SuaraMalang.id - Pemkot Malang tengah menyusun skema efisiensi anggaran 2025. Namun, DPRD Kota Malang menegaskan agar sektor pendidikan dan kesehatan tidak terkena dampak signifikan, mengingat keduanya merupakan kebutuhan dasar masyarakat.
Ketua DPRD Kota Malang, Amithya Ratnanggani Si Raduhitta, menekankan pentingnya mempertahankan alokasi anggaran untuk kedua sektor tersebut.
"Kami ingin tidak ada pergeseran anggaran di sektor pendidikan dan kesehatan. Efisiensi bisa dilakukan di program pendukung saja," ujar politisi PDIP yang akrab disapa Mia, Minggu (16/2/2025).
Meskipun efisiensi anggaran berada di tangan eksekutif, DPRD berjanji akan mengawal kebijakan ini, termasuk melalui rapat koordinasi dengan Pemkot dalam waktu dekat guna memastikan pos anggaran mana saja yang akan dipotong.
"Meski mengikuti instruksi pusat, pemkot harus cerdas dalam pendekatan lokal agar pelayanan tetap optimal tanpa pemborosan," tambahnya.
Selain efisiensi, DPRD juga menuntut Pemkot Malang untuk memaksimalkan serapan Pendapatan Asli Daerah (PAD). Hal ini bertujuan agar tidak terlalu bergantung pada dana transfer dari pemerintah pusat.
"Program yang sebelumnya tertunda karena dana transfer tidak turun bisa ditutup dengan PAD," jelas Mia.
Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kota Malang, Suwarjana, memastikan bahwa program prioritas pendidikan tetap berjalan dan tidak akan terkena pemangkasan anggaran.
Program yang tetap dipertahankan antara lain:
Baca Juga: 39 Sekolah Rusak di Malang Segera Diperbaiki, Cek Sekolahmu
- Rehabilitasi sekolah.
- Bantuan Operasional Daerah (Bosda).
- Gaji dan insentif guru.
"Anggaran wajib pendidikan tidak terdampak. Besarannya masih sama," tegasnya.
Sebaliknya, efisiensi akan dilakukan pada kegiatan seremonial dan operasional, seperti:
- Pengadaan alat tulis kantor (ATK).
- Perjalanan dinas.
Meski belum bisa memastikan angka pemotongan anggaran di Disdikbud, Suwarjana memperkirakan pemangkasan hanya sekitar 5 persen.
"Maksimal hanya itu, karena sektor lain merupakan program wajib," pungkasnya.
Kontributor : Elizabeth Yati
Berita Terkait
-
39 Sekolah Rusak di Malang Segera Diperbaiki, Cek Sekolahmu
-
Demi Hemat Rp10 Miliar, Ratusan Mobil Dinas KPU Jatim Dikembalikan
-
LPG 3 Kg Langka? DPRD Kota Malang Siapkan Perda Batasi Pengguna
-
Efisiensi Anggaran: 6 Mobil Dinas Bawaslu Kabupaten Malang Ditarik
-
Stok Elpiji 3 Kg di Malang Ditambah 4 Persen Sambut Ramadan, Warga Tak Perlu Panik
Terpopuler
- OJK Respon Isu Dirut MNC Dicekal Usai Keterangan Kontroversial Jusuf Hamka
- 2 Sabun Cuci Muka Wardah Terbaik untuk Flek Hitam Usia 40 Tahun ke Atas
- Sepasang Sepatu Nike dari Manhattan dan Cerita di Balik Sosok Jenderal Maruli Simanjuntak
- Ini 3 Pilihan Terbaik HP Snapdragon Termurah dengan Layar AMOLED
- Lagu Runaway Menggema di SUGBK, Jadi Penutup Konser Kanye West di Jakarta
Pilihan
-
'Partai Mahasiswa' Serbia Guncang Eropa! Kalahkan Rezim Lewat Pemilu
-
Kebakaran Hutan di Toraja Utara Hanguskan Kuburan Leluhur
-
Prabowo Tak Takut Ancaman MSCI, OJK: Kita Tetap Usaha Jadi Emerging Market
-
Pasar Bergejolak, Kapan Waktunya Beli, Tahan, atau Jual Saham?
-
Aktivis Greenpeace: Kalau Rakyat Menanggung Semua Krisis Sendiri, Apa Kerja Pemerintah?
Terkini
-
Buntut Dibantai Persija 1-5, Arema FC Resmi Depak Marcos Santos
-
BRI Raih Apresiasi Menaker Atas Program Magang Nasional yang Terstruktur
-
Kongkalikong Kepala Unit, Mantri, hingga Perangkat Desa Bobol Bank BUMN di Kepanjen Rp2,7 Miliar
-
BRI Siapkkan Rp1 Triliun untuk Buyback Saham Tahap II, Ini Tujuannya
-
Modal Rp25 Juta Beli 5 Kg Ganja di Medsos, Petani Asal Malang Diciduk Polisi