Muhammad Taufiq
Ratusan warga Desa Suren, Kecamatan Ledokombo, Kabupaten Jember, Jawa Timur, menyerbu Rumah Sakit Daerah (RSD) Kalisat, Jumat (11/06/2021). [Foto: suaraindonesia.co.id]

SuaraMalang.id - Dirut RSD Kalisat drg. Kunin Nasihah menjelaskan kronologi jenazah kasun di Jember yang meninggal positif terpapar Corona sehingga pemulasaran pun harus menggunakan prosedur Covid.

Menurut dia, kasus diketahui positif Covid dari hasil hasil swab tes antigen yang dilakukan rumah sakit, sebelum dirujuk ke RS dr. Soebandi untuk penanganan lebih intensif. Meskipun, kata dia, awalnya pasien di rujuk ke rumah sakit karena jatuh di kamar mandi.

"Awal itu pasien datang ke rumah sakit karena jatuh, kemudian dilakukan berbagai pemeriksaan, keluarnya hasil pemeriksaan penyakit jantung, kemudian butuh rujukan ke RS Soebandi," kata dokter gigi Kunin saat dikonfirmasi di RSD Kalisat, Jumat (11/06/2021).

Terkait prosedur rujukan di RS Soebandi, kata Kunin, harus dilampiri dengan hasil Swab Tes Antigen. Nah, setelah dilakukan tes swab antigen, hasilnya memang positif Covid.

Baca Juga: Isu Rekayasa, Ratusan Warga Jember Jemput Paksa Jenazah Kasun Positif Covid

"Agar nanti cepat ditangani, dan tidak perlu lagi diperiksa swab ulang. Ternyata hasilnya keluar positif, dan karena itu harus mendapat penanganan yang sesuai prosedur Covid-19," ungkapnya.

Kunin menjelaskan, untuk hasil swab tes antigen itu, sudah mendekati hasil PCR Test. "Sehingga dengan keluar hasil positif, dipastikan pasien terkonfirmasi virus Covid-19 itu," katanya.

"Dari kepastian itu, juga dari pengalaman saya sendiri yang pernah terkonfirmasi positif Covid-19. Saat itu awal saya Swab Tes Antigen positif, besoknya saya swab lagi (PCR Test) hasilnya juga positif. Karena ada korelasi dari swab antigen dengan PCR Test itu," sambungnya menjelaskan.

Namun saat akan dibawa ke RS Soebandi, pasien tersebut keburu meninggal.

"Sehingga karena terkonfirmasi positif ini, dilakukan pemulasaran jenazah dengan protokol Covid-19. Sebagai upaya pencegahan, supaya tidak menular ke warga dan masyarakat," katanya.

Baca Juga: Tak Percaya Covid-19, Ratusan Warga Jember Mau Ambil Paksa Jenazah Kasun dari Rumah Sakit

"Pasien masuk rumah sakit jam 2 dini hari, dan meninggalnya jam 8 pagi," lanjutnya.

Komentar