2. Udara pantai yang meninabobokan Sebagai Terapi
Beberapa pengunjung sengaja datang hanya untuk menikmati udara pantai yang diyakini sangat bagus untuk kesehatan. Ada pengunjung dari Kabupaten Bondowoso yang sengaja datang setiap pekan sekali ke pantai berombak landai itu untuk menerapi anaknya yang sakit asma.
Terapi itu dilakukan karena dianjurkan oleh dokter yang menanganinya. Karena itu si orang tua juga sengaja datang ke Pantai Pasir Putih untuk menghirup udara pantai yang segar, dengan niat untuk kesehatan.
Pada saat pandemi COVID-19 masih banyak pasien di Situbondo, pantai yang berada di jalur utama Pulau Jawa-Bali itu dijadikan sebagai lokasi karantina. Lokasi itu memang sangat ideal untuk lokasi karantina karena jauh dari perkampungan penduduk dan memiliki pemandangan dengan udara bebas menghadap ke laut dan sinar matahari juga tertangkap dengan sempurna.
3. Tersedia banyak penginapan dan hotel
Baca Juga:Usai Bunuh I Gusti Mirah Lestari, Nova Sandi Jual Brio Korban Rp 25 Juta di Boyolali
Di Pantai Pasir Putih juga banyak penginapan dan hotel yang bisa dugunakan untuk menginap. Pada masa pandemi Covid-19 lalu misalnya, hotel ini banyak disewa untuk healing dan karantina.
Sejumlah hotel yang biasanya digunakan menginap bagi pengunjung dimanfaatkan untuk menampung para pasien dan keluarga pasien yang positif terjangkit Virus SARS-CoV-2 itu.
Objek wisata Pasir Putih sempat ditutup total saat kasus pandemi COVID-19 sedang tinggi, yakni akhir 2021 hingga awal 2022. Kini Wisata Bahari Pasir Putih itu dibuka kembali dan mulai marak dikunjungi masyarakat.
4. Suasana angin malam yan syahdu
Wisatawan juga banyak yang berkunjung di malam hari untuk menikmati suasana angin malam pantai yang syahdu. Jika pengunjung ingin menginap dan bisa menikmati suasana dan angin malam di pinggir pantai, bisa menyewa penginapan dengan harga antara Rp 250 ribu hingga Rp 500 ribu per malam.
Baca Juga:Tiga Desa di Situbondo Mulai Alami Krisis Air Dampak dari Kemarau Ini
Biasanya di penginapan itu tidak menyediakan makanan sehingga pengunjung bisa memanfaatkan warung atau rumah makan di lokasi itu. Atau bisa juga pengunjung membawa ikan dari luar kemudian dibakar di area tersebut. Biasanya adegan membakar ikan ini lebih meriah jika malam hari dan pengunjung bermalam di salah satu penginapan. Tentu lebih nikmat lagi jika ikan yang didapat dari nelayan yang berlabuh di sekitar pantai tersebut karena ikannya masih segar.