Justru dengan pendekatan tersebut sangat ampuh dibandingkan pendekatan medis.
Dosen UIN Sunan Ampel ini juga menilai pendekatan agama paling efektif menyukseskan program vaksinasi. Menyampaikan kepada masyarakat bahwa sejumlah tokoh, ulama atau kiai sudah menerima vaksin Covid-19
"Di Sukorejo Kiai Azaim, Kiai Afifuddin, Paiton Gus Hamid dan Genggong Kiai Mutawakkil, semuanya sudah vaksin. Maka sangat efektif menghancurkan bangunan hoaks yang dibangun kelompok anti vaksin," jelasnya.
Sebelum menggelar vaksinasi, panitia juga mengumpulkan para guru ngaji dan tokoh agama dalam rangka sosialisasi. Pihaknya juga melibatkan Dinas Kesehatan untuk meberikan pemahaman tentang vaksin. Termasuk tentang KIPI (Kejadian Ikutan Pasca Imunisasi) dari vaksin Covid-19.
Baca Juga:Prihatin! Ratusan Anak di Bondowoso Yatim Setelah Ortu Meninggal Karena Covid-19
"Ini yang menurut saya juga kegagalan negara. Mereka tidak bisa mengkomunikasikan dengan efektif tentang vaksin. Sehingga lebih dulu hoaks yang menguasai," paparnya.
Padahal seharusnya sejak awal dijelaskan, bahwa memang ada reaksi alami secara biologis atau KIPI setelah vaksin Covid-19.
"Namun ini tidak sampai ke masyarakat atau tidak efektif sampai ke masyarakat, dan didahului oleh informasi hoaks," jelas Ketua Dewan Pendidikan Kabupaten Bondowoso itu.
Selain itu, lanjut dia, panitia penyelenggara juga mendekatkan vaksinasi dengan warga dan mempermudah urusan administrasi. Oleh karena itu, kegiatan dilaksanakan di lingkungan mereka tinggal.
"Biasanya vaksinasi kan di Puskesmas, rumah sakit dan Polres. Kalau masyarakat yang tidak biasa dengan urusan birokrasi maka jadi enggan. Kalau di rumah sendiri tak perlu meninggalkan pekerjaan. Kita juga ingin memutus rantai birokrasi itu," paparnya.
Baca Juga:Nestapa 182 Anak di Bondowoso Jadi Yatim Piatu Akibat Covid-19
Dijelaskannya juga, demi menyukseskan vaksinasi dan menjadi bagian dalam mencegah penyebaran Covid-19, warga rela patungan. "Tadi malam saya dikabari panitia habis satu juta rupiah. Untuk sewa terop dan kursinya ini. Serta untuk konsumsi," jelasnya.