Anas mengaku diminta untuk datang menjadi penghulu calon pengantin di Makassar, Banjarmasin dan juga di Tuban.
"Paska viral ada permintaan untuk dihadiri saya. Luar kota dan luar pulau. Baru pagi ini itu dari Makassar Banjarmasin, Tuban dan Trenggalek," kata dia.
Namun permintaan itu, dia terpaksa menolak. Sebab, tidak sesuai dengan tugas kewilayahannya.
"Saya jawab semua Penghulu itu bertugas di KUA kecamatan per kabupaten kota berdasar SK Kemenag Provinsi. Saya bertugas Lowokwaru apabila menikah selain Lowokwaru masing-masing sudah disiapkan penghulu," tutur dia.
Baca Juga:Astaga! Pengantin Pria Tak Hafal Doa Membuat Anak, Pesan Penghulu Ini Bikin Baper
Meskipun ada calon pengantin atau keluarga yang memaksa Anas datang, Ia menyanggupi datang bukan sebagai penghulu.
"Tapi jadi ustaz, khotib itu bisa. Dan itu pun harus saya sesuaikan dengan jadwal saya bekerja. Kalau Sabtu-Minggu kalau tidak ada pekerjaan. Ya saya bisa datang. Tapi hingga kini saya belum. Saya masih memfokuskan untuk menikahkan berdasarkan SK dari Kemenag wilayah Lowokwaru," tambahnya.
Pria yang gemar bergurau ini mengatakan senang dengan banyaknya masyarakat atau netizen yang terhibur atau mendapat ilmu dengan video-video dirinya.
"Saya gak masalah itu terkenal atau apa. Saya pun gak tahu. Saya hanya satu yang penting manfaat (yang penting manfaat). Itu saya senang," kata dia.
Pria yang kini tengah mengejar gelar doktoral di Unisma Jurusan Pendidikan Islam Multikultural itu mengatakan, gaya memimpin akad nikah seperti itu sudah dia lakukan sejak jadi penghulu pada tahun 2009.
Baca Juga:Begitu Sah, Aksi Pengantin Pria Ini Bikin Istri Teriak Kesakitan di depan Penghulu
"Terus pertanyaannya kenapa viral sekarang? Ya mungkin ini juga sebagai obat PPKM Darurat (PPKM Level 4). Bisa jadi hiburan atau apa silahkan diambil sendiri manfaatnya," tutup dia.