- Seorang pendaki bernama Cakra terperosok ke jurang sedalam 375 meter di Kecamatan Ampelgading, Kabupaten Malang, pada 1 Juni 2026.
- Tim SAR Gabungan melakukan evakuasi teknis menggunakan metode slope rescue karena medan tebing yang ekstrem dan nyaris tegak lurus.
- Korban ditemukan melalui titik koordinat yang dikirimkan kepada keluarga sebelum akhirnya berhasil diselamatkan dengan bantuan tandu gulung khusus.
SuaraMalang.id - Di bawah bayang-bayang kemegahan Gunung Semeru, sebuah drama antara hidup dan mati terbentang. Cakra, seorang pendaki yang tengah meniti jalan di Kecamatan Ampelgading, Kabupaten Malang, harus mengalami mimpi buruk terperosok ke dalam jurang sedalam kurang lebih 375 meter.
Bukan sekadar kedalaman yang menjadi soal, namun medan yang nyaris tegak lurus dan minim pijakan membuat misi penyelamatan ini menjadi salah satu operasi paling menantang bagi Tim SAR Gabungan.
Kepala Kantor SAR Surabaya, Nanang Sigit, mengungkapkan bahwa timnya terpaksa memutar otak untuk mengevakuasi korban.
Pilihannya jatuh pada metode slope rescue. Ini bukan sekadar teknik menarik tali, melainkan sebuah prosedur presisi di medan miring yang menuntut ketelitian tinggi.
"Kemiringan medan sangat ekstrem. Dengan metode slope rescue, evakuasi bisa dilakukan secara bertahap dan lebih efisien, demi menjamin keselamatan korban maupun tim yang bertugas," ujar Nanang pada Jumat (5/6/2026).
Secara teknis, tubuh Cakra diletakkan dengan hati-hati di atas rolling stretcher atau tandu gulung. Seuntai tali yang dikendalikan penuh oleh tim ahli menjadi satu-satunya penyambung asa, memastikan tandu tersebut bergerak perlahan meniti tebing curam menuju titik aman.
Sebelum evakuasi fisik dimulai, tim medis SAR terlebih dahulu memberikan pertolongan pertama di dasar jurang. Cakra diduga mengalami dislokasi serius pada pergelangan kaki kanannya.
"Kaki survivor harus segera dibidai. Kami harus meminimalkan pergerakan agar pembengkakannya tidak semakin parah," tambah Nanang.
Keberadaan Cakra sendiri ditemukan berkat sebuah keajaiban teknologi. Sesaat setelah jatuh pada Senin (1/6/2026) pagi sekitar pukul 10.00 WIB, Cakra sempat mengirimkan titik koordinat lokasinya kepada pihak keluarga sebelum saluran komunikasinya benar-benar terputus.
Baca Juga: 22 SPPG di Malang Disegel Gara-gara Urusan Limbah
Berbekal titik koordinat itulah, ayah korban bersama warga setempat bergerak cepat melakukan pencarian awal, berkoordinasi dengan Koramil Tirtoyudo dan Ampelgading, hingga akhirnya Tim SAR Gabungan tiba untuk melakukan evakuasi teknis pada Selasa (2/6/2026).
Hingga kemarin, tim di lapangan masih terus berjuang melawan kontur tanah yang labil dan akses yang sangat terbatas. (ANTARA)
Berita Terkait
Terpopuler
- Kajian UGM: Durasi Pidato Prabowo Naik Tiga Kali Lipat, Ucapan Tidak Pantas Tercatat 311 Kali
- 3 Sepatu Puma Tanpa Tali yang Nyaman Buat Jalan, Bergaya hingga Lari
- Urutan Skincare Pagi Viva untuk Anti-Aging Usia 40 Tahun ke Atas, Rawat Kulit Awet Muda
- 5 HP OPPO Terbaru di Indonesia, dari Midrange Tangguh hingga Flagship Superior
- Buntut Panjang RI Pangkas Ekspor Gas, Bahlil Kini Ketakutan Impor Pertalite Distop Singapura
Pilihan
-
Salib Merah Besar ala Film 'Pesta Babi' Hiasi Demo Mahasiswa di Dukuh Atas, Ini Maknanya
-
Tertahan di Gedung UOB, Ketegangan Pecah Saat Mahasiswa Ngotot Tembus Bundaran HI
-
Lepas Jaket Almamater, Mahasiswa Melebur dalam Aksi di Bundaran HI
-
RM Soeharjo Djajengasmoro: Tokoh Penting Pemuda yang Didepak dari Kampus Sendiri karena Ijazah
-
'Partai Mahasiswa' Serbia Guncang Eropa! Kalahkan Rezim Lewat Pemilu
Terkini
-
Kakek Pembuang Puntung Rokok Jadi Tersangka Kebakaran TPA Supit Urang
-
Emil Dardak Turun Tangan! Akankah Bus Transjatim Akhirnya Tembus Terminal Arjosari?
-
Bantai Landak Jawa Pakai Senapan Modifikasi, Dua Pemburu Liar Diciduk di Hutan Malang
-
Optimistis Tumbuh Berkelanjutan, BRI Konsisten Perkuat Kepercayaan Lewat Buyback Saham
-
Buntut Dibantai Persija 1-5, Arema FC Resmi Depak Marcos Santos