SuaraMalang.id - Pelatih Arema FC, Widodo Cahyono Putro, mengungkapkan rasa kekecewaannya menyusul hasil buruk yang diperoleh timnya dalam beberapa pertandingan terakhir di Liga 1 2023/2024.
Arema FC, yang belum memetik kemenangan dalam empat laga terakhir, mengalami tiga kekalahan beruntun, membuat upaya mereka untuk keluar dari zona degradasi semakin sulit.
Menghadapi PSS Sleman baru-baru ini, Widodo Cahyono Putro menyatakan bahwa timnya telah menciptakan banyak peluang, namun gagal memanfaatkannya menjadi kemenangan.
"Di laga terakhir kami banyak menciptakan peluang, tapi tidak bisa memenangkan pertandingan. Saya berharap di pertandingan selanjutnya, meskipun peluangnya sedikit, asalkan bisa dimanfaatkan dengan maksimal," ungkap Widodo.
Dalam tiga pertandingan terakhir, Arema FC kebobolan sembilan gol, sementara hanya mampu mencetak lima gol. Kondisi pertahanan yang rapuh menjadi fokus utama dalam evaluasi tim.
"Tentunya setiap pertandingan ada kelemahan dan kelebihan. Itu yang menjadi evaluasi kami, dan saya berharap kekurangan di laga sebelumnya bisa teratasi di pertandingan berikutnya," tambah Widodo.
Dengan hanya tiga laga tersisa di musim ini, dan jadwal pertandingan yang padat, Arema FC menghadapi tantangan besar.
Namun, Widodo masih menyimpan optimisme bahwa timnya dapat mempertahankan posisi di Liga 1.
"Masih ada tiga pertandingan sisa, jangan patah semangat, terus berjuang sampai akhir," tegasnya.
Kondisi saat ini menuntut Arema FC untuk meningkatkan performa dan memanfaatkan setiap kesempatan yang ada agar dapat bertahan di kasta tertinggi sepak bola Indonesia.
Kontributor : Elizabeth Yati
Berita Terkait
-
Tiga Laga Terakhir Lawan Tim-tim Besar, Arema FC Masih Ngotot Ogah Degradasi
-
Kalah Tiga Kali Beruntun, Ada yang Salah di Lini Pertahanan Arema FC
-
Kesalahan Strategi Membuat Arema FC Kian Terperosok di Zona Degradasi BRI Liga 1
-
Arema FC Terus Terperosok di Zona Degradasi, Begini Kata WCP
-
PSS Sleman Makin Pede Bertahan di BRI Liga 1 Usai Hancurkan Arema FC
Terpopuler
- Kinerja Tim Komunikasi Buruk, Prabowo Diingatkan Segera Reshuffle Seskab Teddy hingga Kapolri
- Desil Mendadak Melonjak, Warga Jogja Terancam Kehilangan Bansos
- Lawan Pernyataan Eki Pitung, Pemuda Kaum Betawi Percaya dengan Warga Pati yang Demo 27 Agustus
- 3 Rice Cooker untuk Nasi Tahan 2 Hari dan Tidak Lengket Sesuai Klaim
- Anggaran Bencana Tak Ditemukan, Istana Malah Beli Merpati Rp305 Juta untuk Perayaan HUT ke-81 RI
Pilihan
-
KPK Tangkap Rektor Unsoed Akhmad Sodiq Terkait Dugaan Suap Penerimaan Mahasiswa Baru
-
Geger Sekaten Solo: Keributan Pecah, Adu Dorong hingga Ada yang Dipukul di Bangsal Pagongan
-
Terputus Komunikasi Pasca Gempa, Mahasiswa NTT di Jogja Bergantung Bantuan Warga untuk Bertahan
-
Polwan Ditarik Mundur, Aksi BEM UI di Menara UOB Berujung Saling Dorong dengan Aparat
-
Gaji Manajer Kopdes Merah Putih Rp7,8 Juta per Bulan Viral, Benarkah Batal Rp16 Juta?
Terkini
-
Penggerebekan di Lawang: Polisi Temukan Ribuan Ekstasi Tersembunyi dalam Boneka
-
BRI Group Raih Pengakuan Internasional, Hery Gunardi Sabet Gelar Best CEO
-
BRI Perkuat Transformasi Digital Bisnis lewat Tampilan Baru Qlola New Skin
-
BRI Dorong Integrasi Ekosistem Emas untuk Perkuat Keuangan Nasional
-
131 Lokasi Serentak, BRI KKB National Expo Perkuat Akses Pembiayaan Kendaraan dan Raih Rekor MURI