-
Rekonstruksi ungkap detail pembunuhan dan kekerasan berulang dalam kasus pembunuhan wanita open BO.
- Pelaku sempat minta maaf sebelum korban meninggal dunia.
- Perselisihan pembayaran jadi pemicu tragedi berdarah.
SuaraMalang.id - Fakta baru terungkap dalam rekonstruksi kasus pembunuhan wanita Open BO di Kota Malang yang digelar Polresta Malang Kota, Selasa (13/1/2026).
Dalam reka ulang tersebut, terungkap momen mengejutkan ketika pelaku disebut sempat meminta maaf kepada korban sebelum korban dinyatakan meninggal dunia.
Kasus ini bermula dari peristiwa pembunuhan seorang wanita berinisial SM di sebuah rumah kos di kawasan Jalan Ikan Gurami, Kecamatan Lowokwaru, Kota Malang.
Dalam rangkaian adegan rekontruksi, polisi memeragakan kronologi sejak pelaku menghubungi korban untuk open BO hingga terjadinya pembunuhan. Seluruh adegan dinyatakan selaras antara keterangan saksi dan pengakuan tersangka.
Kasus ini menyita perhatian publik karena detail peristiwa yang terungkap dalam rekontruksi yang memperlihatkan kekerasan berulang hingga tindakan terakhir yang menyebabkan korban tewas.
Berikut fakta-faktanya dikutip dari BeritaJatim.
1. Rekonstruksi Diperagakan dalam 20 Adegan
Rekonstruksi kasus pembunuhan ini dilakukan dengan memperagakan sebanyak 20 adegan. Setiap adegan menggambarkan rangkaian peristiwa sejak awal pertemuan pelaku dan korban hingga kejadian pembunuhan.
Kanit I Satreskrim Polresta Malang Kota, AKP Wachid Arif, menyebut seluruh adegan dinyatakan sinkron.
Tidak ditemukan perbedaan antara keterangan saksi dengan pengakuan tersangka dalam Rekonstruksi Pembunuhan Wanita Open BO di Malang tersebut.
2. Pelaku Warga Pasuruan
Pelaku pembunuhan diketahui bernama Musa Krisdianto Warorowai (29), warga Sukorejo, Kabupaten Pasuruan. Identitas pelaku terungkap sejak awal penyelidikan kasus ini.
Dalam rekonstruksi, pelaku memeragakan sendiri seluruh rangkaian tindakan yang dilakukannya terhadap korban, mulai dari awal hingga akhir kejadian.
3. Upaya Pembunuhan Dua Kali
Dari hasil rekonstruksi, terungkap bahwa pelaku melakukan upaya pembunuhan sebanyak dua kali. Upaya pertama dilakukan dengan menusuk korban menggunakan pisau dapur.