- Gus Thuba dan organisasi Yakuza Maneges menyegel tiga pondok pesantren di Malang pada Sabtu malam, 13 Juni 2026.
- Polres Malang menangkap pengasuh pondok berinisial MR atas dugaan pelecehan seksual terhadap santriwati selama dua puluh tahun terakhir.
- Seluruh santri dipulangkan ke rumah masing-masing sementara terduga pelaku kini ditahan untuk menjalani proses hukum secara intensif.
SuaraMalang.id - Ratusan orang berseragam organisasi Yakuza Maneges memadati area tiga pondok pesantren di Desa Lumbangsari, Kecamatan Bululawang, Kabupaten Malang, mendadak mencekam pada Sabtu (13/6/2026) malam.
Kedatangan mereka yang dipimpin langsung oleh Gus Thuba, cucu ulama kharismatik Gus Miek Kediri, untuk mengakhiri sebuah praktik gelap yang bersembunyi di balik jubah agama.
Langkah tegas ini diambil menyusul penangkapan mengejutkan terhadap MR, pengasuh pondok tersebut, oleh Satuan Reserse PPA dan PPO Polres Malang. MR diduga kuat telah melakukan pelecehan seksual terhadap santriwatinya sendiri.
Ironisnya, dugaan tindakan asusila ini bukanlah kekhilafan sesaat. Berdasarkan investigasi tim hukum, MR ditengarai telah menjalankan aksi bejatnya selama dua dekade.
"Praktik ini ternyata sudah dilakukan terduga pelaku lebih dari 20 tahun. Ini sangat berbahaya karena sudah menjadi tabiat," ungkap Muhammad Zaki, Ketua Tim Hukum Yakuza Maneges dikutip dari beritajatim.com--jaringan Suara.com.
Zaki menegaskan bahwa penyegelan ini adalah bentuk peringatan keras bagi siapa pun yang mencoba menggunakan simbol-simbol suci sebagai tameng untuk perilaku menyimpang.
"Jangan pernah mengkamuflasekan tindakan tidak senonoh menggunakan jubah agama," tegasnya.
Sebelum aparat dan organisasi massa turun tangan, amarah warga Desa Lumbangsari dikabarkan sudah di ubung-ubung kepala.
Muncul informasi bahwa warga yang geram sempat berencana membakar bangunan pondok tersebut. Beruntung, tindakan cepat kepolisian mendinginkan suasana, meski ketegangan tetap terasa di udara.
Baca Juga: Sengkarut Data Alamat di Hari Pertama SPMB Malang 2026
Dua pondok putri dan satu pondok putra yang berada dalam satu kawasan itu kini sunyi senyap. Seluruh santri telah dipulangkan ke rumah masing-masing sebelum segel dipasang.
Bangunan-bangunan yang biasanya riuh dengan lantunan doa itu kini berdiri membisu, menjadi saksi bisu atas laporan pilu para santriwati.
Pihak Yakuza Maneges juga mendesak agar kepolisian tidak memberikan ruang sedikit pun bagi MR untuk menghirup udara bebas selama proses hukum. Pasalnya, MR disebut-sebut sebagai residivis dalam kasus serupa beberapa tahun silam.
"Kami akan mengawal kasus ini sampai P-21 (berkas lengkap). Kami berterima kasih atas respons cepat Polres Malang, dan kami pastikan kasus ini tidak akan berhenti di tengah jalan," lanjut Zaki.
Hingga saat ini, kondisi di lokasi terpantau sepi dengan garis pengaman dan tanda penyegelan yang mencolok. Sementara itu, MR telah mendekam di balik jeruji besi Mapolda Malang untuk menjalani pemeriksaan intensif.
Berita Terkait
Terpopuler
- Bagaimana Cara Cek NIK Terindikasi Judol atau Tidak? Begini Langkah Mudahnya
- 25 Ribu Penerima Bansos di Sulsel Terindikasi Judol
- Status Terbaru Anak Purbaya: Mafia Ancam Presiden Dibalik Pemecatan Bapak, Ada Foto Raja Juli
- Khofifah dan Emil Hadiri Pameran Tunggal Lukisan SBY, Apresiasi Karya Presiden ke-6 RI
- Titik Terang Kabar Pernikahan Andre Taulany dan Amanda Rigby, KUA: Surat Rekomendasi Sudah Masuk
Pilihan
-
Usut Dugaan Korupsi KSO Pertamina EP, Kejagung Geledah Kantor Setda hingga Bapenda Kota Bekasi
-
Mekkah Diserang Houthi, Kemlu Minta WNI Hati-hati di Arab Saudi
-
Dari Aceh hingga Nusa Tenggara, Membaca Peta Ancaman Megathrust Indonesia
-
Kabar Buruk dari Italia: Jay Idzes Cedera 30-35 Hari Absen Bela Timnas Indonesia
-
Purbaya Ogah Bicara Panjang Saat Sertijab Menkeu ke Suahasil: Terima Kasih Semua
Terkini
-
Boost Harimu, Nikmati Hemat 25% dengan BRI Kartu Kredit
-
Datang Jadi Saksi, Pulang Masuk Bui: Pak Dur Ditahan Usai Cekcok dengan Anggota DPRD Malang
-
Indonesia Sports Industry of the Year 2026 Diraih BRI, Bukti Konsistensi Dukung Olahraga Nasional
-
Persiapkan Masa Pensiun, BRI Hadirkan Kemudahan Buka DPLK lewat BRImo
-
Dedikasi Mantri BRI Dewi Natalia, 15 Tahun Gerakkan Ekonomi Pedagang Lampung