SuaraMalang.id - Sejumlah kabar menarik menjadi sorotan kemarin, Jumat (25/03/2022). Mulai dari dunia sepakbola dimana Evan Dimas dikabarkan menemui bos Arema FC.
Arema memang tengah melakukan perburuan pemain meski kompetisi Liga 1 2021/2022 belum usai. Adalah sosok Presiden Arema FC, Gilang Widya Pramana atau dikenal sebagai Juragan99 yang diketahui baru saja bertemu dengan salah seorang agen pemain, yakni Muly Munial.
Muly adalah CEO Munial Sport Group yang merupakan agen pemain papan atas di Indonesia. Ia dikenal memiliki banyak pemain di level elite kompetisi sepak bola di Tanah Air.
Dari mulai striker Dimas Drajad, Hansamu Yama, Irfan Jauhari, Andik Vermansah, Reva Adi Utama hingga Evan Dimas Darmono.
"Terima kasih bro Juragan99 atas waktu dan diskusinya. Tetap semangat berbuat kebaikan dan mensupport Arema FC," ucap Muly, Kamis (24/3/2022).
Kemudian info lain soal bencana hidrometeorologi yang masih terjadi di sejumlah daerah. Di Situbondo Jawa Timur, hujan deras disertai angin kembali menerjang.
Akibatnya, pepohonan banyak yang bertumbangan. Bahkan pohon tumbang ada yang menimpa rumah warga hingga menyebabkan kerugian tidak sedikit.
Beruntung tidak ada korban jiwa dalam peristiwa ini. BPBD setempat mencatat setidaknya ada 14 titik lokasi pohon tumbang. Beberapa di antaranya tumbang di jalanan hingga menyebabkan akses jalan terganggu dan menimbulkan kemacetan.
Bencana lainnya terjadi di Banyuwangi. Hujan deras dengan durasi lama menyebabkan sungai di Kelurahan Pakis meluap. Akibatnya banjir menggenangi sawah, jalan dan permukiman warga setempat, Kamis (24/03/2022).
Baca Juga: Harga Minyak Goreng Curah di Situbondo Tembus Rp19.000 per Liter
Hingga hari berikutnya, banjir juga masih menggenangi rumah dan sawah warga. Banjir menyebabkan para petani di daerah itu terancam gagal panen tahun ini.
Berita lain soal kasus penganiayaan siswa SMP Lanjutan Advent di Pasuruan. Polisi kemarin telah memanggil 12 saksi dalam kasus tersebut yang mayoritas merupakan pelajar SMP.
Dalam kasus kekerasan tersebut, korban DL dan FG didampingi kedua orangtuanya telah membuat laporan ke kepolisian. Polisi segera memanggil 12 saksi yang mayoritas siswa serta kepala asrama.
Hal ini seperti disampaikan Kanit Tipikor Iptu Wachid S Arief. Ia mengatakan kalau para saksi ini juga melibatkan orangtua siswa, kepala asrama, serta direktur sekolahan.
"Saat ini kami sudah memanggil 12 saksi. Saksi tersebut yakni murid, korban, orang tua korban, Kepala Asrama, dan juga Direktur Sekolah," katanya seperti dikutip dari beritajatim.com jejaring media suara.com, Jumat (25/3/2022).
Tag
Berita Terkait
-
Harga Minyak Goreng Curah di Situbondo Tembus Rp19.000 per Liter
-
Liga 1 Musim Ini Belum Berakhir, Arema FC Sudah Buka Komunikasi dengan Calon Pemain Baru
-
Gaduh Munculnya Nama-nama Calon Pengganti Manajer Ad Interim Arema FC, Manajemen Akhirnya Buka Suara
-
Demo Tolak Penundaan Pemilu 2024, Singgung Era Jokowi Banyak Merugikan Masyarakat
-
Dea OnlyFans Diciduk di Rumah Indekos, Penjaga Sebut Baru Nginap 10 Hari
Terpopuler
- Dicukur Timnas Indonesia 5-1, Pemain Naturalisasi Kamboja Jadi Sasaran Kemarahan Fans
- 4 Serum Wardah untuk Mengecilkan Pori, Kulit Halus dan Mulus Bertahap
- Daftar Harga Motor Listrik dengan Subsidi Pemerintah, Ada yang Cuma Rp5 Jutaan!
- Nasib Berubah, Ini 4 Shio yang Panen Keberuntungan dan Rezeki pada 29 Juli 2026
- Siapa Ipda Ambarita? Ini Profil Polisi yang Viral Saat Pengamanan Bentrok Matraman
Pilihan
-
Kematian Sutrimo dan Rangkaian Kejanggalan yang Muncul dari Kampung Halaman
-
Pengintai Misterius dan CCTV Mendadak, Kejanggalan di Rumah Sutrimo
-
Banyak Air Galon Isi Ulang di Bangka Barat Belum Diuji, Amankah Dikonsumsi Setiap Hari?
-
Dicecar 23 Pertanyaan Penyidik KPK, Ini Kata Plt Bupati Sukoharjo
-
Cuma Sisa Rp200 Juta! Perampok Rp1,2 Miliar di Kalideres Diciduk Usai Habiskan 1 M Dalam 8 Hari
Terkini
-
Dukung Danantara Indonesia, BRI Perkuat Transformasi dan Bisnis Produktif
-
Inovasi di TPA Supit Urang: Saat Sampah Plastik Malang Disulap Jadi Solar Pembakar Mesin
-
Sinergi BRI dan KPP: Penyaluran KUR Perumahan Tembus Rp10,6 Triliun
-
Jutaan Batang Rokok Ilegal di Malang Disita: Modus Licin Terendus
-
Tak Main-Main! 16 SPPG di Malang Gagal Uji Higiene, Ada yang Sampai 4 Kali Revisi