- Polisi sita tiga kilogram bubuk mercon siap edar.
- Tersangka ditangkap tanpa perlawanan di rumahnya Poncokusumo.
- Pengungkapan bagian Operasi Pekat Semeru 2026 Ramadan.
SuaraMalang.id - Pengungkapan peredaran bubuk mercon kembali terjadi di wilayah Kabupaten Malang, Jawa Timur (Jatim). Kali ini, Polres Malang mengamankan 3 kilogram bubuk mercon yang diduga hendak diedarkan secara bebas di Kecamatan Poncokusumo.
Seorang pria berinisial BP (32) ditangkap aparat kepolisian di kediamannya tanpa perlawanan. Kasus bubuk mercon ini mencuat setelah Polres Malang menerima laporan masyarakat terkait dugaan aktivitas penjualan bahan peledak yang meresahkan warga Poncokusumo.
Kasi Humas Polres Malang, AKP Bambang Subinajar, mengungkapkan bahwa penggerebekan dilakukan pada Rabu (25/2/2026) di rumah BP yang berada di Dusun Ngadireso RT 08 RW 02 Desa Ngadireso, Kecamatan Poncokusumo, Kabupaten Malang. Dari lokasi tersebut, petugas menemukan bubuk mercon yang telah siap edar.
“Kami mendapat informasi adanya seseorang yang menjual bahan peledak jenis bubuk mercon. Setelah dilakukan penyelidikan, petugas mengarah kepada tersangka BP dan langsung melakukan penangkapan di rumahnya,” ujar AKP Bambang Subinajar, dikutip dari BeritaJatim, Jumat (27/2/2026).
Dari hasil pemeriksaan awal, BP diduga membuat sekaligus menguasai bahan peledak tersebut untuk diperjualbelikan tanpa izin resmi. Aktivitas itu dinilai berbahaya karena berpotensi menimbulkan ledakan yang dapat mengancam keselamatan masyarakat sekitar.
Selain menyita sekitar 3 kilogram bubuk petasan, petugas juga mengamankan enam ikat sumbu mercon dan satu unit telepon genggam yang diduga digunakan sebagai sarana transaksi. Seluruh barang bukti kini diamankan untuk kepentingan penyidikan lebih lanjut.
“Dari tangan tersangka kami amankan kurang lebih 3 kilogram bubuk mercon yang sudah jadi. Bahan peledak ini sangat berbahaya dan berisiko menimbulkan korban apabila disalahgunakan,” tegas AKP Bambang Subinajar.
Pengungkapan kasus ini merupakan bagian dari pelaksanaan Operasi Pekat Semeru 2026 yang digelar untuk menjaga situasi keamanan dan ketertiban masyarakat selama Ramadan hingga menjelang Idulfitri.
Polisi juga masih mendalami kemungkinan adanya jaringan lain yang terlibat maupun daftar pembeli yang pernah bertransaksi dengan tersangka dalam kasus bubuk mercon ini.
“Motifnya untuk dijual kembali guna mendapatkan keuntungan. Kami masih melakukan pengembangan untuk mengetahui apakah ada pihak lain yang terlibat,” ungkap AKP Bambang Subinajar.
Berita Terkait
-
Tak Perlu ke Papua, Malang Punya Destinasi Cantik Bak Raja Ampat
-
Bongkar Modus Mi Instan Isi 5,2 Kg Ganja! Bareskrim Tangkap Pengedar Sugiono di Malang
-
Sulitnya Cari Parkir di Malang, Siapa yang Harus Berbenah?
-
Musim Tuna Tiba, Nelayan Sendang Biru Kebanjiran Tangkapan
-
Pecinan Kota Malang dan Luka Panjang Etnis Tionghoa Pasca G30S
Terpopuler
- 5 HP Murah dengan NFC Harga Rp1 Jutaan untuk Multitasking dan Transaksi Cashless Lancar
- 11 Merek Sepatu Lari Buatan Indonesia yang Populer, Kualitas Lokal Tak Bisa Diremehkan
- 6 Shio yang Menarik Keberuntungan 14 Juli 2026, Banyak Teka-teki Akhirnya Terjawab
- Bagaimana Dody Hanggodo Memanfaatkan Kekuasaannya sebagai Menteri di Kementerian PU
- Eks Jampidsus Febrie Adriansyah Potensi Menang Praperadilan: Siasat Redam Konflik Polri-Kejagung
Pilihan
-
Isu Mutasi Besar-besaran di Kementerian PU Buntut Dokumen Menteri Dody Tersebar
-
Gianni Infantino Resmi Digugat! Hubungan Gelap dengan Donald Trump Dibongkar
-
Niat Hindari Ribut dengan Alasan Beli Kuota, Pria Palembang Malah Dikejar dan Ditembak
-
Kejagung Akhirnya Buka Suara Soal Temuan 74 Kg Emas di Rumah Febrie Adriansyah: Kami Tak Tahu
-
Ada Ancaman Teror Bom, Seluruh Siswa dan Guru SDN 15 Srengseh Sawah Dipulangkan
Terkini
-
109 PPPK Paruh Waktu di Pemkot Malang Diupayakan Naik Kelas Jadi Penuh Waktu
-
Disebut di Pinggir Sungai, Kades Sidodadi Bongkar Fakta Kopdes Merah Putih yang Viral
-
Lirik Vulgar Berujung Polisi: Yakuza Maneges Pastikan Icha Chellow & Mala Agatha Tak Ada Kata Damai
-
Pasar Turen Mencekam: Saat Gunungan Sampah Berubah Jadi Petaka Membara
-
BRI Dorong UMKM Kuliner "It's Me Time" Asal Jawa Timur Raih Kesuksesan di Pasar Ekspor