"Sekitar pukul 14.00 WIB pelaku datang kembali dengan menggunakan APD sembari membawa alat semprot kecil warna hijau. Saat pelaku melakukan penyemprotan pun, korban merasa percaya dan tidak mengikuti pelaku. Hingga akhirnya pelaku melakukan penyemprotan di dalam kamar yang diduga di situlah tempat perhiasan emas diletakkan," urainya.
Selanjutnya, masih kata Yusuf, pada sekitar pukul 14.30 WIB penyemprotan pun selesai dan pelaku keluar dari rumah korban. Dari situ, ternyata penyemprotan pun masih berlanjut. Sekitar pukul 15.00 WIB pelaku kembali datang ke rumah korban dengan alasan melakukan penyemprotan kedua kalinya.
"Jadi pada penyemprotan pertama ini, kami menduga pelaku masih menggambar letak-letak barang berharga yang akan dibawanya. Dia tak membawa apa-apa, namun kembali lagi dengan modus katanya melakukan penyemprotan kembali untuk kedua kalinya," jelasnya.
Namu, saat penyemprotan yang kedua itu, pelaku sudah tidak lagi menggunakan APD.
Baca Juga:Bupati Malang Ngaku Dingin Usai Disuntik Vaksin Sinovac
"Jadi saat kembali ketiga kalinya, pelaku ini hanya menggunakan face shield dan masker saja tapi tidak menggunakan hazmat. Namun korban yang terlanjut percaya memperbolehkan pelaku kembali melakukan penyemprotan," katanya.
Setelah penyemprotan berakhir sekitar pukul 16.30 WIB, akhirnya pelaku pergi dan sebelum pergi sempat memberi vitamin dan botol alkohol kepada korban agar tak menaruh curiga.
Esok harinya, baru kemudian korban sadar telah ditipu setelah mendapati sejumlah perhiasan emasnya lenyap dari kotak penyimpanan.
"Pada hari Rabu (17/02/2021), sekitar pukul 16.00 WIB. Saat korban masuk untuk menaruh perhiasan, dia (korban) baru sadar kalau kotak perhiasannya dalam kondisi terbuka dan perhiasan tersebut sudah tidak ada," tuturnya.
Baca Juga:Terdampak Tanah Bergerak, 2 KK di Kabupaten Malang Mengungsi