"Pilih pemimpin dengan niat ibadah. Insya Allah berpahala dan amanah," tegas Imron.
Sementara itu, Teguh Utomo, dosen Fakultas Teknik Universitas Brawijaya, menilai bahwa dana CSR memang dapat digunakan sebagai dorongan untuk pembangunan berkelanjutan di Kota Malang.
Ia menambahkan bahwa kepemimpinan Abah Anton sebelumnya juga menggunakan dana CSR untuk pembangunan kota, namun menyarankan adanya peningkatan dalam pengelolaan dan eksekusi program, terutama terkait infrastruktur.
"Dana CSR bisa menjadi solusi pembangunan, terutama ketika APBD terbatas. Pembangunan kawasan bisa dilakukan melalui dana CSR," ujarnya.
Baca Juga:Tanpa Janji Manis, Wahyu Hidayat Buktikan Komitmen Berantas Korupsi di Pilwali Malang 2024
Menurut Teguh, tantangan bagi pemerintah ke depan adalah menemukan mitra yang tepat dan memperkuat jaringan untuk memastikan keberhasilan program-program berbasis dana CSR.
Pasangan Abah Anton dan Dimyati Ayatullah, yang dikenal dengan sebutan "Paslon Abadi," berharap dapat mewujudkan visi pembangunan berkelanjutan di Kota Malang dengan memaksimalkan potensi dana CSR.
Kontributor : Elizabeth Yati