Sungai Bantur di Kabupaten Malang Meluap, 1 Orang Hilang Terseret Arus

Hujan deras yang mengguyur wilayah Kabupaten Malang menyebabkan banjir di sejumlah daerah.

Baehaqi Almutoif
Jum'at, 07 Juli 2023 | 21:35 WIB
Sungai Bantur di Kabupaten Malang Meluap, 1 Orang Hilang Terseret Arus
Personel Kepolisian Sektor (Polsek) Bantur Polres Malang meminta keterangan saksi terkait korban terseret arus di wilayah Dusun Krajan, Desa Bantur, Kecamatan Bantur, Kabupaten Malang, Jawa Timur, Jumat (7/7/2023). [ANTARA/HO-Polsek Bantur]

SuaraMalang.id - Sungai Bantur di Dusun Krajan, Desa Bantur, Kecamatan Bantur, Kabupaten Malang meluap, Jumat (7/7/2023). Satu orang dilaporkan hilang terseret arus.

"Satu orang dilaporkan hanyut terseret arus sungai di Desa Bantur, kurang lebih pukul 13.30 WIB," ujar Kasi Humas Polres Malang Iptu Ahmad Taufik dikutip dari Antara.

Korban diketahui berinisial S berusia 58 tahun. Saat kejadian, korban sedang membersihkan kayu yang di jembatan bersama warga lainnya.

"Korban terbawa arus sungai, rekan yang lain sempat berusaha menolong. Namun, karena derasnya air korban tidak tertolong dan terbawa arus sungai," katanya.

Baca Juga:Lereng Semeru Diterjang Banjir Lahar Dingin dan Longsor, Sejumlah Jembatan di Lumajang Terputus

Sungai Bantur meluap akibat tingginya intensitas hujan yang terjadi di wilayah tersebut sejak Kamis (6/7).

Kepolisian bersama tim gabungan saat ini sedang mencari korban yang merupakan petani.

"Babinsa bersama anggota Polsek Bantur dan warga mencari korban dengan menyusuri sungai. Namun, sampai saat ini korban belum ditemukan," katanya.

Hujan yang mengguyur wilayah Kabupaten Malang menyebabkan dua Kecamatan, yakni Sumbermanjing Wetan dan Ampelgading banjir.

Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) telah mengeluarkan laporan adanya potensi cuaca ekstrem akibat gangguan atmosfer di wilayah Jawa Timur.

Baca Juga:"Lihatlah: Bali" Geng Matjan Tour di Tiga Kota Pulau Jawa

Laporan BMKG hasil analisis dinamika atmosfer terkini menunjukkan aktifnya gangguan atmosfer Madden Julian Oscilation (MJO), gelombang atmosfer Ekuatorial Kelvin dan gelombang atmosfer Ekuatorial Rossby.

Kondisi tersebut memicu potensi peningkatan pertumbuhan awan Cumulonimbus yang dapat memicu terjadinya cuaca ekstrem seperti hujan lebat disertai petir dan angin kencang periode 7-13 Juli 2023.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

Terkini

Tampilkan lebih banyak