Sementara itu, Rudi, seorang satpam di wilayah Jalan Tondano Barat mengatakan bahwa dia biasanya mendengar suara radio dari rumah Yulies setiap kali ia berkeliling.
"Saat saya kontrol di depan rumahnya, saya biasanya mendengar suara radio dari Stasiun RRI dan tidak pernah dimatikan. Namun, selama seminggu ini, saya tidak mendengar suaranya lagi," katanya.
Kapolsekta Kedungkandang, Kompol Agus Siswo Hariyadi, membenarkan peristiwa tragis tersebut.
"Iya, kami mendapatkan laporan dari anggota Polsek Kedungkandang. Korban memang hidup sendirian dan tidak mau ditemani oleh keluarganya," kata Agus.
Karena tidak ada tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban, jenazah Yulies dievakuasi oleh PSC 119 Kota Malang dengan bantuan para relawan Kota Malang untuk dibawa ke kamar jenazah RSSA Kota Malang untuk autopsi.
"Penyebab kematian Yulies belum diketahui, mungkin ia terpeleset saat mandi. Kondisi ini baru terungkap pada pukul 13.00 WIB, setelah warga mendobrak pintu rumahnya," tutup Agus.
Kontributor : Elizabeth Yati