Namun, tiba-tiba personel polisi bersenjata lengkap menutup pagar Mapolresta Malang Kota.
"Tapi ketika kawan-kawan mencoba masuk tidak diizinkan. Kawan-kawan pingin masuk untuk mengetahui kabar kawan Harry," kata dia.
Selang beberapa menit kemudian, kata Fhen, Kapolresta Malang Kota Kombes Pol Leonardus yang dengan tegas menginstruksikan anak buahnya untuk menembak para massa aksi solidaritas jika memaksa masuk ke Mapolresta Malang Kota.
Fhen mengaku, kalimat 'darah mereka halal' itu diucapkan Leo hingga empat kali.
Baca Juga:Malang Memanas, Mahasiswa Papua-Polisi di Solo Justru Kompak Panen Lele
"Kapolresta Malang Kota yang namanya Leonardus Simarmata mengeluarkan kalimat yang berbunyi darah mereka (mahasiswa) halal kalau masuk ke markas sini," kata Fhen.
Aksi solidaritas berakhir sekitar pukul 20.00 WIB, setelah Koordinator YLBHI LBH Pos Malang, Daniel Alexander Siagian keluar bersama Harry dari Mapolresta Malang Kota.
"Setelah mengetahui itu akhirnya kami juga membubarkan diri," ujarnya.
Kontributor : Bob Bimantara Leander
Baca Juga:Detik-detik Kapolresta Malang Instruksi Tembak Mahasiswa Papua