Sebelum pandemi Covid-19, hampir setiap rumah warga di KWJ menjadi warung makanan, minuman ataupun oleh-oleh.
Perputaran uang pun terjadi waktu itu. Penjual yang sebagian besar ibu-ibu itu bahagia. Mereka punya tambahan uang bagi kebutuhan keluarganya.
Namun, saat ini warung-warung tersebut sebagian besar tutup. Hanya ada etalase yang menampakkan oleh-oleh, namun pintunya tertutup.
"Keluhan mereka ya itu mas pengunjung sepi itu jualan kulak, tapi yang beli gak ada. Akhirnya tutup," kata dia.
Namun, saat Suara.com menelusuri KWJ, terdapat salah satu warung makanvn dan minuman yang masih buka dan bertahan di tengah sepinya pengunjung.
Pemilik warung Siti Aminah membenarkan memang sejak pandemi Covid-19 tutup hingga buka lagi, keuntungan dari tokonya tidak bisa diharapkan untuk menambah biaya sehari-hari keluarganya.
"Ya untuk muter saja mas ini keuntungannya saat ini. Jual terus kulakan. Tapi gak bisa ada untungnya," tutur dia.
Siti mengaku tetap membuka warungnya yang dibangun sejak hadirnya KWJ, karena banyak titipan barang dagangan dari orang lain.
"Lah ini es krim nitip saya. Terus banyak lagi kayak jajan-jajan itu ya titip saya. Jadi saya tetap buka," ujarnya.
Baca Juga: Pemkot Malang Kembali Siap Gelar PTM mulai 14 Maret 2022
Dia pun kini hanya berharap pembelian dari warga sekitar saja yang membeli rokok, ataupun sekadar membeli es krim ataupun kebutuhan sembako.
"Perbandingannya ya mas. Waktu dulu itu saya bisa Rp 150 ribu sampai Rp 300 ribu bisa. Sekarang Rp 50 ribu itu bagus," ujarnya.
Sementara itu, oleh-oleh seperti kaos dan gantungan kunci hingga tongkat selfie kini dijualnya dengan harga murah. Dia rela tidak mendapat keuntungan.
"Saya modalnya kaos itu khas KWJ saya modalnya per kaos Rp 55 ribu sekarang kalau ada yang beli Rp 55 ribu saya lepas," ujarnya.
Sayangnya oleh-oleh tersebut tidak berkurang. Masih berjejer rapi. Bahkan untuk beberapa peralatan handphone yang dijualnya kini berdebu.
"Tapi kalau ada yang beli saya bersihkan," katanya menegaskan.
Berita Terkait
-
Pemkot Malang Kembali Siap Gelar PTM mulai 14 Maret 2022
-
Longsor Susulan Terjadi di Tebing Lawang Malang, BPBD: Lahan Pertanian Tertimbun
-
Kemarin, Korban Banjir Bandang di Lawang Ditemukan Tewas hingga Arema FC Kalah dari Persib
-
Banjir Bandang Susulan Menerjang Lawang Kabupaten Malang
-
Waspada! Ada Satu Titik Potensi Longsor Susulan di Tol Pandaan-Malang
Terpopuler
- Masuk Red Notice Interpol, Erick Soedjasa Ditangkap Bareskrim di Bandara Juanda
- Skandal Biksu Thailand Viral: Dana Kuil Rp46 M Raib, Emas 16 Kg Disita hingga Rekaman Tak Senonoh
- Arti Weton Bumi Kapetak Menurut Primbon Jawa: Karakter Tangguh dan Tahan Banting Menuju Sukses
- Berapa Harga Oven Mini? Cek 9 Rekomendasi Merek Berkualitas dan Kisarannya
- 8 Cara Mudah Membersihkan Panci Gosong dan Berkerak agar Kembali Kinclong
Pilihan
-
Cucu Diduga Bunuh Nenek di Palembang, Pelarian Pelaku Hanya Bertahan 50 Menit
-
Pakar UNS Soroti Pemangkasan Anggaran Kebencanaan: Negara Kita Suka Kejadian Dulu Baru Dikaji!
-
Catat! Jadwal Resmi Timnas Indonesia di FIFA ASEAN Cup 2026: Lawan Malaysia di SUGBK
-
Rp11 Triliun Disiapkan untuk Isi Rekening Massal, Seorang Dapat Berapa?
-
Harusnya Bisa Kenyang dan Sehat, 230 Siswa di Pati Malah Keracunan Usai Santap MBG
Terkini
-
Holding UMi 5 Tahun, dari Akses Menuju Kesejahteraan
-
Audiensi Berujung Ricuh: Anggota DPRD Malang Masuk RS Usai Diseruduk Warga
-
Mudahkan Transaksi dan Remitansi PMI, BRImo Taiwan Raih Anugerah Inovasi Indonesia 2026
-
Insiden Kampus UB Malang: Mahasiswa FK Jatuh dari Lantai Enam, Polisi Telusuri Motif
-
Tak Gentar Jalan Berlumpur, Kepala Unit BRI Jemput Pelaku UMKM di Pelosok Rantau Prapat