Gunung Semeru Kembali Meletus Siang Tadi, Terdengar Suara Gemuruh Disertai Guguran

Hari ini, Selasa (17/01/2023), Gunung Semeru kembali meletus. Letusan ini disertai suara gemuruh dan guguran lava dari puncak. Letusan ini terjadi beberapa kali.

Muhammad Taufiq
Selasa, 17 Januari 2023 | 17:48 WIB
Gunung Semeru Kembali Meletus Siang Tadi, Terdengar Suara Gemuruh Disertai Guguran
Ilustrasi Gunung Semeru

SuaraMalang.id - Hari ini, Selasa (17/01/2023), Gunung Semeru kembali meletus. Letusan ini disertai suara gemuruh dan guguran lava dari puncak. Letusan ini terjadi beberapa kali.

Gunung Semeru memiliki ketinggian 3.676 meter di atas permukaan laut (mdpl) di Kabupaten Lumajang, Jawa Timur. Gunung ini terus erupsi sejak 4 Desember 2022 lalu. Sampai sekarang, beberapa kali guguran dan letusan terjadi.

Berdasarkan laman https://magma.esdm.go.id menyebutkan bahwa erupsi Gunung Semeru terjadi beberapa kali pada Selasa (17/1) pagi yakni pukul 05.09 WIB, kemudian pukul 05.36 WIB, dan pukul 06.17 WIB.

Dalam laporan tertulis Petugas Pos Pengamatan Gunung Api (PPGA) Semeru di Gunung Sawur, Ghufron Ali menyebutkan bahwa terjadi erupsi Gunung Semeru pada 17 Januari 2023 pukul 05:09 WIB dengan tinggi kolom abu teramati sekitar 700 meter di atas puncak.

Baca Juga:Gunung Semeru Masih Semburkan Guguran Vulkanik dan Terjadi Gempa Tektonik

"Kolom abu teramati berwarna putih hingga kelabu dengan intensitas sedang hingga tebal ke arah utara. Erupsi itu terekam di seismograf dengan amplitudo maksimum 22 mm dan durasi 148 detik," katanya.

Kemudian erupsi terjadi pada pukul 05.36 WIB dengan tinggi kolom abu teramati sekitar 1.000 m di atas puncak. Kolom abu teramati berwarna kelabu hingga coklat dengan intensitas sedang hingga tebal ke arah barat.

Pada pukul 06.17 WIB terjadi erupsi dengan tinggi kolom abu teramati sekitar 600 meter di atas puncak dan kolom abu teramati berwarna putih hingga kelabu dengan intensitas tebal ke arah utara. Erupsi itu terekam di seismograf dengan amplitudo maksimum 24 mm dan durasi 100 detik.

Kepala Bidang Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Kabupaten Lumajang Wawan Hadi Siswoyo mengatakan pihaknya selalu memantau aktivitas Gunung Semeru dari laporan petugas PPGA Semeru di Gunung Sawur.

"Pada periode pengamatan Selasa pukul 06.00-12.00 WIB, secara visual letusan Gunung Semeru teramati lima kali dengan tinggi asap sekitar 500 - 600 meter, warna asap putih kelabu condong ke arah utara dan terdengar dua kali gemuruh," katanya.

Baca Juga:Velline Ratu Ayu Terawang Kemunculan Dajjal, Nabi Palsu, Krakatau Meletus, Banjir Rob yang Disusul Tsunami di Jakarta

Secara visual juga teramati guguran sebanyak satu kali dengan jarak luncur sekitar 800 meter ke arah Besuk Kobokan seiring dengan status Gunung Semeru level III atau siaga.

"Aktivitas Gunung Semeru hampir setiap hari terjadi erupsi, namun hingga hari ini kami belum mendapat laporan dari masyarakat terkait hujan abu vulkanik akibat erupsi," katanya.

Sesuai dengan rekomendasi Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG), masyarakat diimbau tidak melakukan aktivitas apapun di sektor tenggara di sepanjang Besuk Kobokan sejauh 13 km dari puncak (pusat erupsi).

