- Pemkot Malang akan meluncurkan program angkutan pelajar gratis menggunakan armada angkot mulai tahun ajaran baru Juli 2026.
- Dinas Perhubungan menetapkan skema pembayaran Biaya Operasional Kendaraan per kilometer bagi 66 sopir angkot yang berpartisipasi.
- Program ini bertujuan meringankan beban ekonomi keluarga dan menyediakan akses transportasi publik hingga ke gerbang sekolah.
SuaraMalang.id - Mulai tahun ajaran baru 2026/2027 atau pertengahan Juli mendatang, deretan angkutan kota (angkot) legendaris Malang akan bertransformasi menjadi armada penyelamat bagi para pelajar.
Pemerintah Kota (Pemkot) Malang tengah mematangkan program Angkutan Pelajar Gratis. Langkah ini diharapkan menjadi solusi ganda meringankan beban ekonomi keluarga sekaligus menghidupkan kembali denyut nadi transportasi publik yang kian meredup.
Wali Kota Malang, Wahyu Hidayat, memastikan bahwa payung hukum program ini sedang dalam tahap finalisasi.
"Peraturan Wali Kota untuk harmonisasi sudah disetujui. Dalam waktu dekat, tepatnya saat tahun ajaran baru, program ini siap beroperasi," tegasnya, Senin (6/7/2026).
Berbeda dengan bus sekolah konvensional yang jumlahnya terbatas, program ini justru merangkul transportasi lokal, yakni para sopir angkot.
Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Malang, Widjaja Saleh Putra, mengungkapkan bahwa pihaknya sedang melakukan kerja maraton untuk mematangkan SOP operasional.
Skemanya sopir angkot tidak lagi dibiarkan mengejar setoran dengan cara konvensional. Mereka akan dibayar melalui Biaya Operasional Kendaraan (BOK) yang dihitung per kilometer, saat ini diproyeksikan di angka Rp6.700 per km. Angka ini masih digodok agar adil bagi semua pihak.
Salah satu terobosan besar dalam program ini adalah fleksibilitas rute. Selama ini banyak sekolah yang tidak terjamah transportasi umum, kini angkot-angkot tersebut akan blusukan hingga ke depan gerbang sekolah yang selama ini sulit dijangkau.
"Kami memproyeksikan unit angkutan ini masuk ke lokasi sekolah yang selama ini belum dilalui transportasi umum. Contohnya seperti SMP Negeri 23, angkutan kami arahkan masuk ke sana," jelas Widjaja.
Baca Juga: Bayi Ditemukan Tewas di Saluran Air Malang dengan Tali Pusar Masih Menempel
Gayung pun bersambut. Organisasi Angkutan Darat (Organda) Kota Malang menyambut hangat inisiatif ini. Sebanyak 66 sopir angkot dari empat koperasi paguyuban sudah bersiap mengambil bagian dalam misi sosial ini.
Sekretaris Organda Kota Malang, Purwono Tjokro Darsono, menjelaskan mekanisme pembayaran akan dilakukan secara transparan melalui koperasi.
"Setelah beroperasi selama 30 hari, koperasi akan melakukan penagihan ke Dishub. Setelah cair, barulah dibayarkan kepada para anggota," ujarnya. (ANTARA)
Berita Terkait
Terpopuler
- Dapat Warisan PR Karhutla, Menko Polkam Dudung Siap Terjun Langsung ke Lokasi
- 4 Rekomendasi Pelembap Viva untuk Kulit Kering, Bantu Perbaiki Skin Barrier
- Aliran Minyak di Selat Hormuz Sudah Normal, Mengapa Harga BBM Masih Mahal?
- Selamat Tinggal Kevin Diks, Cabut Lebih Cepat dari Skuad Timnas Indonesia Usai Juara
- 8 Sneakers Lokal Paling Nyaman dan Modis untuk Gaya Harian, Mulai Rp200 Ribuan
Pilihan
-
Polisi Dalami Dugaan Pemalsuan Suket Pendidikan Gibran
-
PDI Perjuangan: Gibran Lebih Baik Mundur dari Wapres
-
Satgas PKH Pamer Tumpukan Duit Rp13 Triliun Hasil Penyelamataan Keuangan Negara di Hadapan Prabowo
-
Nama Puan Disebut Jadi Pengganti Gibran, Begini Respons Ketua DPR
-
Disaksikan Andi Gani dan Perwakilan Buruh, DPR Resmi Sahkan RUU Perlindungan Ketenagakerjaan Jadi UU
Terkini
-
Nasib Tragis Mantan Kepala SMPN 18 Malang: Dicopot Jabatan Kini Kasusnya Naik Penyidikan
-
Lewat BRILink Agen, BRI Dorong Inklusi Keuangan Warga Pelangiran di Wilayah Perairan Provinsi Riau
-
PELOPOR BRI 2026 Perkuat Komitmen BRI Bangun Ekosistem Antikorupsi
-
Motor Mahasiswa Raib 'Distep' Maling, Pelaku Kena Jebak Pas Mau COD
-
BRI Peduli Sahabat Disabilitas Dorong Kesempatan Kerja Setara lewat Pelatihan