SuaraMalang.id - Warganet di Kota Batu, Jawa Timur, baru-baru ini digemparkan oleh sebuah video yang memperlihatkan aktivitas penimbunan sampah di dalam area Stadion Brantas.
Video yang diunggah oleh akun @agussusanto di platform media sosial TikTok pada Rabu (17/4/2024), menunjukkan keberadaan sebuah alat berat di samping lubang galian yang besar, serta beberapa orang terlihat membawa tas kresek berisi sampah menuju lubang tersebut.
Kondisi ini menarik perhatian publik mengingat adanya dugaan sampah tersebut akan dikuburkan, sebuah metode yang dianggap tidak lazim dan berpotensi berbahaya.
Lokasi Stadion Brantas, yang sebelumnya digunakan sebagai tempat relokasi pedagang pasar pagi, diketahui memiliki masalah pengelolaan sampah yang belum terselesaikan.
Ketika dihubungi, Kepala Bidang Pengelolaan Persampahan dan Pengelolaan Limbah Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Batu, Vardian Budi Santoso, enggan memberikan keterangan dan menyarankan untuk berbicara langsung dengan Kepala Dinas.
Sementara itu, Kepala DLH Kota Batu, Muji Dwi Leksono, juga belum dapat memberikan klarifikasi mengenai situasi tersebut.
Bayu Sakti, seorang pegiat lingkungan dari Kota Batu yang juga anggota Masyarakat Konservasi Tanah dan Air (MKTI) Jawa Timur, menyatakan keprihatinannya terhadap metode penimbunan sampah yang terlihat di video.
“Penimbunan sampah tanpa pemilahan dan hanya dibungkus dengan plastik adalah metode yang tidak sesuai dengan pedoman pengelolaan sampah yang baik," ujar Bayu, kAmis (18/4/2024).
Ia menambahkan bahwa sampah plastik yang sulit terurai dan sampah organik yang dikubur dapat mencemari air tanah, terutama karena lokasi Stadion Brantas yang strategis dan dekat dengan pemukiman warga.
Bayu mengingatkan bahwa setiap kegiatan pengelolaan sampah harus dilakukan dengan pertimbangan yang matang dan sesuai dengan regulasi yang berlaku.
“Penimbunan sampah seharusnya dilakukan setelah dilakukan seleksi lokasi yang memenuhi kriteria, untuk menghindari dampak negatif yang lebih luas," tuturnya.
Polemik ini menunjukkan pentingnya transparansi dan kepatuhan terhadap standar pengelolaan lingkungan yang berlaku, di tengah meningkatnya kesadaran publik terhadap isu lingkungan hidup.
Otoritas setempat diharapkan segera menanggapi dan mengambil langkah-langkah yang tepat untuk mengatasi masalah ini agar tidak berescalasi menjadi isu lingkungan yang lebih besar.
Kontributor : Elizabeth Yati
Tag
Berita Terkait
-
Jalur Ambulans Jadi Parkir Liar, Dishub Kota Batu Bertindak
-
Jalur Alternatif Klemuk Berhasil Turunkan Insiden Rem Blong Selama Lebaran 2024
-
Libur Lebaran, Pengunjung Desa Wisata di Kota Batu Naik 60 Persen
-
Lebaran 2024, Perputaran Ekonomi di Kota Batu Diperkirakan Capai Rp200 Miliar
-
Pemkot Batu Mulai Bongkar Bangunan Bekas Pasar Relokasi di Kawasan Stadion Brantas
Terpopuler
- Masuk Red Notice Interpol, Erick Soedjasa Ditangkap Bareskrim di Bandara Juanda
- Skandal Biksu Thailand Viral: Dana Kuil Rp46 M Raib, Emas 16 Kg Disita hingga Rekaman Tak Senonoh
- Arti Weton Bumi Kapetak Menurut Primbon Jawa: Karakter Tangguh dan Tahan Banting Menuju Sukses
- Berapa Harga Oven Mini? Cek 9 Rekomendasi Merek Berkualitas dan Kisarannya
- 8 Cara Mudah Membersihkan Panci Gosong dan Berkerak agar Kembali Kinclong
Pilihan
-
Cucu Diduga Bunuh Nenek di Palembang, Pelarian Pelaku Hanya Bertahan 50 Menit
-
Pakar UNS Soroti Pemangkasan Anggaran Kebencanaan: Negara Kita Suka Kejadian Dulu Baru Dikaji!
-
Catat! Jadwal Resmi Timnas Indonesia di FIFA ASEAN Cup 2026: Lawan Malaysia di SUGBK
-
Rp11 Triliun Disiapkan untuk Isi Rekening Massal, Seorang Dapat Berapa?
-
Harusnya Bisa Kenyang dan Sehat, 230 Siswa di Pati Malah Keracunan Usai Santap MBG
Terkini
-
Holding UMi 5 Tahun, dari Akses Menuju Kesejahteraan
-
Audiensi Berujung Ricuh: Anggota DPRD Malang Masuk RS Usai Diseruduk Warga
-
Mudahkan Transaksi dan Remitansi PMI, BRImo Taiwan Raih Anugerah Inovasi Indonesia 2026
-
Insiden Kampus UB Malang: Mahasiswa FK Jatuh dari Lantai Enam, Polisi Telusuri Motif
-
Tak Gentar Jalan Berlumpur, Kepala Unit BRI Jemput Pelaku UMKM di Pelosok Rantau Prapat