alexametrics

Pilihan Terpopuler News Lifestyle Indeks

BPS: Kota Malang Inflasi 0,14 Persen pada Mei 2021

Abdul Aziz Mahrizal Ramadan Kamis, 03 Juni 2021 | 21:36 WIB

BPS: Kota Malang Inflasi 0,14 Persen pada Mei 2021
Ilustrasi. BPS: Mei 2021, Kota Malang Mengalami Inflasi 0,14 Persen [unsplash]

Inflasi adalah kemerosotan nilai uang (kertas) karena banyaknya dan cepatnya uang beredar sehingga menyebabkan naiknya harga barang-barang.

SuaraMalang.id - Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Malang mencatat wilayah Kota Malang mengalami inflasi sebesar 0,14 persen pada Mei 2021. Hal itu sedikit mengalami kenaikan dibanding bulan sebelumnya.

Menurut KBBI, Inflasi adalah kemerosotan nilai uang (kertas) karena banyaknya dan cepatnya uang  beredar sehingga menyebabkan naiknya harga barang-barang.

Sementara, melansir laman resmi Bank Indonesia (BI), inflasi dapat diartikan sebagai kenaikan harga barang dan jasa secara umum dan terus menerus dalam jangka waktu tertentu.

Perhitungan inflasi dilakukan oleh Badan Pusat Statistik (BPS), link ke metadata SEKI-IHK. Kenaikan harga dari satu atau dua barang saja tidak dapat disebut inflasi kecuali bila kenaikan itu meluas (atau mengakibatkan kenaikan harga) pada barang lainnya.

Baca Juga: Wakil Wali Kota Malang Ingatkan Bahaya Diskonten, Apa itu?

Kepala BPS Kota Malang Erny Fatma Setyoharini mengatakan, kenaikan pada kelompok pengeluaran perawatan pribadi, dan jasa lainnya sebesar 0,68 persen menjadi pemicu inflasi Kota Malang.

"Inflasi Kota Malang sebesar 0,14 persen, naik tipis. Meskipun tipis, tetap ada kenaikan harga," kata Erny dikutip dari Antara, Kamis (3/6/2021).

Berdasar catatan BPS Kota Malang, pada Maret 2021 inflasi tercatat 0,08 persen dan naik pada bulan berikutnya menjadi 0,10 persen. Sejak Maret 2021 itu pula Kota Malang terus mengalami inflasi yang merupakan salah satu tanda adanya geliat perekonomian. 

Erny menjelaskan kelompok pengeluaran lain yang mengalami inflasi pada Mei 2021 adalah kelompok perlengkapan, peralatan, dan pemeliharaan rutin rumah tangga sebesar 0,67 persen, pakaian dan alas kaki 0,65 persen, dan transportasi sebesar 0,34 persen.

Kemudian kelompok rekreasi, olahraga, dan budaya naik sebesar 0,11 persen; makanan, minuman, dan tembakau sebesar 0,05 persen; informasi, komunikasi, dan jasa keuangan sebesar 0,05 persen.

Baca Juga: Dinkes Jamin Astrazeneca di Malang Aman, Meski BPOM Sedang Lakukan Investigasi

Sementara untuk kelompok pengeluaran pendidikan, dan penyedia makanan minuman, atau restoran, tidak mengalami kenaikan. Sementara kelompok pengeluaran perumahan, air, listrik, dan bahan bakar rumah tangga mengalami deflasi 0,01 persen, dan kesehatan 0,82 persen.

Baca Juga

Komentar

Berita Terkait