SuaraMalang.id - Kota Malang telah menerima pagu awal sebanyak 1.063 calon jemaah haji (CJH) yang akan berangkat ke Tanah Suci pada tahun ini. Dari jumlah tersebut, 44 di antaranya merupakan jemaah berusia lanjut (lansia), dengan lansia termuda berusia 85 tahun dan tertua 97 tahun.
Hal ini disampaikan oleh Kepala Seksi Penyelenggaraan Haji dan Umrah (PHU) Kemenag Kota Malang, Ahmad Subhan, Minggu (12/1/2025).
“Untuk tahun ini, ada sebanyak 44 jemaah lansia. Kalau tahun kemarin, di tingkat Jawa Timur bahkan ada yang berusia hingga 109 tahun,” ujar Subhan.
Jumlah CJH lansia di Kota Malang dan secara nasional masih cukup banyak. Dari total sekitar 5 juta jemaah yang mengantre untuk berangkat, sebanyak 660 ribu di antaranya adalah lansia.
Lansia menjadi prioritas, terutama yang berusia antara 80 hingga 100 tahun, meskipun ada wacana pembatasan usia maksimal 90 tahun oleh pemerintah Arab Saudi.
“Prioritas diberikan kepada lansia, tetapi mereka tetap harus menunggu. Saat ini antrean haji di Kota Malang sekitar 35 tahun,” tambah Subhan.
Untuk memastikan keselamatan dan kenyamanan lansia, pemerintah telah memberlakukan berbagai kebijakan, termasuk skrining kesehatan melalui SISKOHAT Kesehatan dan kebijakan Murur di Tanah Suci.
Kebijakan Murur mencakup pengaturan lalu lintas jemaah saat ibadah di Mina dan lempar jumrah, sehingga lansia tidak perlu bermalam di lokasi tersebut.
“Kebijakan ini sudah diterapkan sejak tahun lalu dan terbukti efektif mengurangi risiko kesehatan bagi lansia,” jelas Subhan.
Baca Juga: Ojol Antar Makan Bergizi Gratis untuk Siswa SD di Malang, Menunya Apa Ya?
Selain itu, pendampingan oleh anggota keluarga yang telah memiliki porsi haji juga diperbolehkan. Pendamping diutamakan adalah anak atau menantu untuk memastikan lansia mendapatkan perhatian yang optimal.
Dengan kebijakan pendampingan dan Murur, tingkat kematian jemaah haji lansia tahun lalu mengalami penurunan signifikan.
Dari 800 kasus pada 2023 menjadi sekitar 300 pada 2024. Di Kota Malang sendiri, hanya satu hingga dua kasus kematian yang tercatat, jauh lebih sedikit dibandingkan tahun sebelumnya yang mencapai 10 kasus.
“Tahun kemarin alhamdulillah berjalan lancar. Kebijakan yang diterapkan berhasil menjaga kesehatan jemaah hingga kembali ke Tanah Air,” ungkap Subhan.
Subhan juga mendorong masyarakat untuk mendaftar haji sejak dini guna menghindari usia lanjut saat keberangkatan.
Dengan waktu tunggu yang panjang, pendaftaran di usia muda menjadi langkah bijak agar bisa menunaikan ibadah haji dengan kondisi fisik yang lebih prima.
Berita Terkait
-
Ojol Antar Makan Bergizi Gratis untuk Siswa SD di Malang, Menunya Apa Ya?
-
Seragam Gratis dan Ngombe Lanjut! Janji Walikota Malang Terpilih di Depan Warga Bumiayu
-
Renovasi Pasar Besar Malang: Anggaran Rp 250 Miliar dari Pusat, Pedagang Tak Dipungut Biaya
-
Viral! Top Up DANA Rp200 Ribu, Pria Ini Kabur Terekam CCTV di Malang
-
DPRD Malang Sidak Pajak Hiburan Malam, Kafe Nakal Jadi Sasaran?
Terpopuler
- Sepeda Dewasa Merek Apa yang Murah dan Awet? Ini 5 Pilihan Terbaik untuk Harian
- 7 Pilihan Lipstik yang Awet 12 Jam, Anti Pudar Terkena Air dan Minyak
- Begini Respons Kopassus Usai Beredar Isu Orang Istana Digampar Pangkopassus
- 5 Parfum Indomaret dengan Wangi Segar Tahan Lama, Cocok Dipakai saat Cuaca Panas
- 12 Promo Makanan Hari Kartini 2026, Diskon Melimpah untuk Rayakan Momen Spesial
Pilihan
-
Rugikan Negara Rp285 T, Eks Dirut Pertamina Patra Niaga Alfian Nasution Dituntut 14 Tahun Bui
-
Terungkap Jalur Gelap 10 Ton Pupuk Subsidi di Sumsel, Dijual ke Pihak Tak Berhak
-
Garap Kasus Haji, KPK Panggil Ustaz Khalid Basalamah Hari Ini
-
Merantau ke Kota Kecil, Danu Tetap Sulit Cari Kerja: Sampai Melamar Pawang Satwa
-
Purbaya Copot Febrio dan Luky dari Dirjen Kemenkeu
Terkini
-
Main Mata dengan Mafia BBM: SPBU di Malang Dihukum Puasa Pertalite Selama Sebulan
-
Memburu Joki di UTBK UM: Ketika Jejak Digital di Video MPLS Bongkar Siasat Licin Pelaku
-
Tak Bisa Lagi 'Ghosting' Pajak: Begini Cara Bapenda Malang Naikkan Pendapatan
-
Tangki Siluman di Kota Malang: Saat Subsidi Rakyat Berakhir di Jeriken Mafia BBM demi Cuan Haram
-
PPPK Kota Malang Bisa Bernapas Lega! Pemkot Jamin Tak Ada PHK Massal