SuaraMalang.id - Tiga anak asal Sumedang, Jawa Barat, yang menjadi korban Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO) dan dipekerjakan sebagai pekerja seks komersial (PSK) melalui aplikasi MiChat di Situbondo, kini menjalani rehabilitasi.
AKP Momon Suwito Pranoto, Kasatreskrim Polres Situbondo, menyatakan setelah terlibat dalam kasus perdagangan manusia, ketiga korban tersebut langsung ditangani oleh tim TPPO Kabupaten Situbondo yang terdiri dari Polres, Dinas Sosial (Dinsos) dan DP3AP2KB.
Ketiga korban, yang merupakan anak di bawah umur, telah dikirim ke Balai Pelayanan dan Rehabilitasi Sosial Penyandang Masalah Kesejahteraan Sosial (PMKS) di Kantor Dinas Sosial Pemprov Jatim.
"Sebelum dikirim ke balai tersebut, mereka juga menerima trauma healing di Rumah Aman Dinsos Kabupaten Situbondo," kata Momon, Sabtu (16/12/2023).
Momon menambahkan bahwa ketiga korban tidak hanya menjalani trauma healing, tetapi juga diwajibkan mengikuti berbagai pendidikan dan pelatihan keterampilan.
Tujuannya adalah agar mereka memiliki bekal keterampilan yang cukup ketika kembali ke rumah masing-masing.
Kasus prostitusi online yang terjadi di salah satu hotel di Situbondo ini terungkap pada Minggu, 3 Desember 2023.
Dalam operasi tersebut, tim Satreskrim Polres Situbondo tidak hanya menyelamatkan tiga remaja putri berinisial NR (15), NH (14), dan LR (17) asal Sumedang, Jawa Barat, tetapi juga mengamankan dua pria yang diduga sebagai operator aplikasi MiChat yang terlibat dalam kasus ini.
Kontributor : Elizabeth Yati
Baca Juga: Pekerja Bangunan Tewas Tersengat Listrik Saat Pemasangan Galvalum
Berita Terkait
-
Pekerja Bangunan Tewas Tersengat Listrik Saat Pemasangan Galvalum
-
Nur Faidah Kehilangan Rp 25 Juta Usai Tokonya Digeledah Satpol PP, Polisi Turun Tangan
-
Baru 5 Bulan Nikah, Seorang Istri Dianiaya Suami karena Masalah Ekonomi
-
Mobil Dinas Situbondo Terlibat Kecelakaan di Tol Paspro
-
Usai Digeledah Petugas, Warga Situbondo Justru Kehilangan Uang Rp 25 Juta
Terpopuler
- Kinerja Tim Komunikasi Buruk, Prabowo Diingatkan Segera Reshuffle Seskab Teddy hingga Kapolri
- Desil Mendadak Melonjak, Warga Jogja Terancam Kehilangan Bansos
- Lawan Pernyataan Eki Pitung, Pemuda Kaum Betawi Percaya dengan Warga Pati yang Demo 27 Agustus
- 3 Rice Cooker untuk Nasi Tahan 2 Hari dan Tidak Lengket Sesuai Klaim
- Anggaran Bencana Tak Ditemukan, Istana Malah Beli Merpati Rp305 Juta untuk Perayaan HUT ke-81 RI
Pilihan
-
KPK Tangkap Rektor Unsoed Akhmad Sodiq Terkait Dugaan Suap Penerimaan Mahasiswa Baru
-
Geger Sekaten Solo: Keributan Pecah, Adu Dorong hingga Ada yang Dipukul di Bangsal Pagongan
-
Terputus Komunikasi Pasca Gempa, Mahasiswa NTT di Jogja Bergantung Bantuan Warga untuk Bertahan
-
Polwan Ditarik Mundur, Aksi BEM UI di Menara UOB Berujung Saling Dorong dengan Aparat
-
Gaji Manajer Kopdes Merah Putih Rp7,8 Juta per Bulan Viral, Benarkah Batal Rp16 Juta?
Terkini
-
Penggerebekan di Lawang: Polisi Temukan Ribuan Ekstasi Tersembunyi dalam Boneka
-
BRI Group Raih Pengakuan Internasional, Hery Gunardi Sabet Gelar Best CEO
-
BRI Perkuat Transformasi Digital Bisnis lewat Tampilan Baru Qlola New Skin
-
BRI Dorong Integrasi Ekosistem Emas untuk Perkuat Keuangan Nasional
-
131 Lokasi Serentak, BRI KKB National Expo Perkuat Akses Pembiayaan Kendaraan dan Raih Rekor MURI