- Tim SAR gabungan berhasil mengevakuasi pendaki bernama Ananda Cakra Bhirawa dari jurang sedalam 375 meter di Gunung Semeru.
- Korban terjatuh ke jurang setelah nekat mendaki melalui jalur ilegal di Desa Mulyoasri sejak Sabtu, 30 Mei 2026.
- Proses penyelamatan selama sepekan berakhir Jumat, 5 Juni 2026, dengan hasil korban selamat meski mengalami cedera patah kaki.
SuaraMalang.id - Ananda Cakra Bhirawa (18), baru saja berhasil dievakuasi dari jurang Gunung Semeru sedalam kurang lebih 375 meter.
Keberhasilan tim SAR gabungan mengangkat Cakra dari dasar jurang pada Jumat (5/6/2026) mengakhiri drama pencarian selama satu pekan yang menguras emosi, tenaga, dan keberanian.
Petaka ini bermula pada Sabtu (30/5/2026). Cakra bersama dua rekannya memutuskan untuk mendaki Semeru melalui Jalur Purbakala di Desa Mulyoasri, Kecamatan Ampelgading. Jalur ini bukanlah akses resmi.
Kasihumas Polres Malang, AKP Bambang Subinajar, mengungkap para pemuda ini sebenarnya sudah diperingatkan.
"Sebelum berangkat, mereka sudah diingatkan soal medan yang sulit dan berbahaya. Namun, jiwa muda yang nekat membuat mereka tetap melanjutkan perjalanan," ujar AKP Bambang, Sabtu (6/6/2026) dikutip dari beritajatim.com--jaringan Suara.com.
Keputusan itu dibayar mahal. Di tengah perjalanan, Cakra kehilangan pijakan dan terperosok ke dalam palung jurang yang sangat dalam. Dua rekannya hanya bisa terpaku, sebelum akhirnya mencari bantuan setelah sempat kehilangan kontak selama beberapa hari.
Titik koordinat terakhir yang dikirim Cakra sebelum ponselnya mati menjadi seutas harapan bagi tim penyelamat. Basarnas, PMI, relawan Sibat, hingga personel Polsek Ampelgading bergerak dalam satu komando. Namun, medan di depannya adalah mimpi buruk bagi penyelamat mana pun.
Untuk mencapai titik korban, tim harus berjalan kaki berjam-jam menembus hutan lebat dan tebing curam.
"Evakuasi tidak bisa dilakukan terburu-buru. Kami menggunakan sistem tali (vertical rescue) untuk mengangkat korban dari dasar jurang secara bertahap," jelas Bambang.
Baca Juga: Logo Singa Serupa Milik Arema FC Didaftarkan ke DJKI oleh Sejumlah Pihak, Manajemen Klub Keberatan
Dua rekan Cakra berhasil dievakuasi lebih awal dalam kondisi selamat. Namun, Cakra adalah tantangan berbeda. Ia tergeletak di dasar jurang dengan luka patah kaki, menahan sakit dan dinginnya gunung selama berhari-hari.
Puncak perjuangan terjadi pada Jumat pagi. Dengan penuh ketelitian, tim teknis menyusun sistem katrol dan tali. Perlahan tapi pasti, tandu yang membawa Cakra ditarik ke atas, melawan gravitasi dan tajamnya bebatuan jelaga Semeru.
Saat tandu mencapai bibir jurang di Pos Tamanbali, desah napas lega terdengar dari para relawan. Meski kakinya patah dan tubuhnya lemas, Cakra masih bernapas. Ia langsung dilarikan ke rumah sakit untuk mendapatkan perawatan medis lanjutan.
Keberhasilan operasi ini adalah sebuah mukjizat, namun polisi tak ingin ada "Cakra" berikutnya. Jalur ilegal bukan hanya mengancam nyawa pendaki, tapi juga mempertaruhkan nyawa puluhan petugas yang harus melakukan evakuasi di medan ekstrem.
"Kami memohon dengan sangat, gunakanlah jalur resmi. Jangan pernah menantang risiko di jalur ilegal. Alam tidak memberikan ruang untuk kesalahan sekecil apa pun," pungkas AKP Bambang.
Berita Terkait
-
Logo Singa Serupa Milik Arema FC Didaftarkan ke DJKI oleh Sejumlah Pihak, Manajemen Klub Keberatan
-
Bertaruh Nyawa di Kedalaman 375 Meter: Drama Penyelamatan Cakra di Jurang Semeru
-
22 SPPG di Malang Disegel Gara-gara Urusan Limbah
-
Hanya Selangkah dari Rumah: Dua Jemaah Haji Malang Wafat Saat Tiba di Tanah Air
Terpopuler
- Bedak Wardah Apa yang Cocok untuk Usia 40 Tahun? Ini 5 Rekomendasi Terbaik agar Flawless dan Fresh
- Tak Lagi Disamping Prabowo, Kursi Wapres Gibran Geser Sejajar Menteri di Sidang Kabinet
- 7 Statistik Miris Argentina Saat Dipecundangi Spanyol di Final Piala Dunia 2026
- Persib dan Persija Dikabarkan Tak Lolos IPO di Bursa Efek Indonesia
- Perbedaan Eau De Parfum dan Eau De Toilette, Mana yang Sesuai Kebutuhanmu?
Pilihan
-
Laporkan Hotman Paris ke Polda Metro, PWI Ragukan Ketulusan Permohonan Maaf Sang Pengacara
-
Mendukung Working Mom Mengelola Keuangan Keluarga Lebih Efisien dengan AstraPay
-
Usai Nobar Final Piala Dunia, Bupati Lombok Barat Lalu Ahmad Zaini Kena OTT KPK
-
Menteri PU Dody Hanggodo Bakal Dicopot Agustus? 'Prabowo Tak Suka Menteri yang Bikin Gaduh'
-
Tersangka Don Ritto Dikawal Rantis Brimob saat Tiba di Kejagung, Emas hingga Brankas Ikut Dibawa
Terkini
-
BBRI Jadi Pilihan JPMorgan, Valuasi Murah dan Dividen Atraktif
-
Literasi Keuangan Jadi Kunci PERBANAS dan BRI Cegah Kejahatan Digital
-
Dikira Rehat Saat Cari Nafkah, Sopir Truk Tebu di Malang Ditemukan Meninggal dalam Kabin
-
Promo Cashback Hingga Diskon 35 % Ramaikan BRI Wellness Experience
-
BRI Taipei dan KDEI Perkuat Edukasi Keuangan Bagi Pekerja Migran Indonesia