Kekinian, enam keluarga di enam rumah terdampak itu tinggal menumpang di tetangganya yang aman dari longsor atau jauh dari sungai.
"Ini kalau hujan ya gak jamin gak longsor bahaya kalau ditempati," tuturnya.
Sementara itu, Kholil sebenarnya sudah mengajukan di tahun 2021 lalu untuk pembangunan plengsengan di bantaran sungai brantas di sekitar rumahnya ke Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Brantas.
"Namun sampai saat ini belum ada tindakan. Padahal ya tahun 2017 lalu rumah saya ini ya korban longsor. Dulu ada jalan sampai empat meter sebelum sungai. Tapi karena longsor dan longsor terus, makanya habis jalannya dan sekarang rumahnya sudah kena. Maka dari itu butuh plengsengan," tutupnya.
Baca Juga:Jadwal Buka Puasa Malang 5 April 2022
Kontributor : Bob Bimantara Leander