facebook

Highlight Terpopuler News Lifestyle Indeks

Dialog dengan PBNU, Palestina Menyerukan Kebebasan Beribadah di Al Quds untuk Seluruh Umat Manusia

Abdul Aziz Mahrizal Ramadan Minggu, 27 Maret 2022 | 23:02 WIB

Dialog dengan PBNU, Palestina Menyerukan Kebebasan Beribadah di Al Quds untuk Seluruh Umat Manusia
Warga Palestina di sekitar komplek Masjid Al Aqsa. [Foto: Antara]

Mahmoud menginginkan kedaulatan bagi negeri Palestina dan menjamin beribadah untuk seluruh umat beragama di Palestina.

SuaraMalang.id - Pemerintah Palestina menyerukan kebebasan beribadah di Al Quds secara utuh bagi seluruh umat manusia, tidak hanya untuk Muslim.

“Kami ingin Al Quds terbuka untuk seluruh umat manusia, untuk datang dan berziarah. Untuk Muslim dapat melaksanakan ibadah shalat di Masjidil Aqsa, untuk agama Kristen dapat beribadah di gereja-gereja yang ada di sana dan bahkan untuk Yahudi saat melaksanakan ibadah d tempat masing-masing di Palestina,” kata Penasihat Presiden Palestina untuk masalah agama dan Hakim Agung Palestina Mahmoud Al-Habbash dalam diskusi virtual dengan Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) di Jakarta seperti diberitakan Antara, Minggu (27/3/2022).

Mahmoud menginginkan kedaulatan bagi negeri Palestina dan menjamin beribadah untuk seluruh umat beragama di Palestina. 

Pihaknya menegaskan tidak ingin menghapus kebebasan beribadah bagi siapa pun

Baca Juga: Ketum PBNU Gus Yahya Sarankan PPP Dekati Konstituen Milenial dan Tawarkan Masa Depan

“Kami ingin Al Quds dapat menjadi bagian negara Palestina,” katanya.

Kekinian, lanjut dia, Al Quds mendapatkan penyerangan secara terus-menerus oleh Israel yang berupaya mengeluarkan warga Palestina di Jerusalem.

Sebagaimana yang terjadi di Syeikh Jarrah, lanjut dia, tentara Israel mengusir warga Palestina yang ada di sana dan di waktu yang sama mengizinkan warga Israel masuk ke Al Quds.

Israel memberlakukan pembagian waktu, yakni dari pukul 07.00 hingga jelang dzuhur (sekitar pukul 12.00) waktu setempat, warga Israel diizinkan masuk ke Masjidil Aqsa dan melarang warga Palestina untuk masuk masjid itu.

“Kami sampaikan terjadinya penyebaran kebencian baik itu di antara warga Palestina maupun warga Israel. Kami inginkan kebebasan Al Quds secara utuh,” kata Mahmoud.

Baca Juga: Ketum PBNU Gus Yahya Sebut Alasan Penundaan Pemilu 2024 Harus Logis

Dia mengatakan bahkan sejak lebih dari 50 tahun yang lalu, Israel telah menduduki Palestina dan menghalangi warga Palestina dan umat Muslim secara keseluruhan untuk beribadah secara bebas di Masjidil Aqsa.

Baca Juga

Komentar

Berita Terkait