Lonjakan pasien Covid-19, lanjut dia, membuat tenaga kesehatan (nakes) kelimpungan. Bahkan, dua RSUD sampai merekrut tambahan tenaga kesehatan dan relawan.
Sampai saat ini total ada 85 tenaga tambahan yang sudah dipekerjakan. Dengan formasi; tambahan dokter umum, perawat, bidan, tenaga teknis farmasi, analis laboratorium, hingga radiografer.
Selain itu, ada juga rekrutmen relawan untuk petugas oksigen, juru rawat jenazah, petugas kebersihan ruang rawat inap, hingga transporter.
"Mereka Kita tempatkan di RSUD Blambangan dan RSUD Genteng. Ini semua sudah selesai tanda tangan kontrak kerjanya. Insyaallah besok sudah bisa bertugas,” katanya.
Baca Juga:Kades di Banyuwangi Tagih Janji Motor Baru Dianggap Melukai Hati Nurani
Selain menambah kapasitas bed, kata Widji, pihaknya juga berencana menambah jumlah rumah sakit rujukan Covid-19. Setidaknya ada 7 rumah sakit swasta yang tengah dipersiapkan untuk menjadi rumah sakit rujukan.
“Cuma dari 7 rumah sakit non rujukan ini, ada yang sudah siap bahkan ada yang belum siap sama sekali. Kita akan terus melakukan pendampingan, hingga mereka benar-benar bisa melayani pasien Covid-19," ujarnya.
Kemungkinan terburuk kasus Covid-19 terus terjadi penambahan, Pemerintah Kabupaten Banyuwangi akan memanfaatkan gedung sekolah sebagai fasilitas isolasi pasien.
Sekadar informasi, berdasarkan data Covid-19 Jawa Timur, per hari ini tercatat ada 8.008 warga Banyuwangi yang terpapar virus. Sebanyak 653 kasus diantaranya masih aktif. Sementara jumlah kasus kematian mencapai 779 kasus dengan rasio kematian 9,73 persen.
Baca Juga:Tagih Janji Bupati, Para Kades di Banyuwangi Minta Ganti Motor Baru