Lis yang awalnya berniat jualan, akhirnya membantu polisi merawat korban-korban terluka. Ia mulai memempersiapkan P3K, hingga mengusap wajah dari beberapa korban yang terkena gas air mata.
Tak hanya itu, seorang lelaki di bagian ujung warungnya nampak tergeletak tak bergerak. Entah siapa yang membawa. Benar saja, saat polisi memeriksa tubuhnya sudah meninggal dunia.
Semua korban lantas dibawa ke rumah sakit, dua sudah meninggal dan enam selamat. Bahkan bukan cuma delapan, Lis tahu korban Tragedi Kanjuruhan sebanyak 448 orang, 125 di antaranya meninggal dunia.
Lis mendoakan yang sudah meninggal mendapatkan yang terbaik dari Tuhan. Bagi yang selamat di warungnya Ia berharap kini mendapatkan perawatan terbaik di rumah sakit. "Mungkin saat ini sudah dirawat di rumah sakit. Ya semoga segera pulih," kata Lis.
Lis kini sibuk membersihkan warungnya sisa-sisa tragedi empat hari lalu saat ditemui Suara.com, Selasa (04/10/2022) sore tadi.
"Ya karena saya juga tinggal di warung ini, mau tak mau saya bersihkan langsung," katanya sambil meminta namanya jangan ditulis takut polisi.
Kontributor : Dimas Angga Perkasa