Korban pun menjawab pernyataan tersebut. Ia mengaku tidak pernah menceritakan apa yang dialaminya tersebut kepada siapapun. Meskipun ia dekat dengan Saidah.
"Tidak pernah menceritakan kepada siapa-siapa," ujarnya.
"saya dekat sama saidah, tapi dekat belum tentu percaya. Saya dekat dengan saidah dari kelas 1,2, dan 3," lanjutnya.
Selain itu, Denny Sumargo juga mengkroscek hal lain yang dikatakan oleh pihak SPI yang datang di podcast sebelumnya. Salah satunya terkait ada ruangan khusus yang digunakan oleh JE untuk melancarkan aksinya.
Baca Juga:Fakta Terbaru Kasus Pelecehan Seksual di Sekolah SPI Kota Batu, Versi Teman Korban dan Kepala Asrama
Korban membenarkan jika JE datang bersama timnya dan menempati ruangan tersebut.
"Tahu benar JE dateng kesana, tidur disana. Entah (timnya) 24 jam di kawasan situ kan gatau. Saat saya dilecehkan, timnya adabtidur di samping kamar," ungkap korban.
Korban juga mengungkapkan, sejumlah pembina di sekolah tersebut sempat mengajak tim IT untuk naik ke lantai 4 gedung sekolah. Dimana tempat tersebut merupakan ruang kontrol CCTV.
Rupanya, tim IT disuruh untuk menghapus rekaman CCTV.
"Kalau tidak ada apa-apa pasti tidak mungkin harus hapus CCTV," jelas korban.
Kedua korban juga menjawab pertanyaan yang sering dilontarkan warganet terkait kenapa baru saat ini mengungkap kasus ini. Mereka beralasan pada saat itu takut untuk buka suara. Meskipun pada saat itu, salah satu korban memiliki gadget yang bisa digunakan untuk mengambil bukti.