SuaraMalang.id - Penjual nasi goreng memanfaatkan teknologi robot lagi viral baru-baru ini. Adalah Dartadi (60), penjual nasi goreng di Jalan Muharto Gang 5B Kota Malang.
Ia membuat inovasi inspiratif gegara kekurangan fisiknya yang kemudian dikenal dengan nama Nasgor Robot. Dartadi memiliki kekurangan fisik. Lengannya patah akibat kecelakaan sehingga hidupnya tak lagi normal.
Tak mau patah semangat, Ia kemudian menyulap rombongnya bak robot (mesin) dengan memasang mesin pengaduk nasi goreng.
Ditemui di tempatnya berjualan, Dartadi mengatakan awal tahun 2019 silam ia mulai berpikir keras dengan mencoba berbagai ide untuk bisa tetap berjualan dengan kondisi lengan patah.
Akhirnya, terciptalah robot pengaduk masakan yang tertancap rapi di rombongnya. Tak semudah itu, ia pun terus merombak mesin tersebut hingga 2 tahun lamanya.
"Sempurnanya di tahun 2021 ini. Awal dulu saya coba mesin ini itu, gak sesuai saya ganti lagi. Kan lengan saya ini patah, gak mungkin bisa pakai satu tangan kalau bikin nasi goreng," ujar Dartadi, seperti dikutip dari timesindonesia.co.id, jejaring media suaraMalang.id, Sabtu (16/10/2021) malam.
Ayah tiga anak tersebut berkali-kali melakukan eksperiman hingga sempat merasa putus asa dengan kemampuannya.
Akan tetapi, dengan kegigihannya yang tak pernah padam dan juga keadaan yang tidak memungkinkan ia untuk berhenti bekerja, akhirnya Dartadi pun sukses menyempurnakan alat tersebut.
"Saya bongkar-bongkar mesin ini sampai subuh. Kan jualan mulai jam 18.00 sampai 01.00 WIB, itu dirumah lanjut saya otak atik lagi," ungkapnya.
Baca Juga: Asyik! Uji Coba Buka Mall Buat Anak di Bawah 12 Tahun di Kota Malang Direstui Pusat
Dartadi yang telah berjualan nasgor selama 8 tahun ini, mengaku dulu sempat mempekerjakan orang sebelum menggunakan mesin aduk tersebut.
Namun, lanjut Dartadi, karena rasa yang berbeda dan tak sesuai, banyak pelanggan komplain dan meninggalkan, akhirnya Dartadi pun mau tidak mau harus menggoreng sendiri tanpa orang lain.
Melalui mesin pengaduk hasil inovasinya tersebut, nasgor Dartadi pun hingga saat ini berangsur mengalami peningkatan dalam omzetnya.
"Alhamdulilah sekarang sudah hampir normal. Bisa 8 sampai 10 kilogram per hari. Kalau dulu sebelum pandemi itu 15 kilogram per harinya," pungkasnya.
Sementara itu, Muhammad Soleh yang pertama kali memviralkan nasgor Robot tersebut di aplikasi TikTok menyebutkan bahwa ide tersebut muncul begitu saja. Terlebih, ia juga sudah menjadi pelanggan tetap Dartadi selama bertahun-tahun.
"Ya awalnya karena unik dan berbeda dengan yang lain. Tapi ini kan pakai semacam mesin atau robot gitu ya," katanya.
Berita Terkait
-
Asyik! Uji Coba Buka Mall Buat Anak di Bawah 12 Tahun di Kota Malang Direstui Pusat
-
Jelang Bigmatch Lawan Persija, Singo Edan Arema FC Dalam Performa Terbaik, Tapi...
-
Jadi Tamu Perdana Podcast Polres Malang, Gus Miftah: Deddy Dulu Pertama Juga Sama Saya
-
Habis Perdayai Emak-emak, Jambret di Malang Ini Kebingungan Masuk Jalan Buntu
-
Sambangi Malang, Gus Miftah Ajak Jaga Nasionalisme
Terpopuler
- 7 SD Swasta Terbaik di Palembang dan Estimasi Biayanya, Panduan Lengkap Orang Tua 2026
- Begini Respons Kopassus Usai Beredar Isu Orang Istana Digampar Pangkopassus
- Aksi Kritik Gubernur Rudy Mas'ud 21 April, Massa Diminta Tak Tutup Jalan Umum
- 7 Pilihan Lipstik yang Awet 12 Jam, Anti Pudar Terkena Air dan Minyak
- Sepeda Dewasa Merek Apa yang Murah dan Awet? Ini 5 Pilihan Terbaik untuk Harian
Pilihan
-
Purbaya Copot Febrio dan Luky dari Dirjen Kemenkeu
-
Heboh! Gara-gara Putar Balik, Sopir Truk Ini Kena Tilang Polisi Rp 22 Juta
-
Bukan Hoaks! 9 Warga Papua Termasuk Balita Tewas Ditembak saat Operasi Militer TNI
-
Harga Pangan Hari Ini Naik, Cabai dan Minyak Goreng Meroket
-
Perang AS vs Iran: Trump Perpanjang Gencatan Senjata Tanpa Batas Waktu
Terkini
-
Memburu Joki di UTBK UM: Ketika Jejak Digital di Video MPLS Bongkar Siasat Licin Pelaku
-
Tak Bisa Lagi 'Ghosting' Pajak: Begini Cara Bapenda Malang Naikkan Pendapatan
-
Tangki Siluman di Kota Malang: Saat Subsidi Rakyat Berakhir di Jeriken Mafia BBM demi Cuan Haram
-
PPPK Kota Malang Bisa Bernapas Lega! Pemkot Jamin Tak Ada PHK Massal
-
Demi Pangkas Belanja Pegawai, Pemkot Malang Pilih Puasa Rekrutmen ASN hingga 2027