- Organisasi PWI Malang Raya melaporkan pengacara Hotman Paris ke Polresta Malang Kota pada Selasa, 21 Juli 2026.
- Laporan tersebut dilayangkan karena Hotman Paris dianggap telah merendahkan martabat profesi wartawan dengan ucapan menghina.
- Polresta Malang Kota menyatakan akan memproses laporan resmi tersebut secara objektif sesuai dengan prosedur hukum yang berlaku.
SuaraMalang.id - Pengacara kondang, Hotman Paris Hutapea, dilaporkan organisasi PWI Malang Raya ke Polres Malang Kota buntut ucapannya yang dinilai telah merendahkan martabat wartawan.
Bagi PWI Malang Raya, ucapan Lu Punya Otak Ga" yang diucapkan Hotman Paris bukan sekadar letupan emosi, melainkan serangan telak terhadap martabat profesi yang dilindungi undang-undang.
Pada Selasa (21/7/2026), Ketua PWI Malang Raya, Cahyono, didampingi sejumlah pengurus PWI Malang Raya mendatangi Mapolresta Malang Kota. Ia membawa misi untuk menjaga marwah profesi jurnalis yang dianggap telah dilecehkan di muka publik.
Laporan resmi pun diterima oleh Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT) dengan nomor registrasi STTPM/1.411/VII/2026.
Cahyono menjelaskan bahwa langkah hukum ini diambil setelah pihaknya melakukan kajian mendalam. Kejadian yang bermula pada Jumat (17/7/2026) itu dinilai sebagai preseden buruk bagi kemitraan antara narasumber dan pers.
Menurut PWI, pertanyaan yang diajukan wartawan dalam video tersebut adalah bagian dari tugas mencari kebenaran. Menjawabnya dengan hinaan personal dianggap telah mencederai etika komunikasi publik.
"Ini adalah upaya kami untuk menjaga marwah profesi. Kerja-kerja pers dilindungi oleh undang-undang, dan setiap penghormatan terhadap profesi jurnalis adalah penghormatan terhadap demokrasi," tegas pihak PWI dalam keterangannya.
Kasi Humas Polresta Malang Kota, Ipda Lukman Sobhikin, membenarkan adanya pengaduan resmi tersebut. Ia menegaskan bahwa pihak kepolisian akan berdiri di tengah secara objektif dan profesional.
"Setiap laporan yang masuk akan diterima dan diproses sesuai prosedur. Kami akan melakukan verifikasi dan penyelidikan lebih lanjut untuk melihat apakah unsur-unsur pidananya terpenuhi," ujar Ipda Lukman.
Baca Juga: Dikira Rehat Saat Cari Nafkah, Sopir Truk Tebu di Malang Ditemukan Meninggal dalam Kabin
Berita Terkait
-
Dikira Rehat Saat Cari Nafkah, Sopir Truk Tebu di Malang Ditemukan Meninggal dalam Kabin
-
Miris! Atap Sekolah Disangga Bambu, Siswa SDN 2 Klepu Minta Tolong Bupati Malang
-
Polresta Malang Kota Bongkar 3,2 Kg Sabu dan Ribuan Ekstasi Jaringan DPO
-
109 PPPK Paruh Waktu di Pemkot Malang Diupayakan Naik Kelas Jadi Penuh Waktu
Terpopuler
- KBRI Kuala Lumpur Digeruduk, Warga Malaysia Desak Prabowo Buka Nama Perusahaan Terlibat Karhutla
- Gunung Anak Krakatau Meletus Abu Membubung 15 Km, BMKG Jepang Pantau Ancaman Tsunami
- Daftar Shio yang Paling Berpotensi Jadi Pengusaha Sukses
- Harga Sepatu Skechers Original, Cek 5 Pilihan Terbaik untuk Jalan dan Lari
- 5 Manfaat Air Mawar untuk Wajah dan Kulit yang Menarik Diketahui
Pilihan
-
Warga Serbu Pasar Asemka Cari Masker, Pedagang: Stok KF95 Kosong Sejak Kemarin!
-
Siswa TK sampai SMA di Jakarta dan Tangerang Raya PJJ Sampai Rabu 9 September
-
Episode Erupsi Gunung Anak Krakatau Berakhir, Kata Badan Geologi
-
Abu Vulkanik Krakatau Meningkat, Operasional Bandara Soetta Berhenti hingga Pukul 6 Sore
-
Kedutaan Besar Negara Asing Keluarkan Peringatan untuk Warganya Pasca Erupsi Anak Krakatau
Terkini
-
Polres Malang Sapu Bersih 1.770 Botol Miras dari 30 Kecamatan
-
BRI Dorong Generasi Muda Kelola Penghasilan untuk Bangun Aset Masa Depan
-
Beri Apresiasi untuk Nasabah, BRI Hadirkan Promo Spesial di Hari Pelanggan Nasional 2026
-
Tergiur Cuan Instan di Telegram, Bendahara RW di Malang Serahkan Rp126 Juta Kas Warga ke Penipu
-
Warga Malang Hadapi Harga BBM Baru: Pertalite Jadi Primadona, Antrean Mengular hingga Stok Ludes