SuaraMalang.id - Dunia maya dihebohkan dengan spanduk bertulis 'Malang Tolerant City Not Halal City' yang dipasang di pagar Balaikota Malang.
Spanduk tersebut juga terbentang di pagar Alun-alun Tugu. Foto spanduk tersebut pertama kali dibagikan oleh akun Twitter @bedarmanto.
"Malang Tolerant City Not Halal City. Hebat warganya mbelgedes walikotanya," cuitnya disertai foto spanduk tersebut.
Cuitan yang diunggah pada 15 Februari 2022 itu pun telah mendapat lebih dari 3 ribu likes. Bahkan, akibat cuitan tersebut, Malang menjadi trending nomor satu di Twitter.
Selain mengunggah foto spanduk yang terbentang di Balaikota dan alun-alun Tugu, pemilik akun juga mengunggah sebuah foto sejumlah orang yang diduga memasang spanduk tersebut.
Pemilik akun memberikan keterangan foto tersebut dengan kalimat 'Malang Raya Pancasila'.
Dalam foto terlihat sejumlah orang berada di trotoar. Sekelompok orang tersebut terdiri dari sejumlah laki-laki dan dua orang perempuan.
Belum diketahui maksud dan tujuan pemasangan spanduk tersebut. Namun, cuitan itu sukses menuai perdebatan dari warganet.
"Gimana mau halal city yang jual cilok dan pentolnya terbukti dari hasil lab 90 persen ada daging tikus. Jualannya gak jujur. Mending jujur aja kalau sempol ayam daripada sok daging sapi. Jujuran yang jual sate babi di oro-oro dowo. Halal city bukan berarti gak ada penjual makanan yang non halal," cuit @akuma***
Baca Juga: Meskipun Status PPKM Naik, Akses Wisata Gunung Bromo dari Malang Tetap Dibuka
"terus kalau ngomongin halal, emang hotel akan ditutup? Gak kan. Pasti bersyarat. Halal city cuma embel-embel untuk narik turis muslim mancanegara, buat gak ragu kalau ke malang. Mekkah holy city tetap ada nonis dan yang jual hamer dan daging haram cuma diregulasi dengan baik sampai gak terasa," imbuh @aku***
"Halal city ini fokusnya meningkatkan sektor pariwisata agar kehalalan fasilitasnya jelas (misal akses tempat ibadah, sertifikasi halal kuliner, dan lain-lain). Jadi wisatawan muslim tenang kalau mau liburan ke Malang. Terus sisi enggak tolerannya dimana ya," saut @satria***
"sebentar, di malang itu banyak yang non muslim (kristen) kok perlu kehalalan fasilitas? Kalau di bali iya perlu soalnya banyak yang hindu. Lha ini malang loh malang," kata @ambo***
"bud bud, sekelas Jepang negara maju aja membumikan wisata halal di sana, ini negara belum sepersennya dari jepang gaya-gayaan ada kota not halal city, mbok gak usah banyak gaya, gak usah bikin frame adu domba, Semeru mu batuk bingung lagi nanti," kata @susi***
"Wisata halal itu harusnya di tempat yang minoritas Islam gak sih? Maksudnya kalau tempatnya mayoritas Islam kan mana mungkin gak ada yang halal gitu," ujar @penye***
"Semakin suka sama Kota Malang, pemerintahannya, warga kotanya. Menjadikan Malang sebagai tolerant city. Serasa jadi pengen pindah jadi warga di sana. Love and peace for Malang," timpal erix**.
Berita Terkait
Terpopuler
- Daftar Harga Motor Listrik dengan Subsidi Pemerintah, Ada yang Cuma Rp5 Jutaan!
- Nasib Berubah, Ini 4 Shio yang Panen Keberuntungan dan Rezeki pada 29 Juli 2026
- 5 Sepatu Lari Terbaik Harga Rp200 Ribuan, Nyaman Dipakai untuk Daily hingga Trail Run
- Sempat Nganggur Gegara Timnas Indonesia, Roberto Mancini Resmi Latih Italia
- Survei SMRC: Elektabilitas Gerindra Anjlok Tajam, Peluang Jadi Partai Nomor 1 Terancam
Pilihan
-
Kematian Sutrimo dan Rangkaian Kejanggalan yang Muncul dari Kampung Halaman
-
Pengintai Misterius dan CCTV Mendadak, Kejanggalan di Rumah Sutrimo
-
Banyak Air Galon Isi Ulang di Bangka Barat Belum Diuji, Amankah Dikonsumsi Setiap Hari?
-
Dicecar 23 Pertanyaan Penyidik KPK, Ini Kata Plt Bupati Sukoharjo
-
Cuma Sisa Rp200 Juta! Perampok Rp1,2 Miliar di Kalideres Diciduk Usai Habiskan 1 M Dalam 8 Hari
Terkini
-
Dukung Danantara Indonesia, BRI Perkuat Transformasi dan Bisnis Produktif
-
Inovasi di TPA Supit Urang: Saat Sampah Plastik Malang Disulap Jadi Solar Pembakar Mesin
-
Sinergi BRI dan KPP: Penyaluran KUR Perumahan Tembus Rp10,6 Triliun
-
Jutaan Batang Rokok Ilegal di Malang Disita: Modus Licin Terendus
-
Tak Main-Main! 16 SPPG di Malang Gagal Uji Higiene, Ada yang Sampai 4 Kali Revisi