Riki Chandra
Rabu, 18 Februari 2026 | 20:16 WIB
Ilustrasi beras di Bulog. [ANTARA FOTO/Hafidz Mubarak A/rwa]
Baca 10 detik
  • Konsumsi beras Ramadhan diprediksi naik 25 persen.
  • Stok beras Kota Malang aman hingga 10 bulan.
  • Pemkot intensifkan Gerakan Pangan Murah selama Ramadhan.

SuaraMalang.id - Pemerintah Kota (Pemkot) Malang mengintensifkan Gerakan Pangan Murah di Kota Malang menjelang Ramadhan 1447 H. Langkah ini diambil untuk mengantisipasi lonjakan konsumsi beras yang diperkirakan meningkat hingga 25 persen dibandingkan hari biasa selama Ramadhan 1447 H.

Kebijakan penguatan Gerakan Pangan Murah tersebut difokuskan agar masyarakat di Kota Malang dapat memperoleh harga beras terjangkau di tengah meningkatnya kebutuhan bahan pokok saat Ramadhan 1447 H. Intensifikasi program ini juga dilakukan sebagai bagian dari pengendalian pasokan dan distribusi beras di pasar.

Kepala Bidang Ketahanan Pangan Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (Dispangtan) Kota Malang, Elfiatur Roikhak, menyebut peningkatan konsumsi selama Ramadhan 1447 H merupakan tren tahunan. Karena itu, Gerakan Pangan Murah diperkuat guna menjaga stabilitas harga dan memastikan ketersediaan beras di Kota Malang tetap aman.

"Kami sebenarnya sudah menyelenggarakan GPM dan saat Ramadhan diintensifkan supaya masyarakat bisa mudah menjangkau (membeli) beras. Kalau secara tren memang ada peningkatan, prediksinya 25 persen," kata Elfiatur, Rabu (18/2/2026).

Ia menjelaskan, kenaikan konsumsi beras dipengaruhi sejumlah faktor. Selain kebutuhan memasak untuk berbuka puasa dan sahur, masyarakat juga menjalankan tradisi megengan yang turut mendorong peningkatan permintaan beras.

Berdasarkan data Dispangtan Kota Malang, konsumsi beras masyarakat setiap tahun mencapai 60 ribu ton. Rata-rata kebutuhan per bulan sekitar 5.000 ton. Sementara itu, stok beras yang tersedia di pasar saat ini tercatat sekitar 75.667,83 ton.

"Kami juga sudah berkoordinasi dengan Perum Bulog, stok beras masih ada 500 ton dan bisa untuk 10 bulan lebih," ucap dia.

Selain menggandeng Bulog, Pemkot Malang juga berkoordinasi dengan sejumlah daerah sentra produksi beras di Jawa Timur guna menjaga kelancaran rantai pasok ke Kota Malang selama Ramadhan.

Mengacu pada Surat Keputusan Kepala Badan Pangan Nasional Nomor 299 Tahun 2025 tentang Penetapan Harga Eceran Tertinggi Beras, HET untuk wilayah Jawa, Lampung, dan Sumatera Selatan ditetapkan sebesar Rp13.500 per kilogram untuk beras medium dan Rp14.900 per kilogram untuk beras premium.

"Kami minta pelaku usaha membuat komitmen untuk menjual sesuai HET," ujar dia.

Melalui intensifikasi Gerakan Pangan Murah ini, Pemkot Malang berharap lonjakan konsumsi beras selama Ramadhan 1447 H hingga H+7 tetap terkendali dan harga beras di Kota Malang stabil sesuai ketentuan yang berlaku. (Antara)

Load More