Harley Davidson WLC 1941 Memeriahkan Peringatan Hari Lahir Pancasila di Kota Malang

Harley Davidson WLC keluaran tahun 1941 berkeliling di Jalan Tugu Kota Malang.

Abdul Aziz Mahrizal Ramadan
Rabu, 01 Juni 2022 | 14:29 WIB
Harley Davidson WLC 1941 Memeriahkan Peringatan Hari Lahir Pancasila di Kota Malang
Harley Davidson WLC 1941 memeriahkan peringatan Hari Lahir Pancasila di Alun-alun Tugu Malang, Rabu (1/6/2022) [Suara.com/Bob Bimantara Leander]

SuaraMalang.id - Kendaraan yang dulu digunakan polisi saat jaman penjajahan dipamerkan di sekitaran alun-alun Tugu Kota Malang saat Hari Lahir Pancasila, Rabu (1/5/2022).

Kendaraan tersebut ialah Harley Davidson WLC keluaran tahun 1941. Harley yang juga memiliki sespan tersebut berwarna perpaduan antara coklat muda dan coklat tua khas warna polisi. 

"Ini dulu Harley Davidson WLC saat perang biasanya digunakan polisi keliling saat perang," kata pemilik Harley Davidson WLC, Sugiono (67) ditemui, Rabu (1/6/2022).

Pada kesempatan tersebut, sejumlah polisi juga nampak mencoba dibonceng kendaraan itu di bagian sespan lengkap dengan helmnya.

Baca Juga:25 Link Twibbon Hari Lahir Pancasila dan Cara Pasang di Media Sosial

Kesan antik pun nampak dari kendaraan itu. Selain itu Harley tersebut cara mengendarainya juga cukup unik, yakni layaknya mengendarai mobil. Di harley itu terdapat kopling di sisi kiri.

"Tugasnya ya kayak kopling mobil mengganti gigi. Cara kerjanya juga hampir sama. Dan kalau ganti oli ini masih di tangki dekat bensin. Sementara kalau di bawah itu full mesin," ujarnya.

Sugiono mendapatkan kendaraan ini  pada sekitar tahun 2000. Di tahun tersebut, dia harus merogoh kocek sekitar Rp 180 juta untuk mendapatkan barang antik yang diinginkannya.

Padahal bentuknya, kata dia, waktu itu sudah usang. Warna kendaraannya tak secerah saat ini karena debu akibat kurang perawatan.

"Saya dapatnya dari kenalan dulu. Sepertinya ya ada hubungannya dengan polisi kan dulu ya dipakai polisi. Dan dulu awal saya beli itu masih jelek tapi saya perbaiki dan bersihkan," kata dia.

Baca Juga:Jokowi: Kehangatan Masyarakat Ende Jadi Inspirasi Bung Karno Lahirkan Pancasila

Selama mempunyai kendaraan tersebut, warga Kecamatan Blimbing Kota Malang ini hampir tidak mengganti komponen-komponen mesin Harley Davidson WLC itu.

Hanya karburator yang digantinya. Dia mengganti karburator Harley Davidson WLC itu dengan karburator pabrikan kendaraan pertama asal Jepang, yakni  Meguro.

"Saya ganti soalnya ya karburatornya cepat panas. Jadi ganti Meguro ya mengurangi waktu panas saat dikendarai begitu. Yang lainnya masih sama gak ada yang diganti," kata dia.

Harley Davidson WLC miliknya ini pun merupakan kendaraan tertua di komunitas Sugiono. Saat ini mencari kendaraan antik seperti itu cukup susah.

"Ini paling tua 1941 yang lain masih 1956 atau 1960 an ke atas. Saya beruntung dapatkan ini. Soalnya sekarang susah nyari kolektor kebanyakan sudah dijual bahkan ada yang gak tahu mahalnya kendaraan itu dan gak terawat," tutupnya.

Kontributor : Bob Bimantara Leander

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Berapa Life Path Number Kamu? Hitung Sekarang dan Lihat Rahasia Kepribadianmu
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Materi Teks Informasi Lengkap Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Cek Seberapa Sehat Jam Tidurmu Selama Bulan Puasa?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika Kelas 6 SD Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kamu Paling Cocok Jadi Takjil Apa saat Buka Puasa?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis: Jajal Seberapa Jawamu Lewat Tebak Kosakata Jatuh
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tebak Jokes Bapak-bapak, Cek Seberapa Lucu Kamu?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 20 Soal Matematika Kelas 9 SMP Materi Statistika dan Peluang
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 20 Soal Bahasa Indonesia Kelas 9 SMP dengan Kunci Jawaban dan Penjelasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Materi Fiksi dan Eksposisi dengan Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

Terkini