- Mayat pria tanpa busana ditemukan mengambang di sungai Kabupaten Malang.
- Polisi selidiki identitas dan penyebab kematian korban.
- Tidak ditemukan tanda kekerasan berdasarkan pemeriksaan awal.
SuaraMalang.id - Warga Desa Sukonolo, Kecamatan Bululawang, Kabupaten Malang, Jawa Timur (Jatim), digegerkan dengan penemuan mayat pria tanpa busana mengambang di Sungai Blobo, Sabtu (28/2/2026).
Peristiwa penemuan mayat itu pertama kali diketahui seorang warga yang tengah memancing di aliran sungai. Saat mendekat, saksi melihat sesosok tubuh dalam kondisi tanpa busana mengambang di permukaan air Sungai Blobo. Temuan itu kemudian dilaporkan kepada perangkat desa dan diteruskan ke pihak kepolisian.
Kanit 6 Satreskrim Polres Malang, Ipda Dicka Ermantara, mengatakan laporan penemuan mayat diterima sekitar pukul 13.30 WIB. “Korban ditemukan dalam kondisi tanpa busana dan posisi telungkup,” ujar Dicka, dikutip dari BeritaJatim.
Saat ditemukan, kondisi tubuh korban dilaporkan telah membusuk. Polisi memperkirakan jasad tersebut sudah berada di aliran Sungai Blobo selama beberapa hari sebelum akhirnya ditemukan warga. Proses evakuasi dilakukan dengan melibatkan aparat dan warga setempat.
Berdasarkan hasil pemeriksaan awal di lokasi, secara kasat mata tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban. Meski demikian, penyebab pasti kematian belum dapat dipastikan dan masih menunggu hasil pemeriksaan lanjutan.
“Secara kasat mata belum bisa kita pastikan penyebabnya, namun nihil tanda-tanda kekerasan. Lebih pastinya akan kita pastikan melalui pemeriksaan di rumah sakit,” tambahnya.
Dari keterangan sementara, korban diduga berjenis kelamin laki-laki dengan perkiraan usia antara 25 hingga 30 tahun. Hingga kini, aparat kepolisian masih berupaya mengungkap identitas korban serta menelusuri kemungkinan penyebab kematiannya.
“Masih kita dalami. Diperkirakan laki-laki, usia sekitar 25 sampai 30 tahun,” pungkasnya.
Penyelidikan terkait Mayat Pria Tanpa Busana Mengambang di Sungai Blobo masih terus dilakukan.
Polisi mengimbau masyarakat yang merasa kehilangan anggota keluarga dengan ciri-ciri tersebut untuk segera melapor guna membantu proses identifikasi.
Berita Terkait
-
Musim Tuna Tiba, Nelayan Sendang Biru Kebanjiran Tangkapan
-
Pecinan Kota Malang dan Luka Panjang Etnis Tionghoa Pasca G30S
-
Polisi Ungkap Pemicu Kericuhan Wisatawan di Pantai Wedi Awu, 4 Tersangka Diamankan
-
Full Daging, Menikmati Sensasi Bakso Autentik ala Cak Wawan di Kota Jambi
-
Jembatan Cangar Ada di Mana? Sederet Tragedi di Balik Keindahan Wisata Pegunungan
Terpopuler
- Deretan Tokoh Top Bakal Turun Gunung ke UGM Besok, Bahas Nasib Bangsa Lewat Konferensi Republik
- Prabowo Disebut Habiskan Rp5,8 Miliar untuk Hotel di Paris, Sandhy Sondoro: Asoy Geboy Gemoy
- Budget Rp2 Juta Dapat HP Samsung Apa? Ini 3 Pilihan dengan RAM 8 GB, Kamera OIS, Layar AMOLED
- Terpopuler: Lipstik Tahan Lama untuk Bibir Hitam, Sepatu New Balance Tanpa Tali untuk Jalan Jauh
- Pandji Pragiwaksono Soroti 'Pengakuan Terbuka' Prabowo Soal Keterlibatan Partai dalam Tender Negara
Pilihan
-
Evaluasi Besar-besaran: 8.182 SPPG Pernah Ditangguhkan, 2.213 Masih Berstatus Suspend
-
Kabar Duka, Eks Menhan Jenderal Ryamizard Ryacudu Meninggal Dunia di RSPAD
-
Strategi Berani John Herdman: Mengapa Piala AFF 2026 Jadi Panggung Khusus Pemain Domestik?
-
Insiden Noni Madueke Tanpa Penalti, Eks Wasit Liga Inggris Buka Suara
-
Drama Final Liga Champions: Sakitnya Arsenal, PSG Back to Back Juara
Terkini
-
Angkut 2.800 Penumpang Tiap Hari, TransJatim Malang Raya Butuh Tambahan Koridor Segera
-
Solusi Payroll Terintegrasi Dari QLola by BRI Untuk Bisnis Modern
-
Sinergi Tanpa APBD: Babak Baru Transformasi Pasar Induk Gadang Malang
-
Lebih dari 8 Ribu Penumpang Padati Terminal Arjosari Malang Saat Idul Adha
-
Pemkot Malang Siapkan Skenario Gabungkan 23 Kampung Tematik Jadi Surga Wisata