Waspada Perang Sarung di Kota Malang Saat Ramadan, Ini Daerah Paling Rawan versi Polisi

Jajaran Polresta Malang Kota mencegah aksi perang sarung yang kerap menjadi sumber petaka generasi muda saat bulan suci Ramadan di Kota Malang, Jawa Timur (Jatim).

Riki Chandra
Sabtu, 21 Februari 2026 | 19:35 WIB
Waspada Perang Sarung di Kota Malang Saat Ramadan, Ini Daerah Paling Rawan versi Polisi
Kabag Ops Polresta Malang Kota, Kompol Wiwin Rusli. [Dok. Antara]
Baca 10 detik
  •  Polresta petakan Kedungkandang rawan perang sarung Ramadan.

  • Patroli gabungan ditingkatkan cegah tawuran dan kejahatan.

  • Bhabinkamtibmas sosialisasi aturan Ramadhan ke masjid.

SuaraMalang.id - Jajaran Polresta Malang Kota mencegah aksi perang sarung yang kerap menjadi sumber petaka generasi muda saat bulan suci Ramadan di Kota Malang, Jawa Timur (Jatim).

Polresta Malang Kota juga telah memetakan sejumlah wilayah rawan, dengan Kecamatan Kedungkandang sebagai titik yang dinilai paling berpotensi terjadi aksi perang sarung.

Langkah antisipasi terhadap perang sarung di Kota Malang dilakukan berdasarkan evaluasi patroli dan pengamanan pada Ramadan tahun sebelumnya.

Kepala Bagian Operasional Polresta Malang Kota, Kompol Wiwin Rusli, mengatakan bahwa hasil pemetaan menunjukkan adanya potensi kerawanan di wilayah tertentu.

“Berdasarkan informasi yang ada di daerah Kedungkandang (rawan perang sarung), tetapi kami tetap memberikan atensi ke semua daerah yang masuk wilayah hukum Polresta Malang Kota,” kata Wiwin, Sabtu (21/2/2026).

Aksi perang sarung di Kota Malang dinilai bukan sekadar permainan tradisional. Aktivitas ini berpotensi memicu tawuran dan mengancam keselamatan masyarakat.

Dalam sejumlah kasus, pihak yang terlibat menyisipkan batu ke dalam sarung sehingga dapat melukai orang lain saat terkena sabetan.

Untuk mengantisipasi hal tersebut, Polresta Malang Kota meningkatkan intensitas patroli, khususnya di wilayah yang telah dipetakan rawan.

Patroli tidak hanya dilakukan oleh unsur kepolisian, tetapi juga melibatkan petugas gabungan dari berbagai unsur dalam Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kota Malang.

Selain fokus pada potensi perang sarung, aparat juga melakukan pengawasan terhadap penggunaan petasan serta mengantisipasi kejahatan jalanan seperti penjambretan dan pencurian kendaraan bermotor. Langkah ini dilakukan guna menjaga situasi tetap kondusif selama bulan suci.

“Kami melakukan antisipasi terhadap gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat lainnya,” katanya.

Tak hanya patroli, upaya pencegahan juga dilakukan melalui pendekatan persuasif. Bhabinkamtibmas di setiap kelurahan diinstruksikan berkeliling untuk menyosialisasikan aturan selama Ramadhan yang diterbitkan Pemerintah Kota Malang dalam bentuk surat edaran wali kota.

Sosialisasi juga menyasar seluruh takmir masjid di Kota Malang. Melalui pendekatan tersebut, diharapkan masyarakat dapat lebih fokus menjalankan ibadah dan tidak terlibat dalam aktivitas yang berpotensi mengganggu ketertiban.

“Alangkah baiknya di bulan Ramadan yang penuh khidmat ini, fokus melaksanakan ibadah seperti salat tarawih atau tadarus,” tuturnya. (Antara)

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

Terkini

Tampilkan lebih banyak