Di luar jarak tersebut, masyarakat juga dilarang melakukan aktivitas pada jarak 500 meter dari tepi sungai (sempadan sungai) di sepanjang Besuk Kobokan karena berpotensi terlanda perluasan awan panas dan aliran lahar hingga jarak 17 km dari puncak.

"Masyarakat diimbau tidak beraktivitas dalam radius 5 Km dari kawah/puncak Gunung Api Semeru karena rawan terhadap bahaya lontaran batu (pijar)," katanya.

Masyarakat juga diminta mewaspadai potensi awan panas guguran (APG), guguran lava, dan lahar di sepanjang aliran sungai yang berhulu di puncak Gunung Api Semeru, terutama sepanjang Besuk Kobokan, Besuk Bang, Besuk Kembar, dan Besuk Sat serta potensi lahar pada sungai-sungai kecil yang merupakan anak sungai dari Besuk Kobokan, demikian Wawan Hadi Siswono.

News

Terkini

Diduga ular sanca kembang itu berkembang biak dan memiliki sarang di rerimbunan pohon bambu belakang kandang ternak ayam.

News | 14:50 WIB

"Konten eksploitasi lansia yang menjadi fenomena baru 'ngemis' secara daring ini membuat resah masyarakat."

News | 11:42 WIB

Sepasang muda-mudi tertangkap kamera tengah melakukan hal tak senonoh di tempat umum. Mereka terlihat bermesraan di bangku pedestrian Jalan Ijen, Kota Malang.

News | 13:35 WIB

Beredar video yang memperlihatkan detik-detik kereta api Sancaka menabrak truk pengangkut mobil baru.

News | 08:23 WIB

Aksi pencurian burung di perumahan Griyatama, Pakis, Kabupaten Malang, Jawa Timur, terekam CCTV. Peristiwa itu terjadi pada Selasa (24/1/2023) sekitar pukul 03.00 dini hari.

News | 12:53 WIB

Lagi-lagi kasus pencabulan. Setelah seorang kiai, guru sekolah, ustadz, kini seorang guru ngaji dilaporkan dugaan kasus pencabulan di Kabupaten Malang Jawa Timur ( Jatim ).

News | 08:18 WIB

Sepeda motor yang ditumpangi korban mogok. Kemudian ibu dan anak tersebut akan menepi, kata Robial.

News | 07:53 WIB

Baru-baru ini beredar sebuah video penyerangan rumah seorang warga di Kabupaten Jember Jawa Timur ( Jatim ). Dalam video itu, satu sosok perempuan menjadi sorotan.

News | 18:37 WIB

"Akibat peristiwa ini, korban mengalami kerugian diperkirakan mencapai Rp60 juta."

News | 11:45 WIB

Menurut Basori, rombongan remaja ini memasuki wisata Pulau Merah melalui jalur tikus.

News | 11:41 WIB

Beredar video yang memperlihatkan sebuah angkot nekat menerobos perlintasan kereta api di Kota Malang, Jawa Timur. Padahal saat itu kereta api akan melintas.

News | 09:30 WIB

Liburan Imlek kemarin, Senin (22/01/2023), menjadi hari nahas bagi lima bocah di Banyuwangi Jawa Timur ( Jatim ). Mereka terseret ombak Pantai Pulau Merah saat mandi bersama.

News | 08:06 WIB

Mayat perempuan itu ditemukan dalam kondisi hanya menggunakan kaus hitam, tanpa celana maupun pakaian dalam.

News | 14:05 WIB

Pria di Pasuruan berinisial HN (25) ini murka lantaranya istrinya sering diejek saat di tempat kerja. Ia marah dan langsung menjari teman kerja istrinya itu.

News | 08:25 WIB

Kegiatan diawali dengan apel pada jam setengah delapan pagi, Selasa (24/1/2023).

News | 17:25 WIB
Tampilkan lebih banyak