Kasus Pencabulan Santrinya, Kiai Fahmi Dijerat Pasal Berlapis Ancamannya 15 Tahun Penjara

Pengasuh pondok pesantren di Jember Jawa Timur ( Jatim ) Kiai Fahmi dijerat pasal berlapis dalam dugaan kasus pelecehan seksual terhadap santriwantinya.

Muhammad Taufiq
Jum'at, 20 Januari 2023 | 17:59 WIB
Kasus Pencabulan Santrinya, Kiai Fahmi Dijerat Pasal Berlapis Ancamannya 15 Tahun Penjara
Ilustrasi pencabulan. (Foto: via Batamnews.co.id)

SuaraMalang.id - Pengasuh pondok pesantren di Jember Jawa Timur ( Jatim ) Kiai Fahmi dijerat pasal berlapis dalam dugaan kasus pelecehan seksual terhadap santriwantinya.

Saat ini Kiai Fahmi telah ditahan oleh polisi Jember setelah ditetapkan sebagai tersangka beberapa waktu lalu. Ia melalui pengacaranya juga berencana melakukan gugatan praperadilan.

Sementara untuk statusnya sendiri, penyidik kepolisian telah menerapkan pasal berlapis terhadap pengasuh pondok pesantren di Desa Mangaran tersebut. Hal ini disampaikan Kapolres Jember AKBP Hery Purnomo.

Pengasuh pondok pesantren tersebut dijerat pasal 82 Ayat (1) dan (2) juncto Pasal 76 huruf E UU RI Nomor 17 Tahun 2017 tentang Penetapan Perppu Nomor 1 Tahun 2016 tentang Perubahan Kedua atas UU Nomor 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak, dan atau Pasal 6 huruf c juncto Pasal 15 huruf b, huruf c, huruf d, huruf g, huruf i UU No. 12 Tahun 2022 tentang Tindak Pidana Kekerasan Seksual atau Pasal 294 Ayat (2) KUHP.

Baca Juga:Bahaya! Kasus Pelecehan Seksual Kiai Fahmi Bisa Picu Konflik Warga, MUI Turun Tangan

"Dengan ancaman hukuman maksimal 15 tahun untuk Undang-Undang Perlindungan Anak, kemudian 12 tahun untuk Undang-Undang Tindak Pidana Kekerasan Seksual, dan ancaman hukumannya 7 tahun untuk pasal 294 KUHP," katanya, Jumat (20/01/2023).

Menurutnya kasus kekerasan seksual tersebut terjadi pada Desember 2022 dan Januari 2023 dengan modus tersangka melakukan pencabulan kepada korban di sebuah ruangan studio yang berada di lingkungan pondok pesantren.

"Ada empat korban, namun kami tidak bisa menyebutkan nama-namanya maupun inisial," tuturnya.

Berdasarkan hasil penyelidikan dan penyidikan, lanjut dia, penyidik telah menetapkan FM sebagai tersangka dalam kasus kekerasan seksual dan telah dilakukan penahanan di Mapolres Jember.

"Penyidik juga sudah melakukan koordinasi dengan Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak dan Keluarga Berencana (DP3AKB) Jember berkaitan untuk pendampingan korban anak," katanya.

Baca Juga:2 Mahasiswa Pengedar Narkotika Ditangkap Polres Jember, 1 Digerebek Saat Timbang Sabu di Kamar Kos

Polres Jember juga sudah meminta keterangan sejumlah saksi ahli baik ahli pidana maupun psikologi, dan untuk ahli agama dari pihak Majelis Ulama Indonesia (MUI) untuk menambah alat bukti dan memperjelas terkait perkara yang terjadi.

"Kami juga sudah mengamankan barang bukti sebanyak 10 item di antaranya barang elektronik yakni CCTV, telepon genggam, dan laptop," ujarnya.

Kapolres Jember setelah menyampaikan pernyataan dalam konferensi pers tersebut langsung bergegas pergi tanpa menanggapi sejumlah pertanyaan wartawan yang ingin menggali lebih dalam tentang pengungkapan kasus itu.

"Sudah, beritanya itu saja. Nanti selanjutnya di pengadilan," kata Hery singkat sambil meninggalkan ruangan konferensi pers.

Berdasarkan informasi di lapangan, sebanyak 18 orang saksi sudah dimintai keterangan oleh penyidik di Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Polres Jember dalam kasus dugaan pencabulan dan kekerasan seksual yang dilakukan pengasuh ponpes Kiai FM kepada sejumlah santri, termasuk santri anak di bawah umur.

News

Terkini

Sepasang muda-mudi tertangkap kamera tengah melakukan hal tak senonoh di tempat umum. Mereka terlihat bermesraan di bangku pedestrian Jalan Ijen, Kota Malang.

News | 13:35 WIB

Beredar video yang memperlihatkan detik-detik kereta api Sancaka menabrak truk pengangkut mobil baru.

News | 08:23 WIB

Aksi pencurian burung di perumahan Griyatama, Pakis, Kabupaten Malang, Jawa Timur, terekam CCTV. Peristiwa itu terjadi pada Selasa (24/1/2023) sekitar pukul 03.00 dini hari.

News | 12:53 WIB

Lagi-lagi kasus pencabulan. Setelah seorang kiai, guru sekolah, ustadz, kini seorang guru ngaji dilaporkan dugaan kasus pencabulan di Kabupaten Malang Jawa Timur ( Jatim ).

News | 08:18 WIB

Sepeda motor yang ditumpangi korban mogok. Kemudian ibu dan anak tersebut akan menepi, kata Robial.

News | 07:53 WIB

Baru-baru ini beredar sebuah video penyerangan rumah seorang warga di Kabupaten Jember Jawa Timur ( Jatim ). Dalam video itu, satu sosok perempuan menjadi sorotan.

News | 18:37 WIB

"Akibat peristiwa ini, korban mengalami kerugian diperkirakan mencapai Rp60 juta."

News | 11:45 WIB

Menurut Basori, rombongan remaja ini memasuki wisata Pulau Merah melalui jalur tikus.

News | 11:41 WIB

Beredar video yang memperlihatkan sebuah angkot nekat menerobos perlintasan kereta api di Kota Malang, Jawa Timur. Padahal saat itu kereta api akan melintas.

News | 09:30 WIB

Liburan Imlek kemarin, Senin (22/01/2023), menjadi hari nahas bagi lima bocah di Banyuwangi Jawa Timur ( Jatim ). Mereka terseret ombak Pantai Pulau Merah saat mandi bersama.

News | 08:06 WIB

Mayat perempuan itu ditemukan dalam kondisi hanya menggunakan kaus hitam, tanpa celana maupun pakaian dalam.

News | 14:05 WIB

Pria di Pasuruan berinisial HN (25) ini murka lantaranya istrinya sering diejek saat di tempat kerja. Ia marah dan langsung menjari teman kerja istrinya itu.

News | 08:25 WIB

Kegiatan diawali dengan apel pada jam setengah delapan pagi, Selasa (24/1/2023).

News | 17:25 WIB

Kepolisian Jember sudah mengamankan 10 barang bukti dalam kasus pencabulan yang dilakukan pengasuh sebuah pondok pesantren, Kiai Fahmi, terhadap 4 santrinya.

News | 09:28 WIB

Viral video sekumpulan ibu-ibu yang tengah melakukan senam di Masjid Apung kawasan Pantai Pancer Door, Kelurahan Ploso, Kabupaten Pacitan, Jawa Timur, Minggu (15/1/2023).

News | 11:14 WIB
Tampilkan lebih banyak