- Program RT Berkelas Malang belum berjalan karena penyesuaian regulasi.
- Pemkot Malang masih memverifikasi usulan warga tingkat RT.
- Pencairan sebagian anggaran program ditargetkan mulai April 2026.
SuaraMalang.id - Program Rumah Tangga (RT) Berkelas yang menjadi salah satu janji politik Pemerintah Kota Malang hingga kini belum digulirkan sepenuhnya.
Wali Kota Malang, Wahyu Hidayat, mengatakan bahwa pelaksanaan Program RT Berkelas masih memerlukan penyesuaian antara usulan warga dengan regulasi yang berlaku di tingkat pemerintahan yang lebih tinggi.
Wahyu Hidayat menjelaskan bahwa penyesuaian tersebut penting agar Program RT Berkelas dapat berjalan tanpa menimbulkan persoalan administratif maupun hukum di kemudian hari.
Pemerintah kota saat ini masih memverifikasi berbagai usulan kegiatan yang disampaikan masyarakat melalui lingkungan rukun tetangga (RT).
Menurut Wahyu, setiap kegiatan yang diajukan dalam Program RT Berkelas harus selaras dengan kebijakan dan aturan yang berlaku.
Hal ini dilakukan untuk memastikan seluruh proses pelaksanaan program tidak melanggar prosedur maupun ketentuan pembiayaan yang telah ditetapkan pemerintah.
"Setiap usulan kegiatan yang diajukan melalui program tersebut harus disesuaikan dengan kebijakan dan aturan dari tingkat yang lebih tinggi agar tidak menimbulkan persoalan di kemudian hari," kata Wahyu.
Ia mencontohkan salah satu usulan warga yang saat ini masih dalam tahap peninjauan adalah pengadaan fasilitas untuk mendukung aktivitas masyarakat di lingkungan RT, seperti kursi dan meja.
Namun, berdasarkan hasil verifikasi Pemerintah Kota Malang, usulan tersebut dinilai belum memiliki tingkat urgensi yang jelas terkait pemanfaatannya maupun lokasi penempatan sarana yang akan dibeli.
"Ini yang dikhawatirkan menjadi masalah nantinya," ujarnya.
Selain itu, jajaran Pemerintah Kota Malang juga masih melakukan peninjauan ulang terhadap seluruh usulan warga sebelum dimasukkan ke dalam dokumen pelaksanaan program.
Langkah tersebut diambil agar penggunaan anggaran benar-benar tepat sasaran dan sesuai dengan kebutuhan masyarakat di setiap lingkungan RT.
Melalui proses verifikasi tersebut, pemerintah daerah ingin memastikan bahwa dana yang nantinya dikucurkan mampu memberikan manfaat nyata bagi masyarakat dan tidak menimbulkan persoalan administratif di kemudian hari.
Meski demikian, Wahyu menyatakan pemerintah kota menargetkan sebagian anggaran Program RT Berkelas dapat mulai dicairkan pada April 2026. Pencairan tersebut diprioritaskan untuk kegiatan yang bersifat non-fisik.
"Insya Allah di bulan depan ada beberapa yang cair, khususnya yang kegiatannya bersifat non-fisik. Kegiatan non-fisik itu kami akan lebih cepat, karena kalau yang fisik nanti ada proses pengadaan barang dan jasa," tutur Wahyu.
Berita Terkait
-
Jembatan Cangar Ada di Mana? Sederet Tragedi di Balik Keindahan Wisata Pegunungan
-
Event Lari Nasional Hadir di Malang, Gabungkan Gaya Hidup Sehat dan Liburan dalam Satu Momen
-
Ramen Master: Kuliner Jepang Favorit Mahasiswa yang Ramah Kantong di Malang
-
Kebun Teh Wonosari: Sejuknya Perkebunan di Lereng Arjuno Malang
-
Legal Tapi Dipersoalkan, Pengangkatan Anak Bupati Malang Disorot Pakar
Terpopuler
- 5 Rekomendasi HP POCO RAM Besar dan Kamera Bagus, Cek di Sini!
- Promo Alfamart Hari Ini 30 April 2026, Tebus Suka Suka Diskon 60 Persen
- Heboh Lagi, Ahmad Dhani Klaim Punya Bukti Perselingkuhan Maia Estianty dengan Petinggi Stasiun TV
- 5 Cushion Matte untuk Menutupi Bekas Jerawat dan Noda Hitam, Harga Terjangkau
- Meledak! ! Ahmad Dhani Serang Maia Estianty Sampai Ungkit Dugaan Perselingkuhan dengan Petinggi TV
Pilihan
-
RESMI! Klub Milik Prabowo Subianto Promosi ke Super League
-
Dibayar Rp50 Ribu Sebulan, Guru Ngaji di Kampung Tak Terjamah Sistem Pendidikan
-
10 Spot Wisata Paling Hits di Solo 2026: Paduan Sempurna Budaya, Estetika, dan Gaya Hidup Modern!
-
7 Sabun Mandi Cair Wangi Mewah yang Bikin Rileks Setelah Pulang Kerja, Ada yang Mirip Aroma Spa
-
Mantan Istri Andre Taulany Dilaporkan ke Polisi, Diduga Aniaya Karyawan
Terkini
-
KAI Daop 8 Gandeng Jaksa Amankan Aset Negara di Malang
-
Kampus Bukan Pabrik Pekerja: Rektor UMM dan Unisma Tolak Penutupan Prodi Tak Sesuai Pasar
-
Wali Kota Malang Larang Perusahaan PHK Buruh Sembarangan Tanpa Alasan Mendesak
-
Polisi Malang Kota Mulai Sisir Daycare, Ada Apa?
-
Terbongkarnya Aksi Pembakaran Gudang Rokok di Malang, Pelakunya Ternyata Orang Dalam