SuaraMalang.id - Sejumlah 300 unit hunian sementara (Huntara) dibangun untuk korban gempa Malang yang rumahnya rusak.
Kasi Pencegahan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Malang Sadono Iwan mengatakan, sejauh ini telah terbangun 14 unit huntara dengan luas 4x6 meter.
“Akan dibangun 300 unit, sementara sudah dibangun 14 unit dengan luas lahan 4x6 meter dan akan dibangun juga rumah semi permanen dengan tahap awal 5 unit, selain itu ada bantuan huntara oleh lembaga serta relawan,” ujarnya dikutip dari Antara, Rabu (5/5/2021).
Selain itu, lanjut dia, BPBD Kabupaten Malang mendirikan tiga dapur umum untuk memenuhi kebutuhan masyarakat. Kemudian juga didirikan posko di setiap kecamatan.
Baca Juga:Perawat Dibakar di Malang, Kerabat Sebut Rumah Tangganya Harmonis
“BPBD bersama relawan dan stakeholder lainnya, mendirikan tiga dapur umum yang perharinya dapat memproduksi sekitar 5.000 bungkus. Selain itu juga menurunkan sembilan unit alat berat dan tiga mobil tangka air bersih, kemudian kami membangun posko di tiap kecamatan untuk mempermudah kordinasi dan distribusi logistik,” jelasnya.
Sementara, Kepala Bidang Pencegahan dan Kesiapsiagaan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Jawa Timur Gatot Soebroto mengatakan, terdapat 17 wilayah administrasi setingkat kabupaten dan kota di wilayah Jatim yang terdampak gempa.
“Sebanyak 17 kota dan kabupaten yang terdampak gempa M6,1 yaitu Kabupaten Malang, Lumajang, Bitar, Jember, Probolinggo, Pasuruan, Tulungagung, Trenggalek, Blitar, Pacitan, Kediri, Nganjuk, Ponorogo, Bondowoso, Kota Batu, Kediri dan Kota Malang,” kata Gatot.
Gatot menambahkan bahwa wilayah Jatim memiliki potensi terjadi gempa bumi yang sangat tinggi karena terdapat tujuh sesar aktif dan enam segmen sesar.
Adapun sesar yang dimaksud meliputi Sesar Naik Pati, Sesar Kendeng, Sesar Pasuruan, Sesar Probolinggo, Sesar Wongsorejo, Zona sesar RMKS (Rembang-Madura-Kangean-Sakala) dan Bawean Fault, sementara itu ada segmen Demak, segmen Purwodadi, segmen Cepu, segmen Blumbang, segmen Surabaya dan segmen Waru.
Baca Juga:Tubuh Perawat Eva Alami Luka Bakar 60 Persen, Polisi: Kondisinya Kritis
(ANTARA)