Akibat Gempa Bumi Sichuan, Gereja Katholik yang Pernah Ditinggali Mao Zedong Rusak

Gempa Sichuan berkekuatan 6,8 kemarin mengguncang China. Puluhan orang menjadi korban dan menyebabkan kerusakan tidak sedikit di negeri panda itu.

Muhammad Taufiq
Sabtu, 10 September 2022 | 10:05 WIB
Akibat Gempa Bumi Sichuan, Gereja Katholik yang Pernah Ditinggali Mao Zedong Rusak
Gempa Bumi di Sichuan China [Foto: ANTARA]

SuaraMalang.id - Gempa Sichuan berkekuatan 6,8 kemarin mengguncang China. Puluhan orang menjadi korban dan menyebabkan kerusakan tidak sedikit di negeri panda itu.

Kabar terbaru, Gereja Katholik berusia 104 tahun yang pernah ditinggali pendiri Republik Rakyat China Mao Zedong, juga mengalami kerusakan cukup parah.

Otoritas di Sichuan, pada Jumat meluncurkan rencana darurat pascakerusakan bangunan bersejarah yang berlokasi di Moxi, Kabupaten Luding, itu.

Bangunan gereja mengalami kerusakan dengan tingkat keparahan bervariasi.

Baca Juga:Gempa Bumi Bermagnitudo 6,0 Susul-menyusul Guncang Memberamo Papua

Beberapa bagian dindingnya retak kira-kira sepanjang satu kaki, pilar utama patah, atap runtuh, dan struktur utama bangunan rusak, menurut hasil pendataan Biro Cagar Budaya Sichuan seperti dikutip media setempat.

Untuk menjamin keselamatan pengunjung, otoritas lokal memasang garis polisi di seputar gereja.

Biro Cagar Budaya melakukan investigasi pascabencana dan perlindungan sementara bagi beberapa benda bersejarah untuk menghindari kerusakan akibat bencana susulan.

Instansi tersebut mengerahkan pakar sejarah untuk melakukan perlindungan dan perbaikan agar tempat bersejarah tersebut tetap terjaga keasliannya.

Beberapa arsitek yang tiba di situs bersejarah tersebut mengaku bakal mengalami kesulitan sehingga belum bisa memastikan apakah bangunan itu dikonstruksi ulang atau diperbaiki.

Baca Juga:Terjadi Gempa Bumi dengan Magnitudo 6,0 di Mamberamo

Gereja tersebut dibangun oleh para misionaris di Moxi pada 1918.

Mao, selaku pemimpin revolusi Komunis China bersama Tentara Merah, menempati bangunan gereja itu pada 29 Mei 1935 setelah melakukan long march selama tiga hari.

Pada malam harinya, Mao menggelar pertemuan dengan para pemimpin Komunis lainnya di tempat tersebut.

Peristiwa yang dikenal dengan Pertemuan Moxi itu menetapkan rencana strategis untuk kemajuan Tentara Merah selanjutnya.

Di dalam bangunan gereja tua itu, beberapa benda yang digunakan oleh Tentara Merah dipajang.

Situs tersebut telah menjadi objek wisata populer di Sichuan dengan jumlah kunjungan rata-rata per tahun mencapai lebih dari 50.000 orang.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Berapa Life Path Number Kamu? Hitung Sekarang dan Lihat Rahasia Kepribadianmu
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Materi Teks Informasi Lengkap Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Cek Seberapa Sehat Jam Tidurmu Selama Bulan Puasa?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika Kelas 6 SD Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

Terkini

Tampilkan lebih banyak