Jemaah Ponpes Mahfilud Durror Jember Merayakan Idulfitri Lebih Awal

Sudah sejak tahun 1911, pesantren didirikan oleh KH Sholeh menentukan Idulfitri tanpa melihat hilal.

Abdul Aziz Mahrizal Ramadan
Minggu, 01 Mei 2022 | 08:17 WIB
Jemaah Ponpes Mahfilud Durror Jember Merayakan Idulfitri Lebih Awal
Santri dan warga desa sekitar Ponpes Mahfilud Durror Jember melaksanakan sholat Idulfitri, Minggu (1/5/2022). [Suara.com/Adi Permana]

SuaraMalang.id - Hari Raya Idulfitri diperkirakan berlangsung pada Senin (2/5/2022). Namun, ada yang sudah merayakan Lebaran 2022 ini lebih awal.

Pondok Pesantren Mahfilud Durror yang terletak di Desa Suger, Kecamatan Jelbuk, Jember menggelar salat Idulfitri pada Minggu (1/5/2022). Selain santri, pelaksanaan sholat Idulfitri juga diikuti warga desa yang berlokasi di perbatasan Jember dan Bondowoso tersebut. 

"Di sini memang sudah terbiasa ada perbedaan. Besok juga ada warga desa yang melaksanakan sholat Id (mengikuti ketetapan pemerintah)," ujar KH Ali Wafa, pimpinan dan pengasuh Pondok Pesantren Mahfilud Durror. 

Selama puluhan tahun, pesantren ini memang kerap melaksanakan awal puasa dan sholat Idul Fitri serta Iduladha yang mendahului ketetapan pemerintah.

Baca Juga:Pemudik Satu Bus Kompak Bikin Video Pakai Sound Viral, Warganet: Jadi Pengin Ikutan

Penetapan awal puasa dan hari raya tidak metode perhitungan (hisab) seperti Muhammadiyah. Namun, Pondok Pesantren Mahfilud Durror merujuk pada sebuah kitab klasik, yakni kitab Nazhatul Majalis, karya Syaikh Abdurrohman as-Sufuri as-Syafii

"Sudah sejak tahun 1911, saat pesantren didirikan oleh KH Sholeh yang merupakan kakek saya sendiri," papar KH Ali Wafa. 

Sang kakek yang merupakan pendiri pesantren, adalah pendatang di Desa Suger yang sebelumnya berguru kepada KH. Hamid di Madura. Di dalam kitab tersebut sudah dijelaskan, bahwa penetapan awal Ramadan adalah selisih lima hari lebih awal dibanding awal Ramadhan tahun sebelumnya. 

Karena menggunakan metode perhitungan tanpa harus melihat bulan, KH Ali Wafa bisa menetapkan awal puasa dan hari raya sejak jauh hari.

"Biasanya saya melakukan ijtihad untuk ketetapan selama 8 tahun sekali. Tapi tidak selalu berbeda hasilnya dengan pemerintah. Dalam 5 tahun misalnya, ada 2 hingga 3 kali yang hasilnya sama," pungkas KH Ali Wafa. 

Baca Juga:30 Ucapan Lebaran Idul Fitri 2022, Cocok Dikirim pada Sahabat, Keluarga dan Kerabat

Kontributor : Adi Permana

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

Terkini

Tampilkan lebih banyak