alexametrics

Pilihan Terpopuler News Lifestyle Indeks

Dinkes Jamin Astrazeneca di Malang Aman, Meski BPOM Sedang Lakukan Investigasi

Muhammad Taufiq Kamis, 03 Juni 2021 | 15:10 WIB

Dinkes Jamin Astrazeneca di Malang Aman, Meski BPOM Sedang Lakukan Investigasi
Kepala Dinas Kesehatan Kota Malang dr Husnul Muarif [foto: timesindonesia]

Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) saat ini masih melakukan investigasi dan pengujian Vaksin Astrazeneca

SuaraMalang.id - Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) saat ini masih melakukan investigasi dan pengujian Vaksin Astrazeneca , setelah mencuatnya sejumlah kasus efek serius setelah suntik vaksin asal Inggris itu.

Meskipun demikian, khusus untuk daerah Malang, jaminan aman disampaikan oleh Dinas Kesehatan (Dinkes) setempat. Hal ini disampaikan Kepala Dinkes Kota Malang dr Husnul Muarif. Ia menegaskan kalau Jawa Timur, termasuk Kota Malang menerima Vaksin Astrazeneca selain jenis CTMAV547.

Kepala Dinkes Kota Malang, dr Husnul Muarif mengatakan, untuk wilayah Provinsi Jawa Timur, termasuk Kota Malang menerima vaksin Astrazeneca selain jenis CTMAV547.

Husnul menerangkan, sebenarnya setiap vaksin memiliki nomor bets masing-masing dimana bets tersebut merupakan kode vaksin yang diproduksi dan kemudian didistribusikan. Bets yang diterima Kota Malang telah digunakan hingga saat ini, bukan termasuk vaksin Astrazeneca bets CTMAV547.

Baca Juga: Begini Pengakuan Pria Penusuk Mantan Istri yang Hebohkan Tlogomas Kota Malang

"Ada sekitar 448 ribu dosis Bets CTMAV547 yang tersebar di 7 Provinsi Indonesia yang dihentikan penggunaannya. Tapi Provinsi Jawa Timur, termasuk kita (Kota Malang) tidak masuk di dalamnya," ujar Husnul, dikutip dari timesindonesia.co.id, jejaring media SuaraMalang.id, Kamis (3/6/2021).

"Target vaksinasi kita untuk pelayanan publik hingga lansia itu 30 Juni 2021 mendatang dan pastinya aman," katanya menegaskan.

Oleh karena itu, Husnul mengimbau kepada masyarakat Kota Malang untuk tidak khawatir dengan isu yang beredar terkait vaksin Astrazeneca. Meski vaksin Sinovac dan Astrazeneca memiliki perbedaan, yakni untuk Sinovac berjarak 14 hari setelah dosis pertama, kemudian diberikan dosis kedua.

Selanjutnya untuk Astrazeneca berjarak 12 minggu dari dosis pertama ke dosis kedua. "Sampai saat ini (vaksin AstraZeneca) masih berjalan dengan lancar. Tidak usah khawatir, ini sudah lewat uji klinis BPOM dan yang lain," ujarnya menegaskan.

Baca Juga: Sedang di Malang, Ayah Komedian Mpok Alpa Meninggal Dunia di Jaksel

Baca Juga

Komentar

Berita Terkait