SuaraMalang.id - Langkah Ketua Umum PDI Perjuangan, Megawati Soekarnoputri, untuk terlibat sebagai amicus curiae atau sahabat pengadilan dalam perselisihan hasil Pemilihan Umum (PHPU) Pilpres 2024, dinilai tidak tepat oleh Wakil Ketua Tim Pembela Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming Raka, Otto Hasibuan.
Penilaian tersebut disampaikan Otto saat berbicara dengan wartawan di Gedung Mahkamah Konstitusi (MK), Jakarta, Selasa (16/4/2024).
Menurut Otto, amicus curiae seharusnya merupakan pihak yang independen dan tidak terlibat dalam perkara yang sedang dihadapi.
“Amicus curiae biasanya dilakukan oleh pihak-pihak yang independen seperti akademisi dan lain-lain, yang tidak partisan dan tidak terikat pada siapa pun dalam perkara ini," jelas Otto.
Otto menambahkan bahwa posisi Megawati sebagai pihak yang berperkara dalam gugatan yang diajukan pasangan calon Ganjar-Mahfud membuat statusnya sebagai amicus curiae menjadi tidak sesuai.
“Jadi, kalau Ibu Mega merupakan pihak dalam perkara ini, maka itu menurut saya tidak tepat sebagai amicus curiae,” ungkapnya.
Meskipun memiliki pendapat tersebut, Otto tidak ingin berspekulasi lebih jauh mengenai apakah tindakan Megawati akan diterima oleh MK.
"Ini semua tergantung pada Mahkamah Konstitusi," pungkasnya, menegaskan bahwa keputusan akhir berada di tangan lembaga peradilan tersebut.
Kontributor : Elizabeth Yati
Berita Terkait
-
PAN Kasih Syarat Kalau PPP Mau Gabung Koalisi: Beri Selamat ke Prabowo-Gibran
-
THN AMIN Minta Kubu Prabowo-Gibran Jangan Euforia Dulu: Bisa Jadi Keputusan KPU Dibatalkan MK
-
Sekjen PDIP: Pemilu 2024 Mirip Kombinasi Pemilu 1971 dan 2009
-
Satu Dekade Jadi Oposisi, Masyarakat Ingin PKS di Luar Pemerintahan Prabowo-Gibran
-
Rekapitulasi Suara di 31 Provinsi Selesai, Prabowo-Gibran Unggul
Terpopuler
- 7 HP Midrange Serasa Flagship 2026: Spesifikasi Premium dan Performa Juara
- 3 HP Android dengan Kualitas Kamera Selevel iPhone 17 Pro Max, Cocok untuk Bikin Konten
- 4 Sepatu Nike Tanpa Tali Serbaguna: Nyaman untuk Olahraga, Praktis buat Jalan Santai
- Danantara Sumberdaya Indonesia Batal Beroperasi Penuh, Pemerintah Mundurkan Skema Ekspor SDA di 2027
- Gugurkan Klaim Santriwati 'Hamil Tanpa Hubungan Badan', Polisi Tangkap Kiai di Pekalongan
Pilihan
-
Israel Bombardir Lebanon, 74 Warga Jadi Korban Satu Keluarga Tewas Saat Kabur
-
AS-Iran Kembali Sepakati Gencatan Senjata, Harga Minyak Stabil di USD 90
-
Skandal! Jaksa AS Selidiki FIFA, Penjualan Tiket Piala Dunia 2026 Diduga Bermasalah
-
Live 'Pocong Jadi-Jadian' Hebohkan Warga Sragen, 3 Pelajar Diamankan Polisi
-
Bos Nvidia Serobot Antrean Jagung Bakar dengan Traktir Semua Pembeli, Egois atau Dermawan?
Terkini
-
Lebih dari 8 Ribu Penumpang Padati Terminal Arjosari Malang Saat Idul Adha
-
Pemkot Malang Siapkan Skenario Gabungkan 23 Kampung Tematik Jadi Surga Wisata
-
Alasan Keselamatan, Pemkot Malang Serahkan Pengelolaan Jalur Perlintasan Kereta ke KAI
-
Serbuan Penumpang di Libur Iduladha: 5.460 Penumpang Padati Stasiun Malang
-
Ledakan Petasan di Singosari Malang Hanguskan Rumah dan Lukai Balita