru lebih baik supaya ruang hijau tetap terjaga," ungkapnya.
Baca Juga: Berawal dari Curhat Talent di Medsos, YouTuber Gus Idris Jadi Tersangka Pelecehan Seksual
Berita Terkait
-
Berawal dari Curhat Talent di Medsos, YouTuber Gus Idris Jadi Tersangka Pelecehan Seksual
-
Mukjizat di Jurang: Drama 7 Hari Penyelamatan Cakra dari Jalur Maut Semeru
-
Logo Singa Serupa Milik Arema FC Didaftarkan ke DJKI oleh Sejumlah Pihak, Manajemen Klub Keberatan
-
Bertaruh Nyawa di Kedalaman 375 Meter: Drama Penyelamatan Cakra di Jurang Semeru
Terpopuler
- 5 Moisturizer yang Cocok untuk Kulit Kering dan Kusam di Usia 40 Tahun ke Atas
- 4 HP Kamera 200 MP Under Rp5 Juta untuk Foto dan Video Kualitas Tinggi
- 5 Lipstik Wardah yang Tahan Lama Saat Hujan dan Tidak Mudah Luntur Saat Makan
- 3 Sepatu Lari Lokal untuk Full Marathon, Ini Spesifikasi dan Harganya
- Sering Dijual Lebih Murah, Apakah Sepatu di Sports Station Ori?
Pilihan
-
Resmi, MA Putuskan Suket Penyetaraan Ijazah Gibran Tidak Sah
-
Kembangkan AURA, Suara.com Raih AMSI Awards 2026 di Bidang Inovasi Produk dan Pemanfaatan AI
-
Salib Merah Besar ala Film 'Pesta Babi' Hiasi Demo Mahasiswa di Dukuh Atas, Ini Maknanya
-
Tertahan di Gedung UOB, Ketegangan Pecah Saat Mahasiswa Ngotot Tembus Bundaran HI
-
Lepas Jaket Almamater, Mahasiswa Melebur dalam Aksi di Bundaran HI
Terkini
-
Raih Empat Penghargaan Pada 2026, BRI Bukukan Laba Rp31,2 Triliun
-
Rencana Rusuh Demo di Balai Kota Malang Digagalkan, 12 Penyusup Bawa Molotov & Positif Narkoba
-
Kakek Pembuang Puntung Rokok Jadi Tersangka Kebakaran TPA Supit Urang
-
Emil Dardak Turun Tangan! Akankah Bus Transjatim Akhirnya Tembus Terminal Arjosari?
-
Bantai Landak Jawa Pakai Senapan Modifikasi, Dua Pemburu Liar Diciduk di Hutan Malang